Momen Hari Jadi (Harjad) ke-74 Kabupaten Kotabaru, Ketua DPRD Syairi Mukhlis mengatakan pemekaran daerah jadi opsi untuk percepatan pembangunan di Bumi Saijaan.
Bukan tanpa alasan, ia mengungkapkan saat ini Kotabaru merupakan wilayah paling luas dibanding daerah lainnya di Kalsel, yaitu seluas 9.482,73 km2. Terluas kedua Tanah Bumbu 5.006,96 km2.
“Dengan kondisi wilayah begitu luas sementara APBD kita hanya diangka Rp3,3 triliun. Tentu menjadi beban tersendiri dalam rangka percepatan pembangunan di Kotabaru,” ujar Mukhlis.
Maka dari itu, ia ingin keseriusan Pemkab Kotabaru terkait rencana pemekaran. Kami kata Mukhlis lagi, di DPRD selalu mendukung pemekaran wilayah Kotabaru.
“Tidak ada salahnya ketika ada tuntutan pemekaran melalui kajian dan memenuhi syarat, saya rasa perlu didukung. Tidak mengurangi juga apa yang menjadi kewenangan yang ada di kabupaten induk,” ucapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, ada beberapa wilayah yang terisolir infrastruktur, hal ini menjadi kewajiban pemerintah daerah berfokus menyelesaikan ke arah pembangunan infrastruktur, terutama infrastruktur jalan, jembatan, dan pelabuhan di tiga titik.
“Inilah menjadi urat nadi pertumbuhan perekonomian di masyarakat kita, ketika urusan – urusan tersebut terselesaikan saya yakin perekonomian jadi tumbuh subur, kemudian semua pelayanan publik akan jadi mudah ketika terkoneksi dengan baik, karena inilah menjadi pusat perputaran logistik di kabupaten Kotabaru baik itu orang ataupun barang,” paparnya.
Kemudian terkait hal lainnya yang belum terselesaikan yaitu masalah air bersih. Menurutnya, harus segera diselesaikan, lantaran sudah menjadi masalah klasik yang muncul tiap tahun.
“Mudah – mudahan baik itu pemimpin sekarang maupun yang terpilih akan datang, untuk segera memfokuskan menjadi yang utama, termasuk dunia pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya.
















