Menu ✖

Mode Gelap
Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan

EKOBIS · 11 Sep 2026 21:43 WIB

Pertamina Patra Niaga Minta Masyarakat Awasi Penyaluran BBM Bersubsidi


 Pertamina Patra Niaga Minta Masyarakat Awasi Penyaluran BBM Bersubsidi Perbesar

Ricek.ID – Untuk mencegah praktik penimbunan dan penjualan kembali dengan harga mahal di tengah kemarau ekstrem akibat El Nino, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif mengawasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar.

Imbauan tersebut Robert, melalui keterangan resmi, menyusul gangguan distribusi energi di wilayah Kalimantan yang dipicu penyusutan drastis debit air Sungai Kapuas di Kalimantan Barat pada Kamis (10/9/2026).

Keringnya jalur transportasi sungai utama tersebut memaksa Pertamina dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalihkan moda pengiriman dari kapal ke jalur darat menggunakan mobil tangki.

Robert menegaskan, Pertamina sangat menyayangkan tindakan oknum yang memanfaatkan situasi force majeure atau keadaan memaksa untuk keuntungan pribadi melalui pembelian berulang di SPBU.

“Harapannya, kita sama-sama mengawasi. Menggunakan BBM secara bijak, hemat,” ujar Roberth.

Untuk menjaga ketersediaan stok, Pertamina Patra Niaga mengeksekusi contingency plan atau rencanan darurat agar pasokan BBM ke masyarakat tetap terjaga.

“Kami harus melakukan yang namanya contingency plan. Yang sebelumnya disalurkan melalui kapal, maka harus disalurkan melalui mobil tangki,” kata Roberth.

Pihak Pertamina Patra Niaga amat menyayangkan, di tengah ancaman iklim akibat El Nino, tapi kemudian ada pihak-pihak yang justru memanfaatkan situasi dari situasi energi ini.

Kementerian ESDM membenarkan bahwa surutnya air sungai menjadi kendala utama kapal distribusi energi di Kalimantan.

Sedangkan, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, mengatakan mitigasi telah dilakukan dengan memperbanyak armada truk pengangkut BBM, meski ia mengakui kapasitas angkut jalur darat tidak sebesar angkutan sungai.

Laode Sulaeman menyatakan, volume angkut truk pengiriman BBM itu tidak sebesar angkutan sungai.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Konsolidasi Nasional K-Gibran di Solo, Delegasi Kalsel Hadir dengan 14 Pengurus

31 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Riset Jadi Solusi Nyata, Presiden Ingin Karhutla Diatasi, Limbah Sawit Jadi Energi, Vaksin Malaria Dipercepat

27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Menko Hilirisasi Sebut Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura tidak Melanggar Kontrak

27 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Pengangguran Turun ke 4,65 Persen, Pasar Kerja Indonesia Tunjukkan Tren Positif

27 Oktober 2026 - 21:21 WIB

Tangani Kejahatan Digital, Kemkomdigi Perkuat Sinergi dengan Polri

27 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Bea Cukai Amankan 25,88 Kilogram Emas Senilai Rp61,95 Miliar

27 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Trending di HUKUM