Menu

Mode Gelap
Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak ABK Jatuh di Perairan Trisakti Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Berakhir

ADVERTORIAL · 23 Okt 2024 01:05 WIB

Puluhan Pondok Pesantren Meriahkan Hari Santri di Kota Santri


 Puluhan Pondok Pesantren Meriahkan Hari Santri di Kota Santri Perbesar

Peringatan Hari Santri Nasional di RTH Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura Kabupaten Banjar, berlangsung meriah dengan diisi beragam festival yang diikuti 50 pondok pesantren di Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banjar yang berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar).

Mengusung tema “Menyambung Juang, Merengkuh Masa Depan”, peringatan hari santri di kota yang dikenal dengan sebutan kota santri ini, resmi dibuka oleh Pjs Bupati Banjar, Akhmad Fydayeen, Selasa (22/10) sore dan akan berlangsung hingga 27 Oktober 2024.

Dalam kegiatan digelar festival habsyi, musabaqah tilawatil Qur’an, musabaqah tilawatil kutub, musabaqah khattil Qur’an, kirab santri, pidato Bahasa Arab, expo ponpes dan bahtsul matsail.

Selain itu, juga terdapat stan-stan pondok pesantren yang pamerkan berbagai prestasi dan program pendidikan. Pjs Bupati Banjar Akhmad Fydayeen mengucapkan selamat Hari Santri Nasional tahun 2024, dan berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan mendukung kesuksesan pelaksanaan hari santri nasional di Kabupaten Banjar.

“Hari ini kita bersama sama merayakan semangat dan kegigihan para santri sebagai pahlawan pendidikan dan perjuangan melawan kebodohan. Semoga momentum hari santri menggugah semangat dan keberanian para santri dalam berbakti dan mengabdi demi Indonesia tercinta serta khususnya untuk Kabupaten Banjar,” harapnya.

Sementara itu ketua panitia kegiatan Ali Husein Al Idrus menerangkan tentang penetapan tanggal 22 Oktober sebagai hari santri nasional. Menurutnya, hal tersebut berdasarkan resolusi jihad yang dicetuskan oleh pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

“Resolusi jihad ini menyerukan kewajiban umat islam untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajah. Lantaran jasa dan perjuangan santri dan pesantren yang ikut terlibat dalam perjuangan di masa lalu, maka pemerintah menetapkan hari santri untuk diperingati setiap tahunnya,” jelasnya.

Di sisi lain, Kasi Kesenian Bidang Kebudayaan Disbudporapar Banjar, Ina Wangsih menjelaskan, sebagai daerah yang dijuluki Kota Serambi Mekkah dan juga Kota Santri, sudah selayaknya Peringatan Hari Santri Nasional diperingati dengan berbagai kegiatan keagamaan.

“Semoga adanya peringatan Hari Santri ini akan lebih meningkatkan peran santri dalam mengukuhkan pilar-pilar NKRI, yang sudah ditunjukkan sejak zaman sebelum kemerdekaan, zaman perjuangan perebutan kemerdekaan, hingga sekarang dalam mengisi kemerdekaan,” papar Ina Wangsih.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Rapat Koordinasi SKPD, Gubernur Kalsel Dorong Penguatan Pelayanan Digital

7 Mei 2026 - 19:35 WIB

Pastikan Jalan Di Banjarbaru Mulus, Camat & Lurah Diinstruksikan Cepat Respons Keluhan Warga

7 Mei 2026 - 19:27 WIB

Program Kawasan Peradaban Banjarmasin, Akan Jadi Permukiman Terpadu & Pusat Pendidikan Rakyat

7 Mei 2026 - 19:20 WIB

Perluas Pendidikan Anak Usia Dini, Bunda PAUD Banjarmasin Resmikan Mobil Pintar

7 Mei 2026 - 19:13 WIB

BPS Banjar Butuh 559 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Rekrutmen Segera Dibuka

7 Mei 2026 - 14:57 WIB

Pertamina Jelaskan Mekanisme Harga Avtur kepada DPD RI di Kalimantan

7 Mei 2026 - 10:31 WIB

Trending di ADVERTORIAL