Ricek.ID- Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla ditunjukkan organisasi pecinta lingkungan di Kalimantan Selatan.
Masyarakat Penjaga Alam Indonesia (MPAI) Masyarakat Sadar Lingkungan atau My Darling membagikan masker secara gratis kepada pengendara yang melintas di Jalan Poros A Yani, jalur Pelaihari–Banjarmasin, tepatnya di wilayah Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (15/8/2026).
Aksi sosial tersebut berlangsung kurang lebih satu jam. Masker dibagikan kepada pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas di kawasan.
Kegiatan ini dilakukan seiring kondisi jalan yang mulai diselimuti asap akibat karhutla. Dalam kegiatan tersebut, MPAI My Darling turut mendapat dukungan dari sejumlah komunitas dan unsur masyarakat, di antaranya Forsa, Fahmi Ummi Tanah Laut, Emergency ERGR, Pemerintah Desa Pulasari, Pemerintah Desa Gunung Raja, Karang Taruna Kecamatan Bumi Makmur, serta jajaran pengurus dan anggota Karang Taruna Kabupaten Tanah Laut.
Pantauan di lokasi, para pengendara tampak antusias menerima masker yang dibagikan. Sejumlah pengendara bahkan langsung mengenakan masker setelah mendapatkannya.
Salah seorang pengendara, Dewi (30), warga Banjarmasin, mengaku terbantu dengan pembagian masker tersebut. Menurutnya, kondisi asap yang menyelimuti jalan dapat mengganggu kenyamanan dan berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan.
Ketua MPAI My Darling, Muhammad Khaidir, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk respons terhadap kondisi kabut asap yang mulai dirasakan pengguna jalan di jalur Pelaihari–Banjarmasin.
“Ini bentuk responsif kami melihat kondisi karhutla yang mulai menimbulkan asap dan menyelimuti jalan raya, sehingga membagikan masker sangat berarti untuk setidaknya mengurangi risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat yang melintas,” ujar Khaidir.
Dalam aksi tersebut, sekitar 1.500 lembar masker dibagikan kepada pengguna jalan. Masker tersebut disediakan secara mandiri oleh MPAI My Darling sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap.
Khaidir menyebut, kegiatan serupa tidak menutup kemungkinan kembali dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan kondisi asap dan situasi di lapangan.
Pembagian masker ini menjadi salah satu bentuk kepedulian masyarakat sipil terhadap dampak karhutla, khususnya bagi pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur Pelaihari–Banjarmasin.
Kondisi kabut asap juga perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan sederhana saat beraktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara terganggu asap.
Di tengah kepulan asap yang mulai mengurangi jarak pandang dan kenyamanan berkendara, kepedulian masyarakat melalui pembagian masker setidaknya membantu pengguna jalan tetap terlindungi selama melintasi jalur tersebut.













