Menu

Mode Gelap
Polisi Amankan Pria Diduga Pelaku Begal Payudara di Martapura, Akui Beraksi di 7 Lokasi Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif

LINGKUNGAN · 15 Sep 2023 10:05 WIB

Kualitas Udara di Kota Banjarbaru Menurun Akibat Karhutla


 Pemasangan Alat  Pengukur Kualitas Udara di Kota Banjarbaru.foto DLH Banjarbaru Perbesar

Pemasangan Alat Pengukur Kualitas Udara di Kota Banjarbaru.foto DLH Banjarbaru

Pengukur kualitas udara ambien dengan metode passive semplar dipasang Dinas Lingkungan Hidup(DLH) di beberapa lokasi kota Banjarbaru Kalimantan Selatan.

Passive Sampler merupakan peralatan yang digunakan untuk pengambilan sampel udara ambien dengan sistem kerja yang sederhana dan tidak membutuhkan sumber energi listrik dengan parameter ukur NO2 (Nitrogen Dioksida) dan SO2 (Sulfur Dioksida. 

“Alat passive semplar kami pasang di beberapa titik koordinat yang ada di Kota Banjarbaru. Dimana setelah dua minggu pemasangan hasil analisis alat ukur kualitas udara tersebut akan kami ambil setiap hari. Lalu akan dikirimkan kepusat,”ucap Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Pengendalian Lingkungan DLH Kota Banjarbaru Shanty Eka Septiani.

Lokasi yang dipasang alat passive semplat, ada di kawasan perkantoran Balai Kota Banjarbaru, kawasan pemukiman di Perumahan Kehutanan, Kelurahan Sungai Besar, dan Banjarbaru Selatan. 

“Kemudian, kawasan zona transportasi di depan Panti Sosial Bina Mulia Jl.A.Yani KM 27.400, Kecamatan Landasan Ulin dan kawasan Industri LIK Liang Anggang,”ungkap Shanty.

Dijelaskannya, pemantauan kualitas udara oleh DLH Kota Banjarbaru ini, merupakan kali kedua selama tahun 2023 dan juga merupakan komponen untuk Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di Ibu Kota Kalimantan Selatan. 

“Pemantauan kualitas udara dengan peralatan yang dari KLHK ini setahun dua kali, tahap pertama pada tahun ini telah kami lakukan pada Maret-April. Pelaksanaannya bertujuan menyimpulkan kondisi kualitas udara dalam Indeks Kualitas Udara (IKU) yang merupakan salah satu komponen dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH),”jelasnya.

Untuk kondisi kualitas udara Kota Banjarbaru, lanjut Shanty, mengalami penurunan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

“Secara umum saat ini kualitas udara di Kota Banjarbaru mengalami penurunan, hasil dari data indeks standar pencemaran udara di SPKUA RTH Al Munawwarah pagi tadi masuk kategori kuning atau tidak sehat,”pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Dislautkan Kalsel Jaga Kelestarian Ekosistem Pesisir Melalui Rehabilitasi Mangrove di Takisung

31 Juli 2026 - 07:37 WIB

Apresiasi Tukar Sampah dengan Sembako, Gubernur Kalsel Berharap Program Berjalan Berkelanjutan

31 Juli 2026 - 07:31 WIB

Wujudkan Program Martapura Asri, DPRKPLH Banjar Gelar Aksi Giat Bersih di Desa Teluk Selong Ulu

4 Juli 2026 - 19:49 WIB

Antusias, Warga Sungai Rangas Tengah Tukarkan 431,85 Kilogram Hasil Pilah Sampah dengan Sembako

4 Juli 2026 - 12:23 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup di TPA Basirih, Wali Kota Banjarmasin Pimpin Penanaman 2.500 Pohon

30 Juni 2026 - 19:00 WIB

YAKOPI Nias Gencarkan Penanaman Mangrove, Selamatkan Pesisir dari Kerusakan Lingkungan

7 Juni 2026 - 16:47 WIB

Trending di LINGKUNGAN