Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

DAERAH · 7 Mei 2026 07:10 WIB

Kotabaru Siaga Bencana 2026, Pemkab Ingatkan Ancaman El Nino dan Karhutla


 Kotabaru Siaga Bencana 2026, Pemkab Ingatkan Ancaman El Nino dan Karhutla Perbesar

Ricek.iD- Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 di kawasan Siring Laut, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapan daerah menghadapi potensi bencana, khususnya yang dipicu perubahan iklim.

Apel tersebut dipimpin Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, mewakili Bupati Kotabaru Muhammad Rusli. Kegiatan berlangsung khidmat dengan rangkaian acara mulai dari penyusunan barisan, penghormatan pasukan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pemeriksaan pasukan, hingga pembunyian sirine kebencanaan sebagai penanda peringatan nasional.

Dalam sambutannya, Syairi Mukhlis menyampaikan bahwa tahun 2026 diperkirakan dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi memicu musim kemarau lebih awal dan berkepanjangan. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Kesadaran dan kesiapan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kondisi geografis Kabupaten Kotabaru yang terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan membuat daerah tersebut rawan terhadap berbagai jenis bencana. Karena itu, masyarakat diimbau lebih waspada dan proaktif menjaga lingkungan.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, mengikuti informasi resmi dari instansi terkait, serta menyiapkan langkah darurat seperti jalur evakuasi dan perlengkapan tanggap bencana secara mandiri.

Selain itu, peran relawan dan petugas pemadam kebakaran turut diperkuat, tidak hanya dalam penanganan kebakaran permukiman, tetapi juga kebakaran hutan dan lahan.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Kotabaru turut memperkenalkan aplikasi Si Harapan Ceria. Aplikasi ini berfungsi mempercepat proses identifikasi dampak bencana, mulai dari pendataan kerusakan hingga penyusunan langkah pemulihan.

Data dari aplikasi tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan pemulihan di berbagai sektor.

Dengan adanya inovasi tersebut, BPBD Kabupaten Kotabaru diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan bencana secara lebih terstruktur dan responsif.

Melalui apel ini, pemerintah berharap tercipta sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana serta memperkuat semangat gotong royong demi keselamatan bersama.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Salurkan 10.000 Liter Air Bersih di 16 Lokasi Terdampak Kekeringan, Polres Banjar Siapkan Bantuan Bergilir

9 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Jukung Diduga Tenggelam, Warga Ditemukan Meninggal di Waduk Riam Kanan

9 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Pemko Banjarbaru Tuntaskan Rangkaian Pasar Murah Bersubsidi di Lima Kelurahan

9 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Optimalkan PAD, TP2DD Banjar Dorong Perluasan Transaksi Digital

9 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Dinsos Kalsel Dorong Masyarakat Manfaatkan Layanan Perlinsos Digital

9 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Kemenkop Perkuat Kapasitas Pengurus Koperasi, Diskop UKM Kalsel Apresiasi Literasi Perkoperasian

9 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Trending di ADVERTORIAL