Ricek.ID – Menyambut Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang akan jatuh pada tanggal 28 Oktober 2026 mendatang, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menyelenggarakan Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 sebagai wadah peran aktif pemuda dalam mengisi masa depan bangsa.
Hal itu disampaikan langsung Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dalam acara konferensi pers di Loby Kemenpora, Jakarta pada Selasa (13/10/1026).
“Menyambut 28 Oktober mendatang, Kemenpora tengah mempersiapkan penyelenggaraan ajang Indonesia Youth Summit 2026 yang diselenggarakan setelah Asian Para Games 2026,” ujar Erick.
Menurut Menpora, melalui kerja sama dengan seluruh pemerintah daerah, Kemenpora telah menyeleksi sekitar 160 peserta dari total 5.100 pemuda-pemudi untuk mengikuti program pemusatan (camp) bersama.
“Dalam acara IYS 2026 tersebut, para pemuda terpilih akan dilibatkan dalam diskusi interaktif, lomba debat dengan isu-isu strategis seperti ekonomi hijau, kesetaraan gender, hingga kesehatan mental, serta menghadirkan perwakilan kepemudaan dari Singapura untuk melakukan bench marking,” kata Erick.
Masih kata Menpora, bahwa dahulu kita bicara tentu kebangsaan, tetapi sekarang bagaimana ke depan kita juga harus melihat dari perspektif yang berbeda di mana bonus demografi yang kita alami hari ini.
Erick juga menekankan pentingnya peran aktif pemuda dalam mengisi masa depan ekonomi bangsa.

“Supaya kualitas kepemudaan ini dalam mengisi masa depan ekonomi kita emang benar-benar bisa menjadi sebuah kesatuan yang sangat penting,” katanya.
Tidak hanya di dalam negeri, Kemenpora juga mulai merintis langkah untuk menarik kalangan diaspora muda dan talenta berbakat yang berada di luar negeri.
“Dengan adanya wacana dwi-kewarganegaraan dari Presiden, momentum ini dinilai sangat tepat untuk merangkul para saintis, researcher, serta ahli dari berbagai bidang keilmuan. Tentu di tahun depan kita mulai coba menarik diaspora yang bisa memberikan kontribusi lebih kepada tentu capability, knowledge, dan lain-lain untuk para pemuda yang ada,” tambah Menpora.
Sementara itu Menuju 100 tahun Sumpah Pemuda tahun 2028 nanti, Menpora menegaskan komitmen pemerintah untuk menuntaskan permasalahan dualisme yang kerap melanda organisasi kepemudaan di Indonesia.
“Berdasarkan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) terbaru, pemerintah akan langsung mengunci keabsahan sebuah organisasi begitu mereka selesai melaksanakan kongres,” ujar Erick.
Menurut Menpora, langkah ini bertujuan agar roda organisasi berjalan lebih efisien. Ia menambahkan bahwa dana organisasi sebaiknya dialokasikan untuk menggerakkan program yang riil dibandingkan sekadar acara seremonial.
Selain itu, Kemenpora berkoordinasi langsung dengan Kementerian Hukum untuk memverifikasi dan mengesahkan organisasi yang telah melalui proses kongres yang sah.
Langkah tegas ini diharapkan dapat mencegah munculnya organisasi tandingan apabila ada pihak yang kalah dalam kongres.
“Supaya ini tidak ada nanti dualisme. Payung hukumnya sudah ada, tinggal bagaimana teman-teman media mendorong konsolidasi ini secara menyeluruh,” jelas Menpora.
Pemerintah juga berencana mendorong perbaikan melalui revisi Undang-Undang Kepemudaan agar ke depannya penataan organisasi kepemudaan dan batasan usia pemuda memiliki landasan yang lebih jelas.
“Kita sedang mendorong ke depan juga ada perbaikan undang-undang kepemudaan, yang di mana kita harapkan nanti di tahun 2028 kita punya seperti apa masa depan kepemudaan nasional,” pungkasnya.
Sumber : kemenpora.go.id









