Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

KALBAR · 10 Mar 2026 12:33 WIB

Longsor di Lokasi PETI Kapuas Hulu Tewaskan Tujuh Penambang


 Longsor di Lokasi PETI Kapuas Hulu Tewaskan Tujuh Penambang Perbesar

Banjarbaru, Ricek.ID – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Bugang, Kecamatan Tepuai, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, berujung tragedi. Sebanyak tujuh pekerja tambang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsor di lokasi tambang pada Minggu (8/3/2026).

Peristiwa nahas tersebut terjadi secara mendadak saat para pekerja tengah melakukan penggalian di dalam lubang tambang. Material tanah yang runtuh dalam jumlah besar menutup lubang tambang sehingga para korban tidak sempat menyelamatkan diri dan terjebak di dalamnya.

Identitas Tujuh Korban yang Meninggal Dunia

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, tujuh korban jiwa terdiri dari empat perempuan dan tiga laki-laki. Korban perempuan masing-masing bernama Rina, Saidah, Yuni, dan Jurai. Sementara korban laki-laki yakni Uju Ukal, Jobak, dan Kamar.

Sesaat setelah kejadian, warga setempat langsung melakukan upaya penyelamatan secara mandiri. Meski dengan keterbatasan peralatan, warga tetap berusaha menggali timbunan tanah menggunakan alat manual seperti cangkul dan sekop.

Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis dan memakan waktu beberapa jam. Seluruh jasad korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dalam lubang tambang sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, saat ditemukan, ketujuh pekerja tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Kronologi Kejadian Tanah Longsor di Lokasi Tambang

Salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian menuturkan, longsoran terjadi sangat cepat tanpa adanya tanda-tanda sebelumnya.

“Kejadiannya sangat cepat, tidak ada tanda-tanda tanah akan runtuh. Kami yang di atas hanya bisa berteriak, tapi mereka yang di bawah sudah tidak sempat naik. Kami langsung mencoba menggali dengan cangkul seadanya,” ujar saksi mata yang enggan disebutkan namanya.

Dentuman runtuhan tanah terdengar sesaat sebelum lubang tambang tertutup material. Para pekerja yang berada di kedalaman lubang tidak sempat keluar karena dinding tanah di atas mereka tiba-tiba labil dan ambruk.

Tragedi ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas pertambangan tanpa izin yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah yang memiliki potensi tambang emas.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Gegerkan Warga Sekumpul, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah Kontrakan

5 Agustus 2026 - 06:21 WIB

KM Mutiara Sentosa II Terbakar, Kemenhub Gerak Cepat Evakuasi Penumpang

3 Agustus 2026 - 07:50 WIB

Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia

2 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura

2 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru

2 Agustus 2026 - 12:15 WIB

DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif

1 Agustus 2026 - 07:36 WIB

Trending di HEADLINE