Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

DAERAH · 4 Mar 2026 16:07 WIB

Perumda Pasar Bauntung Batuah Sebut Pasar PPS Martapura Merupakan Percontohan


 Suasana pasar Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) Martapura yang sudah ramai. foto: Haris Perbesar

Suasana pasar Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) Martapura yang sudah ramai. foto: Haris

Martapura, Ricek.ID – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Bauntung Batuah menyebut Pasar Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) Martapura merupakan pasar percontohan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar, Rusdiansyah melalui Sekretaris, Gusti Andriansyah mengatakan, pasar PPS Martapura akan ditata secara bertahap.

“Biar (pedagang) tidak balik ke depan lagi. Sesuai apa yang jar pak dirut, pasar PPS Martapura itu adalah pasar percontohan,” kata Andri, Rabu (4/3/2026).

Andri menambahkan, terkait jalan rusak dan becek di pasar PPS Martapura, mereka telah mengirimkan surat proposal kepada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar.

“Kami sudah menyurati mereka (PUPRP Banjar). Semoga pekerjaan di pasar PPS Martapura bisa terlaksana secepatnya tanpa kendala,” lanjutnya.

Selain jalan rusak dan becek di pasar PPS Martapura. Drainase dan sanitasi limbah menjadi sorotan.

“Kan jalan itu jadi prioritas utama bagi pedagang. Kalau drainase dan sanitasi limbah kami belum menyurati dinas terkait. Tapi untuk penerangan jalan umum (PJU) sudah kami surati ke dinas lingkungan hidup,” tutupnya.

Senada, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPRP Banjar, Andri Yunan Pratama mengatakan, memang Perumda Pasar belum melakukan komunikasi kepada pihak mereka terkait drainase di pasar PPS Martapura.

“Karena sebelumnya ada pedagang memang mengusulkan untuk melebarkan drainase. Tapi kami tidak bisa bekerja karena tidak berwenang. Kecuali ada komunikasi atau surat proposal dari Perumda Pasar. Sampai sekarang belum ada surat yang kami terima,” ujar Andri.

Andri menambahkan, sebenarnya para pedagang di sana terkadang membuang limbah ke saluran drainase.

“Padahal limbah itu sudah jadi Black Water. Dampak paling terasa itu keluar aroma tidak sedap karena drainase tersumbat. Drainase itu cuman penyalur air limpasan aja,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Angkat Semangat Pengabdian Guru, Tari Srikandi PGRI Antar Balangan Raih Juara 1

8 November 2026 - 11:00 WIB

Integrasikan Pertanian & Peternakan dalam Pendidikan, STTAM Nias Barat Siapkan Mahasiswa Jadi Lulusan Mandiri

7 November 2026 - 11:56 WIB

Gaspol Tangani Dampak Karhutla, Dinkes Banjarbaru Perkuat Posko hingga Fasilitas Medis

6 November 2026 - 17:54 WIB

Pemko Banjarbaru Lantik Pengurus Dewan Kesenian, Siap Jadi Ujung Tombak Pelestarian Budaya

6 November 2026 - 17:51 WIB

Apresiasi Relawan Karhutla, Wali Kota Banjarbaru Salurkan Bantuan Presiden Rp15 Miliar

6 November 2026 - 17:49 WIB

Empat Kelurahan di Banjarbaru Terima Rp200 Juta, Infrastruktur Jadi Prioritas

6 November 2026 - 07:24 WIB

Trending di ADVERTORIAL