Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 4 Jul 2026 12:15 WIB

Ketua Komisi IV DPR RI Resmikan Revitalisasi Gudang Perum Bulog, Panen Petani Diharapkan Terserap Optimal


 Ketua Komisi IV DPR RI Resmikan Revitalisasi Gudang Perum Bulog, Panen Petani Diharapkan Terserap Optimal Perbesar

Ricek.ID – Dalam memperkuat posisi Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional, peresmian revitalisasi gudang Perum Bulog berkapasitas 3.500 ton di Landasan Ulin, Banjarbaru dinilai menjadi langkah strategis. Kehadiran gudang modern tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya serap hasil panen petani sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, saat meresmikan gudang Bulog di Banjarbaru pada Jumat (3/7/2026) menegaskan pembangunan infrastruktur logistik pangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan target swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintah.

“Revitalisasi gudang Bulog ini merupakan wujud nyata penguatan infrastruktur logistik pangan. Dengan kapasitas penyimpanan yang lebih baik, penyerapan hasil panen petani dapat semakin optimal, cadangan beras pemerintah semakin kuat, serta stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terus terjaga,” ujarnya.

Menurut Titiek, Kalsel memiliki posisi yang sangat strategis sebagai salah satu lumbung pangan di Pulau Kalimantan. Karena itu, keberadaan fasilitas penyimpanan yang memadai menjadi faktor penting agar produksi petani dapat dikelola secara optimal.

Titiek juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, dan Perum Bulog dalam memperkuat sistem logistik pangan di berbagai daerah. Ia menilai pembangunan infrastruktur harus diiringi dengan peningkatan efektivitas pengelolaan stok, percepatan distribusi, serta pelayanan yang semakin baik kepada petani dan masyarakat.

Lebih lanjut, Komisi IV DPR RI, kata Titiek, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program Bulog yang berpihak kepada petani, termasuk membuka peluang dukungan anggaran apabila diperlukan pembangunan Rice Milling Unit (RMU) di Kalsel.

“Kami berharap gudang ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan apresiasi atas diresmikannya revitalisasi gudang Bulog yang dinilai semakin memperkuat kesiapan daerah dalam menjaga ketahanan pangan.

Menurut Syarifuddin, Kalsel saat ini telah mencatatkan surplus produksi beras hingga sekitar 1,3 juta ton, sehingga menjadi salah satu penyangga utama kebutuhan pangan di Pulau Kalimantan.

“Alhamdulillah, daya tampung dan ketersediaan beras di Kalimantan Selatan telah memberikan surplus sekitar 1,3 juta ton. Hal ini menjadikan Kalimantan Selatan sebagai daerah penyangga utama di Pulau Kalimantan dan telah mencapai swasembada beras. Dengan keberadaan gudang ini, hasil panen petani dapat tersimpan dengan baik sehingga semakin mendukung petani maupun Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan,” ujarnya.

Syarifuddin menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalsel terus berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan infrastruktur, dukungan kepada petani, serta kolaborasi dengan pemerintah pusat guna menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah.

Gudang Bulog hasil Penyertaan Modal Negara (PMN) tersebut dibangun dengan nilai kontrak sebesar Rp12,15 miliar dan memiliki kapasitas penyimpanan 3.500 ton. Pembangunan dimulai pada 21 April 2025, selesai pada 12 Februari 2026 dengan realisasi fisik mencapai 100 persen tanpa deviasi, dan kini memasuki masa pemeliharaan hingga Februari 2027.

Keberadaan gudang tersebut diharapkan semakin memperkuat sistem logistik pangan nasional sekaligus menjadi penopang distribusi dan cadangan beras pemerintah, khususnya di wilayah Kalimantan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Trans Saijaan Dihentikan, Damri Soroti Kontrak & Dampaknya kepada Driver

2 September 2026 - 20:57 WIB

Pemkab Kotabaru Raih Juara III Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Provinsi Kalsel

2 September 2026 - 20:25 WIB

Gubernur Kalsel Tinjau Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Temui Relawan & Pastikan Pembasahan Lahan Cegah Karhutla

2 September 2026 - 12:20 WIB

Pemprov & DPRD Kalsel Sepakati Raperda APBD Perubahan 2026 & Raperda Pajak Daerah & Retribusi

2 September 2026 - 12:17 WIB

Perkuat Kolaborasi Lintas Perangkat Daerah, Pemkab Kotabaru Susun SOP Tata Kelola Geopark

1 September 2026 - 21:10 WIB

258 Keluarga Desa Pekauman Terima Bantuan Beras Bulog

1 September 2026 - 16:36 WIB

Trending di ADVERTORIAL