Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

HEADLINE · 16 Jul 2025 19:09 WIB

Overpass Merah Putih AGM Diresmikan: Penghubung Vital Tambang, Desain Ekonik


 Jembatan Overpass Merah Putih AGM di Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten HSS, Kalsel diresmikan, Rabu (16/7/2025). foto-Hendra Perbesar

Jembatan Overpass Merah Putih AGM di Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten HSS, Kalsel diresmikan, Rabu (16/7/2025). foto-Hendra

Riceknews.Id – Jembatan Overpass Merah Putih AGM yang membentang di atas jalan nasional Kandangan-Batulicin, di Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, kini diresmikan pada Rabu (16/7/2025).

Peresmian dilakukan oleh Komisaris Utama PT AGM, Jenderal Polisi (Purn) Badrodin Haiti. Ia didampingi sejumlah tokoh penting, termasuk Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Bupati HSS Syafrudin Noor beserta wakilnya, Ketua DPRD HSS Akhmad Fahmi, Kapolres HSS AKBP Muhammad Yakin Rusdi, tokoh ulama, tokoh masyarakat setempat, serta jajaran direksi PT AGM.

Selain peresmian, dalam kesempatan tersebut PT AGM juga menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat, mulai dari alat mesin pertanian, beasiswa kuliah ke luar negeri, perlengkapan sekolah anak, hingga paket bahan pokok.

Site Manager PT AGM, Alvensus Sihotang, menjelaskan bahwa pembangunan Overpass Merah Putih AGM merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk memulai penambangan di HSS, khususnya di Kecamatan Padang Batung.

“Jembatan ini menjadi penghubung vital antara area operasi PT AGM yang sudah berjalan di Sungai Raya, Blok 3, dengan area penambangan baru,” ujar Alvensus.

Detail Teknis dan Kolaborasi Pembangunan

Peresmian Overpass Merah Putih AGM, Rabu (16/7/2025). Foto-Hendra

Alvensus merinci, Overpass Merah Putih memiliki panjang 50 meter dan lebar 6 meter. Pembangunannya melibatkan kerja sama dengan PT Wira Widiatama sebagai konsultan perencanaan dan manajemen konstruksi, serta PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (Wikon) sebagai kontraktor pelaksana.

“Total panjang jalan yang kami bangun sebenarnya ada 6 kilometer,” terang Alvensus. Proyek ini tidak hanya mencakup Overpass Merah Putih, tetapi juga dua jembatan lain, yakni Jembatan Amandit dan Jembatan Irigasi. Seluruh proyek pembangunan jalan sepanjang 6 kilometer dan ketiga jembatan ini rampung dalam satu tahun, dimulai dari tahun 2024 dan selesai pada Januari 2025.

Jalur baru ini melintasi dua kecamatan, yaitu Sungai Raya dan Padang Batung, serta melewati empat desa: Malutu, Jelatang, Durian Rabung, dan Batu Bini.

Menjaga Aspek Lingkungan

PT AGM sangat memperhatikan masukan dan pertimbangan teknis dari BPJN Kalsel dalam perencanaan dan pembangunan. Ini mencakup desain hingga penggunaan sungkup pada jembatan untuk mencegah kontaminasi atau jatuhan material ke bawah.

Detail Engineering Design (DED) Overpass Merah Putih merupakan hasil kolaborasi erat dengan BPJN. Selain melintasi jalan nasional, proyek ini juga melintasi sungai tumpahan. Seluruh DED, baik untuk Irigasi, Amandit, maupun Overpass, diawasi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.

Alvensus menjelaskan, desain Overpass telah ditinjau oleh BWS Kalimantan III dengan penekanan pada prinsip tidak boleh mengurangi debit sungai. “Oleh karena itu, fondasi jembatan didesain tanpa berada di badan sungai. PT AGM juga membangun bronjong sekitar 3.500 meter kubik untuk mencegah erosi di sepanjang sungai yang dilintasi jembatan,” kata Alvensus.

Desain Ikonik dan Fungsi Rest Area Rekreasi

Salah satu daya tarik Overpass Merah Putih AGM adalah desain gerbang jembatan. Mengambil inspirasi dari Burung Enggang, sebuah konsep yang yang menonjolkan estetika.

“Harapannya, ini akan menjadi ikonik di area setempat dan membuat lingkungan sekitar menjadi lebih indah,” ujar Alvensus. Ke depannya, area ini diharapkan menjadi rest area dan tempat singgah bagi pengunjung yang ingin menuju Loksado.

“Untuk estetikanya, kami juga membangun menara dan gapura di pintu masuk jembatan,” tambah Alvensus. Elemen arsitektur ini diharapkan dapat menarik perhatian dan menjadi daya tarik bagi area sekitar, terutama karena jalur ini juga menjadi penghubung menuju destinasi wisata Loksado.

Lebih dari Sekadar Penghubung

PT AGM sangat berkomitmen untuk berkoordinasi erat dengan pihak-pihak terkait selama proses pembangunan, guna memastikan infrastruktur ini tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Kami berharap jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung dan pendukung operasional, tetapi juga tidak mengganggu masyarakat yang melintas,” tegas Alvensus.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Hujan Deras & Angin Kencang Tumbangkan Pohon Trembesi di Sungai Ulin, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

6 November 2026 - 18:56 WIB

Perkuat Keselamatan Penerbangan, Kemenhub Gelar Pelatihan Pengelolaan Risiko Satwa Liar se-Asia Tenggara

4 November 2026 - 12:46 WIB

Satgas Pangan Polri Ungkap Produksi 525 Ton Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label

3 November 2026 - 19:30 WIB

Presiden Prabowo Bahas Langkah Strategis Penguatan Ketahanan Energi Nasional

3 November 2026 - 19:27 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Stabilitas Ekonomi hingga Efisiensi APBN

3 November 2026 - 19:25 WIB

Menko Perekonomian Pastikan Fundamental Ekonomi Indonesia Terjaga & Masih Kuat

3 November 2026 - 19:23 WIB

Trending di EKOBIS