Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

Kab. Kotabaru · 27 Mar 2026 16:36 WIB

Pra Musrenbang Digelar untuk Percepat Penurunan Stunting di Kotabaru


 Pra Musrenbang Digelar untuk Percepat Penurunan Stunting di Kotabaru Perbesar

Kotabaru, Ricek.ID – Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra-Musrenbang) Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (PPPS) tingkat kabupaten tahun 2026, Jumat (27/03/2026), di Ruang Zona Partisipasi Lantai 3 Kantor Bapperida.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting serta pedoman pelaksanaan konvergensi pemerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Pra-Musrenbang ini menjadi bagian penting bagi pemerintah daerah dalam menyelaraskan program percepatan penurunan stunting agar lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, menegaskan bahwa visi pembangunan nasional “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.

“Dalam Asta Cita keempat ditegaskan pentingnya penguatan sektor kesehatan dan gizi, termasuk percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi 14,4 persen pada 2029 dan mencapai 5 persen pada 2045.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi komitmen untuk memastikan generasi masa depan Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” ungkapnya.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia, prevalensi stunting di Kabupaten Kotabaru menunjukkan tren fluktuatif. Pada 2021 tercatat sebesar 21,8 persen, meningkat menjadi 31,6 persen pada 2022, kemudian menurun menjadi 20,1 persen pada 2023, dan kembali naik menjadi 23,2 persen pada 2024.

“Data ini menunjukkan bahwa upaya yang telah dilakukan sudah memberikan hasil, namun belum konsisten dan masih memerlukan penguatan yang lebih terarah, terintegrasi, serta berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap berbagai permasalahan dan kendala di tingkat kecamatan hingga desa dapat diidentifikasi, sehingga dapat dirumuskan solusi yang komprehensif dan dapat dilaksanakan secara bersama.

“Saya berharap melalui forum ini, kita dapat menghasilkan program prioritas yang benar-benar menyentuh akar permasalahan, berbasis data, serta dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat desa dan kecamatan,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh Wakil Bupati Kotabaru, Wakil Ketua I TP PKK Kotabaru, Kepala Bapperida Kabupaten Kotabaru, serta perwakilan camat sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung percepatan penurunan stunting di daerah.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

18 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel

16 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Pemkab Kotabaru Sosialisasikan Permen PUPR No 1 Tahun 2023, Tingkatkan Kapasitas Kelembagaan Jasa Konstruksi

15 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Gerai Ikan Murah Diserbu Warga, Dinas Perikanan Kotabaru Dorong Gemar Makan Ikan

15 Oktober 2026 - 13:10 WIB

BTS Trans Saijaan Berhenti Beroperasi, Organda dan Sopir Minta Kepastian

12 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Politeknik Kotabaru Wisuda 79 Lulusan, Siap Hadapi Dunia Kerja

12 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Trending di ADVERTORIAL