Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

Pemprov Kalsel · 14 Feb 2026 11:21 WIB

Realisasi Janji Politik Gubernur, Pemprov Kalsel Kucurkan Rp500 Juta per Daerah untuk Pendidikan Kesetaraan


 Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra. foto: MC Kalsel Perbesar

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra. foto: MC Kalsel

Banjarbaru, Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan merealisasikan salah satu janji politik Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman, terkait peningkatan akses pendidikan melalui penguatan program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalsel mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta untuk setiap kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Dana tersebut diperuntukkan bagi penyelenggaraan pendidikan kesetaraan guna menjangkau masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal atau mengalami putus sekolah.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari tiga prioritas utama di bidang pendidikan yang dicanangkan pemerintah provinsi, yakni pembangunan pesantren modern, penguatan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C, serta peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Menurut Tantri, pengalokasian anggaran tersebut bertujuan menekan angka putus sekolah di berbagai daerah. Melalui dukungan pendanaan ini, anak-anak yang terkendala melanjutkan pendidikan formal diharapkan dapat kembali mengenyam pendidikan melalui jalur kesetaraan.

“Kami sudah memiliki data anak-anak yang putus sekolah. Dana ini akan disalurkan melalui BPKAD dan penggunaannya harus tepat sasaran, khusus untuk anak-anak tersebut,” ujar Tantri di Banjarbaru, Jumat (13/2/2026).

Ia menambahkan, meskipun Pemerintah Provinsi telah mengantongi data anak putus sekolah, keberhasilan program tetap memerlukan kolaborasi erat dengan Dinas Pendidikan di tingkat kabupaten/kota.

Adapun mekanisme pelaksanaan program meliputi penyaluran anggaran ke seluruh kabupaten/kota guna memperluas jangkauan layanan, pemanfaatan data spesifik anak putus sekolah dari Disdikbud Provinsi sebagai dasar penetapan sasaran, serta penargetan penurunan angka putus sekolah dan peningkatan angka partisipasi sekolah.

Keberhasilan program ini juga akan diukur melalui perbaikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada periode 2026–2027.

Tantri berharap implementasi program tersebut mampu meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat Kalimantan Selatan secara signifikan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Banua.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Penanganan Karhutla, Gubernur Kalsel Gagas Pembangunan Embung Mini di Kawasan Pengembangan Program Pangan

19 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Gubernur Kalsel Sambut Kunjungan KSAD & Kepala BNPB, Tinjau Kawasan Karhutla & Serahkan Usulan Bantuan

19 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Ketua TP PKK Kalsel Serahkan Bantuan ke Warga Terdampak Kebakaran & Kabut Asap di Barito Kuala

18 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Penutupan PKN Sekaligus Peluncuran Banua Kalsel Corporate University, Tekankan Kepemimpinan yang Inovatif

15 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Pengukuhan Kepala BPKP Kalsel, Gubernur Berharap Pendampingan Jangkau Program yang Langsung Menyentuh Masyarakat

15 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Gubernur & Forkopimda Kalsel Ajak Semua Unsur Masyarakat Gotong Royong Padamkan Kahutla

15 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Trending di ADVERTORIAL