Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

Kab. Kotabaru · 7 Jun 2024 12:18 WIB

Ketua DPRD Kotabaru: Pemekaran Opsi Percepatan Pembangunan di Bumi Saijaan


 Ketua DPRD Kotabaru, Syairi Mukhlis. Perbesar

Ketua DPRD Kotabaru, Syairi Mukhlis.

Momen Hari Jadi (Harjad) ke-74 Kabupaten Kotabaru, Ketua DPRD Syairi Mukhlis mengatakan pemekaran daerah jadi opsi untuk percepatan pembangunan di Bumi Saijaan.

Bukan tanpa alasan, ia mengungkapkan saat ini Kotabaru merupakan wilayah paling luas dibanding daerah lainnya di Kalsel, yaitu seluas 9.482,73 km2. Terluas kedua Tanah Bumbu 5.006,96 km2.

“Dengan kondisi wilayah begitu luas sementara APBD kita hanya diangka Rp3,3 triliun. Tentu menjadi beban tersendiri dalam rangka percepatan pembangunan di Kotabaru,” ujar Mukhlis.

Maka dari itu, ia ingin keseriusan Pemkab Kotabaru terkait rencana pemekaran. Kami kata Mukhlis lagi, di DPRD selalu mendukung pemekaran wilayah Kotabaru.

“Tidak ada salahnya ketika ada tuntutan pemekaran melalui kajian dan memenuhi syarat, saya rasa perlu didukung. Tidak mengurangi juga apa yang menjadi kewenangan yang ada di kabupaten induk,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ada beberapa wilayah yang terisolir infrastruktur, hal ini menjadi kewajiban pemerintah daerah berfokus menyelesaikan ke arah pembangunan infrastruktur, terutama infrastruktur jalan, jembatan, dan pelabuhan di tiga titik.

“Inilah menjadi urat nadi pertumbuhan perekonomian di masyarakat kita, ketika urusan – urusan tersebut terselesaikan saya yakin perekonomian jadi tumbuh subur, kemudian semua pelayanan publik akan jadi mudah ketika terkoneksi dengan baik, karena inilah menjadi pusat perputaran logistik di kabupaten Kotabaru baik itu orang ataupun barang,” paparnya.

Kemudian terkait hal lainnya yang belum terselesaikan yaitu masalah air bersih. Menurutnya, harus segera diselesaikan, lantaran sudah menjadi masalah klasik yang muncul tiap tahun.

“Mudah – mudahan baik itu pemimpin sekarang maupun yang terpilih akan datang, untuk segera memfokuskan menjadi yang utama, termasuk dunia pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Debit Air Baku Menurun, PDAM Kotabaru Berlakukan Penggiliran Distribusi di Wilayah Gunung Tirawan

23 Juli 2026 - 16:00 WIB

Pemkab Kotabaru Gelar Jambore Kader Posyandu, Perkuat Peran Kader dalam Tingkatkan Layanan Kesehatan

23 Juli 2026 - 13:06 WIB

Bupati Kotabaru Buka Sosialisasi & Monitoring Evaluasi Dana Hibah 2026, Tekankan Transparansi & Akuntabilitas

22 Juli 2026 - 17:30 WIB

DWP Kotabaru Gelar Pertemuan Rutin, Angkat Tema Rumah Layak Huni untuk Wujudkan Keluarga Sehat & Sejahtera

20 Juli 2026 - 18:02 WIB

BKMT Kotabaru Gelar Festival Sholawat Busyro, Sholawat Badar & Mars BKMT Semarakkan Pekan Muharram & Milad ke-45

18 Juli 2026 - 19:47 WIB

Melalui Apel Hari Kesadaran Nasional, Pemkab Kotabaru Perkuat Budaya Kerja Aparatur

18 Juli 2026 - 19:44 WIB

Trending di ADVERTORIAL