Menu

Mode Gelap
Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti Polisi Amankan Pria Diduga Pelaku Begal Payudara di Martapura, Akui Beraksi di 7 Lokasi Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura

Banjarbaru · 21 Agu 2026 17:06 WIB

Kabut Asap Ganggu Aktivitas, Sekolah Banjarbaru Masuk Pukul 09.00


 Kabut Asap Ganggu Aktivitas, Sekolah Banjarbaru Masuk Pukul 09.00 Perbesar

Ricek.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai mengganggu aktivitas masyarakat di Kota Banjarbaru. Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mengambil sejumlah langkah, salah satunya mengubah jam masuk sekolah menjadi pukul 09.00 WITA.

Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat di Ruang Tamu Utama Wali Kota Banjarbaru pada Kamis (20/8/2026) yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, atas arahan Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby.

Jam pembelajaran yang sebelumnya dimulai pukul 07.30 WITA diubah menjadi pukul 09.00 WITA, dengan waktu berakhir menyesuaikan jenjang pendidikan. Kebijakan ini berlaku bagi SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, serta satuan pendidikan kesetaraan.

Selama kabut asap masih terjadi, sekolah diminta meniadakan aktivitas di luar ruangan dan siswa diwajibkan menggunakan masker.

Sirajoni mengatakan dampak Karhutla tidak hanya menyangkut pendidikan, tetapi juga mulai menyentuh transportasi, ekonomi dan kondisi masyarakat.

“Yang perlu kita antisipasi dari Karhutla ini bukan hanya kegiatan sekolah, tetapi juga dampaknya terhadap ekonomi, transportasi dan pendidikan,” ujarnya.

Untuk menjaga keamanan lalu lintas, petugas Dinas Perhubungan akan disiagakan di sejumlah jalur menuju sekolah yang terdampak kabut asap, terutama ketika jarak pandang terbatas.

Sementara itu, pemerintah juga mewaspadai dampak kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. BPBD melalui unsur pemadam kebakaran disiapkan membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.

Dari sisi kesehatan, peningkatan kasus ISPA turut menjadi perhatian. Data Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru mencatat 21.323 kasus ISPA secara kumulatif sejak Januari hingga Juli 2026. Pada Minggu Epidemiologi ke-29 tercatat 879 kasus dan meningkat menjadi 1.099 kasus pada minggu berikutnya.

Sirajoni mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Kita akan menghadapi kondisi ini dalam dua sampai tiga bulan ke depan. Karena itu kita perlu mengantisipasi apa yang mungkin terjadi, termasuk dampak kekeringan dan Karhutla terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Sumber : Media Center Banjarbaru

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bupati Kotabaru Lantik JPT Pratama & Administrator

24 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Pemprov Kalsel Turunkan PBBKB , Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Sesuaikan Harga BBM Nonsubsidi

24 Agustus 2026 - 16:20 WIB

Kemarau Berkepanjangan, Pemkab Tanah Laut Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama

24 Agustus 2026 - 11:00 WIB

ISPU Capai 100 Mikrogram per Meter Kubik, Wamenko Pangan Imbau Warga Gunakan Masker

24 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Fokus Penanganan Karhutla Kalsel di Tiga Lokasi Utama, Pemerintah Targetkan Tuntas Dua Pekan

24 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Gubernur Kalsel Imbau Warga Lindungi Diri dari Asap Karhutla Menggunakan Masker yang Dibagikan

24 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Trending di ADVERTORIAL