Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

EKOBIS · 7 Jun 2026 08:42 WIB

Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah & Fiskal untuk Jaga Kepercayaan Pasar


 Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah & Fiskal untuk Jaga Kepercayaan Pasar Perbesar

Ricek.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali tegaskan fundamental ekonomi Indonesia dalam kondisi yang sangat baik dan kokoh.

Hal ini disampaikan Menkeu usai pertemuan tertutup bersama jajaran pimpinan DPR RI dan Bank Indonesia (BI) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan pada Sabtu (6/6/2026).

Pertemuan strategis itu dihadiri oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Di tengah dinamika nilai tukar yang fluktuatif, Menkeu memastikan kondisi fiskal negara tetap terjaga berkat pengelolaan APBN yang pruden.

“Dari pertemuan APBN Kita kemarin sudah kelihatan fundamental ekonomi kita baik, fiskal juga dalam keadaan baik, amat baik malah kalau kita lihat dari acuan-acuan yang ada,” ujar Purbaya optimis.

Menkeu meyakinkan, pemerintah tetap berkomitmen mengarahkan instrumen fiskal guna memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan agar berjalan semakin cepat.

Untuk menghadapi pelemahan nilai tukar, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi. Sinergi yang solid antara kebijakan moneter (BI) dan kebijakan fiskal (Kemenkeu) diyakini akan menjadi kunci utama dalam memulihkan kepercayaan pasar.

“Dalam perjalanannya tentu kita akan meningkatkan juga koordinasi dengan bank sentral supaya kebijakan semakin sinkron, supaya dampak kebijakan antara moneter dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian. Tentunya kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke rupiah,” harap Purbaya.

Menkeu optimis stabilisasi rupiah dapat langsung meredam gejolak harga barang pokok di pasar.

“Dengan nanti kebijakan yang bagus, itu kita akan melihat rupiah yang lebih stabil, sehingga para pedagang tahu, tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik dan tidak terbebani lagi, tidak mengalami keadaan beban hidup yang terlalu signifikan. Jadi sinkronisasi kebijakan ini amat baik sekali untuk ekonomi kita di level makro maupun di level mikro ke depannya,” tutupnya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Indonesia Open 2026, Menpora Saksikan Perjuangan Jonatan Christie Menuju Final

7 Juni 2026 - 08:27 WIB

Dua Personel Perdamaian RI yang Gugur Dianugerahi Medali Dag Hammarskjold

7 Juni 2026 - 08:17 WIB

Penjualan Jersey di Martapura Meningkat Jelang Piala Dunia 2026

6 Juni 2026 - 17:12 WIB

Ukir Hasil Positif di Ajang FIFA Matchday, Indonesia Menang Telak 3-0 Atas Oman

6 Juni 2026 - 09:55 WIB

Di Bawah Orkestrasi Presiden, Purbaya Sebut Ekonomi Solid & Kebijakan Fiskal Terukur

6 Juni 2026 - 09:37 WIB

Sebut Penerimaan Pajak Terus Tumbuh, Menkeu Pastikan Ada Penguatan Aktivitas Ekonomi Nasional

6 Juni 2026 - 09:27 WIB

Trending di EKOBIS