Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

HEADLINE · 16 Jul 2025 19:09 WIB

Overpass Merah Putih AGM Diresmikan: Penghubung Vital Tambang, Desain Ekonik


 Jembatan Overpass Merah Putih AGM di Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten HSS, Kalsel diresmikan, Rabu (16/7/2025). foto-Hendra Perbesar

Jembatan Overpass Merah Putih AGM di Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten HSS, Kalsel diresmikan, Rabu (16/7/2025). foto-Hendra

Riceknews.Id – Jembatan Overpass Merah Putih AGM yang membentang di atas jalan nasional Kandangan-Batulicin, di Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, kini diresmikan pada Rabu (16/7/2025).

Peresmian dilakukan oleh Komisaris Utama PT AGM, Jenderal Polisi (Purn) Badrodin Haiti. Ia didampingi sejumlah tokoh penting, termasuk Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Bupati HSS Syafrudin Noor beserta wakilnya, Ketua DPRD HSS Akhmad Fahmi, Kapolres HSS AKBP Muhammad Yakin Rusdi, tokoh ulama, tokoh masyarakat setempat, serta jajaran direksi PT AGM.

Selain peresmian, dalam kesempatan tersebut PT AGM juga menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat, mulai dari alat mesin pertanian, beasiswa kuliah ke luar negeri, perlengkapan sekolah anak, hingga paket bahan pokok.

Site Manager PT AGM, Alvensus Sihotang, menjelaskan bahwa pembangunan Overpass Merah Putih AGM merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk memulai penambangan di HSS, khususnya di Kecamatan Padang Batung.

“Jembatan ini menjadi penghubung vital antara area operasi PT AGM yang sudah berjalan di Sungai Raya, Blok 3, dengan area penambangan baru,” ujar Alvensus.

Detail Teknis dan Kolaborasi Pembangunan

Peresmian Overpass Merah Putih AGM, Rabu (16/7/2025). Foto-Hendra

Alvensus merinci, Overpass Merah Putih memiliki panjang 50 meter dan lebar 6 meter. Pembangunannya melibatkan kerja sama dengan PT Wira Widiatama sebagai konsultan perencanaan dan manajemen konstruksi, serta PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (Wikon) sebagai kontraktor pelaksana.

“Total panjang jalan yang kami bangun sebenarnya ada 6 kilometer,” terang Alvensus. Proyek ini tidak hanya mencakup Overpass Merah Putih, tetapi juga dua jembatan lain, yakni Jembatan Amandit dan Jembatan Irigasi. Seluruh proyek pembangunan jalan sepanjang 6 kilometer dan ketiga jembatan ini rampung dalam satu tahun, dimulai dari tahun 2024 dan selesai pada Januari 2025.

Jalur baru ini melintasi dua kecamatan, yaitu Sungai Raya dan Padang Batung, serta melewati empat desa: Malutu, Jelatang, Durian Rabung, dan Batu Bini.

Menjaga Aspek Lingkungan

PT AGM sangat memperhatikan masukan dan pertimbangan teknis dari BPJN Kalsel dalam perencanaan dan pembangunan. Ini mencakup desain hingga penggunaan sungkup pada jembatan untuk mencegah kontaminasi atau jatuhan material ke bawah.

Detail Engineering Design (DED) Overpass Merah Putih merupakan hasil kolaborasi erat dengan BPJN. Selain melintasi jalan nasional, proyek ini juga melintasi sungai tumpahan. Seluruh DED, baik untuk Irigasi, Amandit, maupun Overpass, diawasi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.

Alvensus menjelaskan, desain Overpass telah ditinjau oleh BWS Kalimantan III dengan penekanan pada prinsip tidak boleh mengurangi debit sungai. “Oleh karena itu, fondasi jembatan didesain tanpa berada di badan sungai. PT AGM juga membangun bronjong sekitar 3.500 meter kubik untuk mencegah erosi di sepanjang sungai yang dilintasi jembatan,” kata Alvensus.

Desain Ikonik dan Fungsi Rest Area Rekreasi

Salah satu daya tarik Overpass Merah Putih AGM adalah desain gerbang jembatan. Mengambil inspirasi dari Burung Enggang, sebuah konsep yang yang menonjolkan estetika.

“Harapannya, ini akan menjadi ikonik di area setempat dan membuat lingkungan sekitar menjadi lebih indah,” ujar Alvensus. Ke depannya, area ini diharapkan menjadi rest area dan tempat singgah bagi pengunjung yang ingin menuju Loksado.

“Untuk estetikanya, kami juga membangun menara dan gapura di pintu masuk jembatan,” tambah Alvensus. Elemen arsitektur ini diharapkan dapat menarik perhatian dan menjadi daya tarik bagi area sekitar, terutama karena jalur ini juga menjadi penghubung menuju destinasi wisata Loksado.

Lebih dari Sekadar Penghubung

PT AGM sangat berkomitmen untuk berkoordinasi erat dengan pihak-pihak terkait selama proses pembangunan, guna memastikan infrastruktur ini tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Kami berharap jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung dan pendukung operasional, tetapi juga tidak mengganggu masyarakat yang melintas,” tegas Alvensus.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

IJTI Dukung Revisi UU Hak Cipta, Desak Karya Jurnalistik Dilindungi dan Dapat Royalti dari Platform Digital

14 Juni 2026 - 19:25 WIB

Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

14 Juni 2026 - 14:02 WIB

Hingga Kloter Terakhir, Kemenhaj Pastikan Layanan Kepulangan Jemaah Haji Berjalan Aman

14 Juni 2026 - 11:03 WIB

Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat, Menkomdigi Dorong Masyarakat Lawan Kejahatan Digital

14 Juni 2026 - 10:59 WIB

Meriahkan Piala Dunia 2026, Kemkomdigi Tambah 200 Titik Nobar hingga Daerah

14 Juni 2026 - 10:52 WIB

Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok & Distribusi Pertalite Nasional Aman

13 Juni 2026 - 18:08 WIB

Trending di EKOBIS