Menu ✖

Mode Gelap
Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru

ADVERTORIAL · 21 Okt 2026 20:25 WIB

Pemprov Kalsel Tekan Inflasi & Harga Sembako Melalui Gerakan Pangan Murah Serentak


 Pemprov Kalsel Tekan Inflasi & Harga Sembako Melalui Gerakan Pangan Murah Serentak Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) perkuat upaya pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026.

Kegiatan yang menghadirkan berbagai kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau ini digelar di halaman Polresta Banjarmasin pada Rabu (21/10/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kota Banjarmasin dan Polresta Banjarmasin.

Gerakan serupa juga dilaksanakan secara serentak di 13 kabupaten/kota se-Kalsel untuk memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau. Kegiatan ini juga serentak se-Indonesia.

Kepala DPKP Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, mengatakan GPM merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat dan Gubernur Kalsel untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kita ingin membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Apalagi ketika harga barang mengalami kenaikan, pemerintah harus hadir untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Syamsir menjelaskan, GPM di Banjarmasin berlangsung selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis 22 Oktober 2026. Berbagai komoditas disediakan, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur, bawang merah, bawang putih, hingga daging ayam. Kegiatan ini juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendukung pemasaran produk lokal.

Berbagai komoditas dijual dengan harga khusus melalui potongan harga. Salah satunya paket beras dan gula yang disediakan Pemerintah Kota Banjarmasin seharga Rp42.000. Sementara itu, daging ayam yang semula dijual Rp45.000 mendapat potongan hingga Rp35.000, bahkan dapat dibeli seharga Rp30.000 sesuai penawaran yang diberikan kepada masyarakat.

“Diskon yang diberikan cukup besar. Ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Syamsir.

Untuk komoditas beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), DPKP Kalsel menyiapkan satu ton pada hari pertama. Apabila persediaan habis, tambahan pasokan akan didatangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada hari kedua, persediaan direncanakan meningkat menjadi dua ton.

Beras SPHP yang normalnya dijual Rp59.000 per kemasan lima kilogram ditawarkan dengan harga khusus Rp50.000.

“Pembelian dibatasi satu kemasan per orang agar distribusi lebih merata dan tidak terjadi pembelian dalam jumlah besar oleh segelintir konsumen,” ungkapnya.

Menurut Syamsir, kolaborasi dengan jajaran kepolisian turut memperkuat pelaksanaan GPM, baik dari sisi penyediaan lokasi maupun kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

“Antusiasme warga yang terus mengantre juga menjadi perhatian panitia untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan pasokan,” ucapnya.

Selain menyediakan bahan pangan murah, Pemprov Kalsel turut membagikan hampir 200 bibit cabai kepada masyarakat. Langkah ini diarahkan untuk mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga sekaligus membantu mengurangi ketergantungan terhadap pembelian cabai di pasar.

Syamsir menuturkan, cabai menjadi salah satu komoditas yang kerap memengaruhi pergerakan inflasi. Karena itu, masyarakat didorong menanam cabai sendiri menggunakan pot atau memanfaatkan lahan pekarangan yang tersedia.

“Harapannya, masyarakat bisa menanam cabai di rumah masing-masing sehingga dapat memenuhi sebagian kebutuhannya sendiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan pasar,” jelasnya.

Ia mengapresiasi dukungan Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, Pemerintah Kota Banjarmasin, serta jajaran Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Gerakan Pangan Murah di Kotabaru, Minyak Goreng 2 Liter Dijual Rp30 Ribu

22 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Raih 83 Medali di Pesonas II 2026, SOIna Kalsel Naik ke Empat Besar Nasional

21 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Optimalisasi Pajak Daerah, Dukcapil Kalsel & Bapenda Perkuat Sinergi Pemanfaatan Data Kependudukan

21 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Drone Bantu Petakan Tiga Titik Api Karhutla di Blok Merah Banjarbaru

21 Oktober 2026 - 20:34 WIB

ESDM Kalsel Kejar Target Pemadaman Karhutla Blok Merah dalam Sepekan

21 Oktober 2026 - 20:29 WIB

DPPPA-KB Kalsel Kembangkan Materi Edukasi KB Berbasis Kearifan Budaya Lokal

21 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Trending di ADVERTORIAL