Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

EKOBIS · 7 Jun 2026 08:42 WIB

Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah & Fiskal untuk Jaga Kepercayaan Pasar


 Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah & Fiskal untuk Jaga Kepercayaan Pasar Perbesar

Ricek.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali tegaskan fundamental ekonomi Indonesia dalam kondisi yang sangat baik dan kokoh.

Hal ini disampaikan Menkeu usai pertemuan tertutup bersama jajaran pimpinan DPR RI dan Bank Indonesia (BI) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan pada Sabtu (6/6/2026).

Pertemuan strategis itu dihadiri oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Di tengah dinamika nilai tukar yang fluktuatif, Menkeu memastikan kondisi fiskal negara tetap terjaga berkat pengelolaan APBN yang pruden.

“Dari pertemuan APBN Kita kemarin sudah kelihatan fundamental ekonomi kita baik, fiskal juga dalam keadaan baik, amat baik malah kalau kita lihat dari acuan-acuan yang ada,” ujar Purbaya optimis.

Menkeu meyakinkan, pemerintah tetap berkomitmen mengarahkan instrumen fiskal guna memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan agar berjalan semakin cepat.

Untuk menghadapi pelemahan nilai tukar, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi. Sinergi yang solid antara kebijakan moneter (BI) dan kebijakan fiskal (Kemenkeu) diyakini akan menjadi kunci utama dalam memulihkan kepercayaan pasar.

“Dalam perjalanannya tentu kita akan meningkatkan juga koordinasi dengan bank sentral supaya kebijakan semakin sinkron, supaya dampak kebijakan antara moneter dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian. Tentunya kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke rupiah,” harap Purbaya.

Menkeu optimis stabilisasi rupiah dapat langsung meredam gejolak harga barang pokok di pasar.

“Dengan nanti kebijakan yang bagus, itu kita akan melihat rupiah yang lebih stabil, sehingga para pedagang tahu, tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik dan tidak terbebani lagi, tidak mengalami keadaan beban hidup yang terlalu signifikan. Jadi sinkronisasi kebijakan ini amat baik sekali untuk ekonomi kita di level makro maupun di level mikro ke depannya,” tutupnya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tim Gabungan Polri, BNN & Bea Cukai Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh

25 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Polisi Selamatkan Induk & Anak Orang Utan Terdampak Karhutla di Kalimantan Tengah

25 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Menko Pangan Lepas Ekspor Perdana 40 Ton Terasi UMKM Asahan ke Thailand

25 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Insiden Pesawat Asian One di Papua Tengah, Kemenhub Pastikan Seluruh Penumpang & Awak Pesawat Selamat

24 Oktober 2026 - 19:50 WIB

BMKG Sebut Kondisi Relatif Kering masih Berpotensi Terjadi hingga 2 November 2026

24 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Menpora Dampingi Atlet, Indonesia Lampaui Target dengan 10 Emas Asian Para Games 2026

24 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Trending di NASIONAL