Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

EKOBIS · 17 Jun 2026 19:31 WIB

Kunjungi Tiongkok, Menkeu Perkuat Kerja Sama Pembiayaan untuk Pembangunan Nasional


 Kunjungi Tiongkok, Menkeu Perkuat Kerja Sama Pembiayaan untuk Pembangunan Nasional Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Indonesia tegaskan komitmen untuk terus menjaga keberlanjutan pembangunan nasional melalui strategi pembiayaan yang terukur, disiplin, dan berorientasi jangka panjang di tengah dinamika serta volatilitas ekonomi global yang masih berlangsung.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, melakukan kunjungan kerja ke Beijing, Tiongkok pada Rabu (17/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menkeu Purbaya mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Lan Fo’an.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat akses pembiayaan pembangunan, memperluas basis investor, serta memperdalam kemitraan ekonomi dengan negara-negara mitra strategis.

“Indonesia tidak menunggu. Kami bergerak lebih awal dengan membangun fondasi pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan agar pembangunan dapat terus berjalan di tengah berbagai tantangan global,” ujar Purbaya.

Menkeu menegaskan kunjungannya ke Beijing merupakan bagian dari strategi pembiayaan jangka panjang yang telah direncanakan secara matang oleh pemerintah, sekaligus mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus memperluas sumber pembiayaan yang kompetitif dan memperkuat kepercayaan investor internasional.

“Ini adalah bagian dari perencanaan yang telah disusun jauh sebelumnya. Pemerintah terus menjalankan strategi pembiayaan secara terukur, disiplin, dan berorientasi jangka panjang,” kata Menkeu.

Purbaya menambahkan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Kondisi tersebut tercermin dari rasio utang pemerintah yang terkendali, defisit anggaran yang berada dalam batas aman, serta pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga.

“Kami datang ke Beijing bukan karena terdesak, tetapi karena Indonesia memiliki posisi yang kuat untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan. Ketika fondasi ekonomi kokoh, kita memiliki ruang untuk bertindak lebih strategis dan lebih percaya diri,” tegasnya.

Menkeu juga menyampaikan kepercayaan investor terhadap Indonesia masih terjaga dengan baik. Hal tersebut tercermin dari tingginya minat investor terhadap instrumen keuangan pemerintah serta stabilitas makroekonomi nasional yang tetap terpelihara di tengah ketidakpastian global.

“Kepercayaan pasar tidak dibangun dalam semalam. Itu merupakan hasil dari disiplin fiskal, reformasi yang konsisten, dan kredibilitas kebijakan yang terus dijaga pemerintah. Karena itu, Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di kawasan,” ungkap Purbaya.

Dalam pertemuan tersebut, Menkeu menegaskan pentingnya hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok yang selama ini telah berkembang erat. Ia berharap kedua negara dapat terus memperkuat kerja sama dalam berbagai forum internasional, termasuk G20 Finance Track, APEC Finance Ministers’ Process, dan ASEAN+3.

Salah satu agenda utama kunjungan kerja Menkeu ke Beijing adalah mempersiapkan penerbitan sovereign Panda Bond. Pemerintah memandang instrumen tersebut sebagai langkah strategis untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan dan memperluas basis investor, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok.

Penerbitan sovereign Panda Bond juga diharapkan dapat mendukung penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral (Local Currency Transaction/LCT) serta mendorong pendalaman kerja sama keuangan kedua negara.

Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam mengelola pembiayaan pembangunan secara berkelanjutan sekaligus memperluas jaringan kemitraan strategis dengan investor global.

Pemerintah optimistis langkah proaktif tersebut akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian nasional dan memperkuat ketahanan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global.

“Di saat sebagian pihak memilih menunggu kepastian, Indonesia memilih menyiapkan masa depan. Itulah alasan kami terus bergerak, membangun kepercayaan, dan memperkuat fondasi ekonomi bangsa,” tutup Menkeu.

Selain melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Tiongkok, Menkeu Purbaya juga dijadwalkan bertemu dengan kalangan pelaku usaha dan investor. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menkeu juga akan mengadakan pertemuan dengan People’s Bank of China (PBOC), Shanghai Cooperation Organization (SCO) Development Bank, serta Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pimpin Ratas, Presiden Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

2 November 2026 - 19:38 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia September 2026 Masih Surplus USD3,36 Miliar

2 November 2026 - 19:36 WIB

Kapolri Dorong Penelusuran Aset Kejahatan Digital

2 November 2026 - 19:34 WIB

Dugaan Pelanggaran Kehutanan, Menhut Segel Tumpukan Kayu, Dua Truk & Ekskavator

2 November 2026 - 19:32 WIB

Penanganan Kasus Karhutla, Bareskrim Polri Tetapkan 245 Tersangka Perorangan & 20 Korporasi

1 November 2026 - 19:48 WIB

Kemnaker Terbitkan Permenaker BSU 2026, Ini Syarat Penerima & Besaran Bantuan Rp900 Ribu

1 November 2026 - 19:46 WIB

Trending di EKOBIS