Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

LINGKUNGAN · 15 Sep 2023 10:05 WIB

Kualitas Udara di Kota Banjarbaru Menurun Akibat Karhutla


 Pemasangan Alat  Pengukur Kualitas Udara di Kota Banjarbaru.foto DLH Banjarbaru Perbesar

Pemasangan Alat Pengukur Kualitas Udara di Kota Banjarbaru.foto DLH Banjarbaru

Pengukur kualitas udara ambien dengan metode passive semplar dipasang Dinas Lingkungan Hidup(DLH) di beberapa lokasi kota Banjarbaru Kalimantan Selatan.

Passive Sampler merupakan peralatan yang digunakan untuk pengambilan sampel udara ambien dengan sistem kerja yang sederhana dan tidak membutuhkan sumber energi listrik dengan parameter ukur NO2 (Nitrogen Dioksida) dan SO2 (Sulfur Dioksida. 

“Alat passive semplar kami pasang di beberapa titik koordinat yang ada di Kota Banjarbaru. Dimana setelah dua minggu pemasangan hasil analisis alat ukur kualitas udara tersebut akan kami ambil setiap hari. Lalu akan dikirimkan kepusat,”ucap Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Pengendalian Lingkungan DLH Kota Banjarbaru Shanty Eka Septiani.

Lokasi yang dipasang alat passive semplat, ada di kawasan perkantoran Balai Kota Banjarbaru, kawasan pemukiman di Perumahan Kehutanan, Kelurahan Sungai Besar, dan Banjarbaru Selatan. 

“Kemudian, kawasan zona transportasi di depan Panti Sosial Bina Mulia Jl.A.Yani KM 27.400, Kecamatan Landasan Ulin dan kawasan Industri LIK Liang Anggang,”ungkap Shanty.

Dijelaskannya, pemantauan kualitas udara oleh DLH Kota Banjarbaru ini, merupakan kali kedua selama tahun 2023 dan juga merupakan komponen untuk Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di Ibu Kota Kalimantan Selatan. 

“Pemantauan kualitas udara dengan peralatan yang dari KLHK ini setahun dua kali, tahap pertama pada tahun ini telah kami lakukan pada Maret-April. Pelaksanaannya bertujuan menyimpulkan kondisi kualitas udara dalam Indeks Kualitas Udara (IKU) yang merupakan salah satu komponen dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH),”jelasnya.

Untuk kondisi kualitas udara Kota Banjarbaru, lanjut Shanty, mengalami penurunan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

“Secara umum saat ini kualitas udara di Kota Banjarbaru mengalami penurunan, hasil dari data indeks standar pencemaran udara di SPKUA RTH Al Munawwarah pagi tadi masuk kategori kuning atau tidak sehat,”pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bernapas dalam Asap: Nestapa Warga di Tengah Karhutla Lahan

27 September 2026 - 13:42 WIB

Gerakan Nyata Jaga Ekosistem, Juara I Festival Sungai Kemuning Tangkap Total 174 Kg Ikan Sapu-Sapu

23 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Festival Ikan Sapu-Sapu Banjarbaru Berhasil Angkut 2,4 Ton Ikan Invasif dari Sungai Kemuning

23 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Tiba di Kalbar, Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Karhutla & Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya

22 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Dislautkan Kalsel Jaga Kelestarian Ekosistem Pesisir Melalui Rehabilitasi Mangrove di Takisung

31 Juli 2026 - 07:37 WIB

Apresiasi Tukar Sampah dengan Sembako, Gubernur Kalsel Berharap Program Berjalan Berkelanjutan

31 Juli 2026 - 07:31 WIB

Trending di ADVERTORIAL