Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

PERISTIWA · 2 Apr 2026 18:35 WIB

Polisi Tegaskan Isu Penggerebekan di Kotabaru Berlebihan


 Polisi Tegaskan Isu Penggerebekan di Kotabaru Berlebihan Perbesar

Kotabaru, Ricek.ID – Kabar dugaan penggerebekan pesta sesama jenis di Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, yang beredar luas di media sosial, dipastikan tidak sepenuhnya sesuai fakta. Kepolisian menyebut narasi yang berkembang di tengah masyarakat cenderung berlebihan.

Kapolres Kotabaru melalui Kasatreskrim AKP Shoqif Fabrian membenarkan adanya penanganan atas laporan warga terkait kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah di Desa Sungai Taib pada Sabtu malam, 28 Maret 2026.

Menurut Shoqif, petugas piket dari Satuan Samapta Polres Kotabaru mendatangi lokasi setelah menerima aduan masyarakat melalui layanan darurat 110. Saat tiba di tempat kejadian, petugas mendapati tiga orang laki-laki berada di dalam rumah, satu di antaranya sedang tidur, sementara dua lainnya berada dalam satu ruangan.

“Jika mengacu pada narasi yang beredar sebagai penggerebekan pesta, itu dinilai berlebihan,” ujar Shoqif, Rabu (1/4/2026).

Ketiganya kemudian diamankan ke Polres Kotabaru untuk dilakukan pemeriksaan selama satu kali dua puluh empat jam. Namun, dari hasil penyelidikan lebih lanjut, tidak ditemukan adanya unsur pidana maupun laporan resmi yang dapat ditindaklanjuti secara hukum.

“Ketiganya sudah dipulangkan karena tidak ditemukan pelanggaran hukum,” tegasnya.

Polisi memastikan ketiga orang tersebut telah dipulangkan. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan jika menemukan hal mencurigakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kotabaru, Sri Sulistiyani, menyatakan pihaknya turut menanggapi serius isu yang berkembang.

“Kami terus melakukan upaya preventif melalui sosialisasi kepada masyarakat, penguatan peran keluarga, serta edukasi kesehatan reproduksi bagi anak dan remaja,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga memberikan pendampingan dan layanan konseling, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta tetap menjaga ketertiban dan kondusivitas daerah,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

31 Mei 2026 - 16:06 WIB

Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Jaga Kesehatan Selama Wukuf di Arafah

25 Mei 2026 - 19:09 WIB

Sembilan WNI yang Dibebaskan Israel Akhirnya Tiba di Tanah Air

25 Mei 2026 - 17:50 WIB

Jemaah Haji Akan Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Pastikan Layanan Siap

24 Mei 2026 - 21:16 WIB

Selama Sepekan, Masih Ada Potensi Hujan Selama Peralihan Musim

24 Mei 2026 - 21:11 WIB

Militer Israel Cegat Misi Kemanusiaan Gaza, Menkomdigi Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia

19 Mei 2026 - 19:49 WIB

Trending di NASIONAL