Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

KESEHATAN · 25 Feb 2026 17:05 WIB

Obat Seledryl Jadi Sorotan Risiko Efek Overdosis Tinggi, Bisa Ganggu Saraf


 Obat Seledryl Jadi Sorotan Risiko Efek Overdosis Tinggi, Bisa Ganggu Saraf. Perbesar

Obat Seledryl Jadi Sorotan Risiko Efek Overdosis Tinggi, Bisa Ganggu Saraf.

Martapura, Ricek.ID – Obat batuk Seledryl menjadi sorotan setelah maraknya penggunaan berlebihan oleh remaja. Fenomena tersebut lantas menjadi perhatian di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Salah satu efek overdosis obat tersebut dapat mengganggu sistem saraf tubuh, Rabu (25/2/2026).

Direktur RSUD Ratu Zalecha Martapura, Arief Rachman mengatakan, salah satu kandungan Seledryl yaitu dekstrometorfan jika dikonsumsi berlebihan maka dapat membahayakan nyawa.

“Semua obat kalau digunakan sesuai aturan tentu bermanfaat. Tapi jika diminum melebihi dosis, efeknya bisa berbahaya. Dekstrometorfan dalam jumlah tinggi dapat menimbulkan gangguan pada sistem saraf,” kata Arief.

Arief mengungkapkan, Di dalam kandungan obat Seledryl terdapat kombinasi bahan lain seperti parasetamol. Jika dikonsumsi secara berlebihan, bukan hanya dekstrometorfan yang meningkat kadarnya, tetapi juga zat lain yang dapat berdampak buruk.

“Parasetamol yang berlebihan dapat memicu mual, muntah, bahkan berisiko merusak organ seperti hati dan ginjal jika digunakan terus-menerus tanpa pengawasan,” ungkapnya.

Arief melanjutkan, efek yang dicari sebagian remaja sering kali hanya bersifat sementara, seperti sensasi pusing atau perubahan kesadaran. Namun dampak jangka panjangnya jauh lebih serius dan dapat mengancam keselamatan.

“Bisa saja timbul rasa melayang atau tidak sadar penuh. Kondisi seperti itu sangat berbahaya, apalagi jika yang bersangkutan mengendarai kendaraan. Risiko kecelakaan tentu meningkat,” lanjutnya.

Ia mengingatkan peran penting orang tua dalam memantau aktivitas anak, terutama di tengah maraknya tren penyalahgunaan obat.

“Pergaulan dan tren di kalangan remaja sangat cepat berubah. Orang tua harus lebih peduli dan terbuka berdialog agar anak tidak terjerumus pada hal-hal yang merugikan,” katanya.

RSUD Ratu Zalecha mengajak generasi muda untuk lebih bijak dalam menggunakan obat-obatan serta tidak mudah terpengaruh ajakan yang membahayakan kesehatan.

“Jangan sampai hanya karena ikut-ikutan, masa depan menjadi taruhannya. Obat itu untuk menyembuhkan, bukan untuk disalahgunakan,” pungkasnya.

Terkait distribusi obat, Arief menyebut Seledryl termasuk kategori obat bebas terbatas yang memang masih diperjualbelikan secara legal. Namun penggunaannya tetap harus sesuai aturan dan diawasi dengan baik.

Pewarta: Haris Pranata

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Berpartisipasi di Kalsel Expo 2026, RSJ Sambang Lihum Hadirkan Layanan Deteksi Stres

13 Agustus 2026 - 05:49 WIB

RSUD Ulin Banjarmasin Perkenalkan Layanan Stroke Modern di Kalsel Expo 2026

13 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Dinkes Kalsel Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi & Stunting

12 Agustus 2026 - 18:15 WIB

RSUD Ratu Zalecha Catatkan Peningkatan Kasus Pneumonia di Musim Kemarau, Puskesmas Dominasi Penanganan Kasus ISPA

6 Agustus 2026 - 09:11 WIB

Perkuat Data Kesehatan Nasional, Kemenkes Integrasikan SatuSehat & Dukcapil

4 Agustus 2026 - 17:41 WIB

YKI Banjarbaru Ajak Masyarakat Waspada Kanker Lewat Gerakan Deteksi Dini di CFD

19 Juli 2026 - 18:43 WIB

Trending di Banjarbaru