Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menjadi salah satu daerah pelopor dalam pelaksanaan program Komponen Cadangan (Komcad) yang menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahan daerah. Program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung sistem pertahanan negara.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, pada Upacara Penetapan dan Penyumpahan Komcad Reguler Matra Darat Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Lambung Mangkurat Rindam XXII/TB Banjarbaru pada Kamis (29/10/2026).
Freddy menyebutkan, pendidikan dasar militer bagi ASN Pemprov Kalsel dijadwalkan mulai dilaksanakan pada awal November 2026. Menurutnya, keterlibatan Pemprov Kalsel menjadi langkah penting dalam pengembangan program pembentukan Komcad dari unsur ASN pemerintah daerah.
“Pemprov Kalimantan Selatan ini salah satu yang terdepan, pionir, atau salah satu proyek percontohan terkait pembentukan Komcad ASN di pemerintahan provinsi. Hal ini juga sudah menjadi arah kebijakan Menteri Dalam Negeri, Bapak Tito Karnavian,” ujarnya.
Freddy menjelaskan, program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dengan menyasar ASN di lingkungan pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran masing-masing daerah sehingga proses pembentukan Komcad dapat berjalan secara berkelanjutan.

Freddy menyampaikan, kebijakan tersebut diarahkan agar ASN di lingkungan pemerintah daerah memiliki kesempatan mengikuti pendidikan dasar militer dan menjadi bagian dari Komcad sesuai ketentuan yang berlaku.
“Secara bertahap, ASN di 552 pemerintahan daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, akan mengikuti pendidikan dasar militer atau menjadi Komcad. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kekuatan anggaran daerah masing-masing,” jelasnya.
Lebih lanjut, Freddy mengungkapkan bahwa peserta Komcad berasal dari latar belakang yang beragam, baik dari sisi pekerjaan maupun tingkat pendidikan. Dari peserta yang mengikuti program tersebut, sekitar 400 orang telah bekerja, sementara sisanya belum bekerja.
Dalam penentuan golongan kepangkatan pada pendidikan Komcad, latar belakang pendidikan menjadi salah satu aspek yang diperhatikan. Secara umum, lulusan perguruan tinggi dengan jenjang sarjana (S1) dapat masuk dalam kategori perwira, lulusan sekolah menengah atas (SMA) dalam kategori bintara, dan lulusan sekolah menengah pertama (SMP) dalam kategori tamtama, sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan pendidikan dasar militer bagi ASN Pemprov Kalsel diharapkan menjadi langkah strategis untuk membangun kedisiplinan, karakter, serta kesiapan bela negara di kalangan aparatur pemerintahan. Melalui program ini, ASN tidak hanya menjalankan tugas pelayanan publik, tetapi juga memperoleh kesempatan berkontribusi dalam mendukung pertahanan negara sebagai bagian dari Komponen Cadangan.
Keikutsertaan Pemprov Kalsel dalam program tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan sistem pertahanan negara melalui keterlibatan unsur masyarakat dan aparatur pemerintahan secara terencana dan bertahap.
Sumber : MC Kalsel














