Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

DAERAH · 7 Mei 2026 07:10 WIB

Kotabaru Siaga Bencana 2026, Pemkab Ingatkan Ancaman El Nino dan Karhutla


 Kotabaru Siaga Bencana 2026, Pemkab Ingatkan Ancaman El Nino dan Karhutla Perbesar

Ricek.iD- Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 di kawasan Siring Laut, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapan daerah menghadapi potensi bencana, khususnya yang dipicu perubahan iklim.

Apel tersebut dipimpin Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, mewakili Bupati Kotabaru Muhammad Rusli. Kegiatan berlangsung khidmat dengan rangkaian acara mulai dari penyusunan barisan, penghormatan pasukan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pemeriksaan pasukan, hingga pembunyian sirine kebencanaan sebagai penanda peringatan nasional.

Dalam sambutannya, Syairi Mukhlis menyampaikan bahwa tahun 2026 diperkirakan dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi memicu musim kemarau lebih awal dan berkepanjangan. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Kesadaran dan kesiapan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kondisi geografis Kabupaten Kotabaru yang terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan membuat daerah tersebut rawan terhadap berbagai jenis bencana. Karena itu, masyarakat diimbau lebih waspada dan proaktif menjaga lingkungan.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, mengikuti informasi resmi dari instansi terkait, serta menyiapkan langkah darurat seperti jalur evakuasi dan perlengkapan tanggap bencana secara mandiri.

Selain itu, peran relawan dan petugas pemadam kebakaran turut diperkuat, tidak hanya dalam penanganan kebakaran permukiman, tetapi juga kebakaran hutan dan lahan.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Kotabaru turut memperkenalkan aplikasi Si Harapan Ceria. Aplikasi ini berfungsi mempercepat proses identifikasi dampak bencana, mulai dari pendataan kerusakan hingga penyusunan langkah pemulihan.

Data dari aplikasi tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan pemulihan di berbagai sektor.

Dengan adanya inovasi tersebut, BPBD Kabupaten Kotabaru diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan bencana secara lebih terstruktur dan responsif.

Melalui apel ini, pemerintah berharap tercipta sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana serta memperkuat semangat gotong royong demi keselamatan bersama.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Kapolres Kotabaru Kunjungi Polsek Pulau Sembilan, Polsek Terjauh di Tengah Laut

20 Juni 2026 - 14:30 WIB

Wali Kota Banjarmasin Raih Penghargaan dalam Malam Anugerah SMSI 2026

18 Juni 2026 - 21:00 WIB

Kafilah Kota Banjarbaru Siap Berkompetisi di Panggung MTQN ke-37 Kalimantan Selatan

18 Juni 2026 - 20:56 WIB

Percepat Legalitas Pelaku Usaha, HIPMI Banjar Gandeng Pemkab

18 Juni 2026 - 20:52 WIB

Kabupaten Banjar Optimis Raih Juara Umum Keempat di MTQ Kalsel Barito Kuala

18 Juni 2026 - 20:47 WIB

Pemprov Kalsel Apresiasi Kinerja Aparat Polisi Ungkap 128,7 Kilogram Sabu

18 Juni 2026 - 20:44 WIB

Trending di DAERAH