Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

KALBAR · 3 Mar 2026 16:57 WIB

Plafon Kelas VI SDN 08 Sungai Pinyuh Ambruk, Kondisi Bangunan Diduga Lama Tak Tersentuh Perbaikan


 Kepala Sekolah SDN 08 Sungai Pinyuh, Dini saat menunjukan plafon ruang kelas VI yang ambruk pada Senin, 2 Maret 2026. (Radarkalbar.com) Perbesar

Kepala Sekolah SDN 08 Sungai Pinyuh, Dini saat menunjukan plafon ruang kelas VI yang ambruk pada Senin, 2 Maret 2026. (Radarkalbar.com)

Mempawah, Ricek.ID – Plafon ruang kelas VI SDN 08 Sungai Pinyuh ambruk pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Peristiwa yang terjadi usai waktu Maghrib itu mengejutkan warga Desa Sungai Batang setelah terdengar dentuman keras dari area sekolah.

Insiden tersebut kembali menyoroti kondisi fisik bangunan sekolah yang diduga telah lama tidak mendapatkan perbaikan, meski disebut-sebut mengalami kerusakan cukup parah.

Salah seorang saksi mata, Budin, mengaku mendengar suara benda jatuh dengan keras sebelum mengetahui sumbernya berasal dari ruang kelas. Beruntung, peristiwa tersebut terjadi di luar jam belajar sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

“Setelah shalat, saya dengar suara jatuh yang sangat keras. Saat dicek, plafon kelas enam yang bersebelahan dengan ruang guru sudah roboh total,” ungkapnya.

Kepala SDN 08 Sungai Pinyuh, Dini, yang meninjau langsung lokasi kejadian, menyatakan insiden tersebut sebenarnya sudah diperkirakan mengingat kondisi bangunan yang semakin rapuh dimakan usia dan rayap.

Ia mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mempawah dengan melampirkan proposal serta dokumentasi kerusakan. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Saya sudah kirim proposal dan foto-foto kerusakan ke dinas, tapi sampai sekarang belum ada kabar baik. Sekarang bisa dilihat sendiri, kayu-kayunya sudah lapuk dan dikerubuti rayap,” ujar Dini dengan nada sedih.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

31 Mei 2026 - 16:06 WIB

Pertamina Patra Niaga Kalimantan Raih Penghargaan Internasional Lewat Program Pemberdayaan Masyarakat

28 Mei 2026 - 11:12 WIB

Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Jaga Kesehatan Selama Wukuf di Arafah

25 Mei 2026 - 19:09 WIB

Sembilan WNI yang Dibebaskan Israel Akhirnya Tiba di Tanah Air

25 Mei 2026 - 17:50 WIB

Jemaah Haji Akan Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Pastikan Layanan Siap

24 Mei 2026 - 21:16 WIB

Selama Sepekan, Masih Ada Potensi Hujan Selama Peralihan Musim

24 Mei 2026 - 21:11 WIB

Trending di LINGKUNGAN