Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

Banjarbaru · 21 Agu 2026 17:06 WIB

Kabut Asap Ganggu Aktivitas, Sekolah Banjarbaru Masuk Pukul 09.00


 Kabut Asap Ganggu Aktivitas, Sekolah Banjarbaru Masuk Pukul 09.00 Perbesar

Ricek.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai mengganggu aktivitas masyarakat di Kota Banjarbaru. Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mengambil sejumlah langkah, salah satunya mengubah jam masuk sekolah menjadi pukul 09.00 WITA.

Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat di Ruang Tamu Utama Wali Kota Banjarbaru pada Kamis (20/8/2026) yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, atas arahan Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby.

Jam pembelajaran yang sebelumnya dimulai pukul 07.30 WITA diubah menjadi pukul 09.00 WITA, dengan waktu berakhir menyesuaikan jenjang pendidikan. Kebijakan ini berlaku bagi SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, serta satuan pendidikan kesetaraan.

Selama kabut asap masih terjadi, sekolah diminta meniadakan aktivitas di luar ruangan dan siswa diwajibkan menggunakan masker.

Sirajoni mengatakan dampak Karhutla tidak hanya menyangkut pendidikan, tetapi juga mulai menyentuh transportasi, ekonomi dan kondisi masyarakat.

“Yang perlu kita antisipasi dari Karhutla ini bukan hanya kegiatan sekolah, tetapi juga dampaknya terhadap ekonomi, transportasi dan pendidikan,” ujarnya.

Untuk menjaga keamanan lalu lintas, petugas Dinas Perhubungan akan disiagakan di sejumlah jalur menuju sekolah yang terdampak kabut asap, terutama ketika jarak pandang terbatas.

Sementara itu, pemerintah juga mewaspadai dampak kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. BPBD melalui unsur pemadam kebakaran disiapkan membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.

Dari sisi kesehatan, peningkatan kasus ISPA turut menjadi perhatian. Data Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru mencatat 21.323 kasus ISPA secara kumulatif sejak Januari hingga Juli 2026. Pada Minggu Epidemiologi ke-29 tercatat 879 kasus dan meningkat menjadi 1.099 kasus pada minggu berikutnya.

Sirajoni mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Kita akan menghadapi kondisi ini dalam dua sampai tiga bulan ke depan. Karena itu kita perlu mengantisipasi apa yang mungkin terjadi, termasuk dampak kekeringan dan Karhutla terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Sumber : Media Center Banjarbaru

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Salurkan 10.000 Liter Air Bersih di 16 Lokasi Terdampak Kekeringan, Polres Banjar Siapkan Bantuan Bergilir

9 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Jukung Diduga Tenggelam, Warga Ditemukan Meninggal di Waduk Riam Kanan

9 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Pemko Banjarbaru Tuntaskan Rangkaian Pasar Murah Bersubsidi di Lima Kelurahan

9 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Optimalkan PAD, TP2DD Banjar Dorong Perluasan Transaksi Digital

9 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Dinsos Kalsel Dorong Masyarakat Manfaatkan Layanan Perlinsos Digital

9 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Kemenkop Perkuat Kapasitas Pengurus Koperasi, Diskop UKM Kalsel Apresiasi Literasi Perkoperasian

9 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Trending di ADVERTORIAL