Kotabaru- Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kotabaru menjadi tantangan bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Direktur PDAM Kotabaru, Tri Basuki, mengatakan pihaknya terus berupaya memaksimalkan sejumlah sumber air untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat di tengah keterbatasan akibat kemarau.
Hal itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/10/2026).
Menurut Tri Basuki, kondisi kemarau di Kotabaru tidak jauh berbeda dengan sejumlah daerah lain di Indonesia. Berlangsungnya musim kering dalam waktu cukup panjang turut memengaruhi ketersediaan sumber air bersih.
Berdasarkan prediksi cuaca yang ada, potensi hujan diperkirakan mulai muncul pada November mendatang. Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi cuaca masih dinamis sehingga hujan belum tentu turun sesuai perkiraan.
“Dalam menghadapi musim kemarau ini, PDAM sudah berupaya melakukan berbagai langkah untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” ujarnya.
Maksimalkan Sejumlah Sumber Air
Tri Basuki menjelaskan, PDAM telah memanfaatkan beberapa sumber air secara bertahap, mulai dari Danau 1 Sebelimbingan, Danau 2 Sebelimbingan, hingga danau yang berada di belakang Politeknik Kotabaru.
Pemanfaatan sejumlah sumber tersebut dilakukan untuk membantu mempertahankan pasokan air bersih bagi masyarakat. Meski demikian, ia mengakui ketersediaan air masih terbatas sehingga kebutuhan warga belum seluruhnya dapat dipenuhi secara maksimal.
Selain menjaga ketersediaan sumber air, PDAM juga menyoroti pentingnya pengaturan distribusi air bersih gratis agar penyalurannya berlangsung tertib dan merata.
Menurut Tri Basuki, pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola tempat pengambilan air. Namun, pengaturan pembagian air di lokasi tersebut juga perlu melibatkan pengelola dan perangkat RT agar tidak terjadi pengambilan secara berlebihan.
“Kalau pengambilan air gratis tidak diatur, masyarakat bisa mengambil semaunya. Karena itu, perlu ada pengelola dan keterlibatan RT untuk mengatur pembagiannya,” jelasnya.
Sistem Kupon di Desa Stagen Jadi Contoh
Tri Basuki mencontohkan mekanisme distribusi air bersih gratis yang diterapkan di Desa Stagen. Melalui sistem kupon, setiap RT memperoleh kupon untuk dibagikan kepada warga sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan mekanisme tersebut, setiap warga yang memiliki kupon berhak mendapatkan jatah empat jeriken air per hari.
Menurutnya, sistem kupon dapat menjadi contoh pengelolaan distribusi air bersih gratis agar lebih tertib, terukur, dan tepat sasaran.
Ia menegaskan, penyediaan air bersih secara gratis merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air selama kemarau. Karena itu, warga diharapkan tidak kembali terbebani biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
“Bagaimanapun, kita juga harus memikirkan kondisi masyarakat. Mereka sudah menghadapi kemarau, jangan sampai harus mengeluarkan biaya lagi untuk membeli air. Karena itu, pengelolaan seperti yang diterapkan di Desa Stagen bisa menjadi contoh yang baik,” pungkasnya.
PDAM Kotabaru berharap koordinasi antara pengelola lokasi pengambilan air, perangkat RT, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan pengaturan yang baik, distribusi air bersih gratis selama musim kemarau diharapkan berlangsung lebih tertib, merata, dan sesuai kebutuhan warga.














