Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

Kab. Kotabaru · 15 Apr 2026 06:59 WIB

Sekolah Ramah di Kotabaru Siap Dibangun, Tinggal Tunggu Anggaran Pusat


 Sekolah Ramah di Kotabaru Siap Dibangun, Tinggal Tunggu Anggaran Pusat Perbesar

Ricek.ID- Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Sosial memastikan persiapan pembangunan Sekolah Ramah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu telah mencapai 100 persen.

Proyek strategis yang bertujuan memutus mata rantai kemiskinan ini kini tinggal menunggu penentuan prioritas anggaran dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Sosial Kotabaru, Nurviza, menyampaikan seluruh tahapan telah diselesaikan, mulai dari pengajuan proposal hingga penetapan lokasi pembangunan.

“Upaya Dinas Sosial sudah maksimal, sudah 100 persen. Lokasi kita juga telah dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Saat ini kita tinggal menunggu keputusan terkait alokasi anggaran dari pusat,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menambahkan, sinyal positif mulai terlihat dengan adanya konsultan perencanaan yang telah melakukan pemetaan topologi di lokasi pembangunan.

Sekolah Ramah ini dirancang dengan konsep berasrama penuh dan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan.

Seluruh biaya operasional, mulai dari kebutuhan hidup hingga pendidikan, akan ditanggung sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

“Orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya. Bahkan akan diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan sosial,” jelasnya.

Selain pendidikan formal, Sekolah Ramah juga akan menitikberatkan pada pembentukan karakter sebagai upaya membangun generasi yang mandiri dan berdaya saing.

Pemerintah juga telah menyiapkan rencana jangka panjang bagi lulusan, termasuk peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur khusus.

“Targetnya adalah memutus rantai kemiskinan agar anak-anak ini memiliki masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Dari sisi anggaran, kebutuhan operasional per siswa diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta per tahun. Namun seluruh pembiayaan berasal dari APBN sehingga tidak membebani anggaran daerah.

“Daerah hanya menyediakan lahan. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

DPD KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Peran Pemuda

1 November 2026 - 09:19 WIB

PWI & PT Pelsart Bagikan Bantuan Tandon Air untuk Warga Terdampak Krisis Air Bersih di Kotabaru

30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Pemkab Kotabaru Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelola Perpustakaan Sekolah

29 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Berkolaborasi Bantu Warga Hadapi Krisis Air Bersih, PT PTK & PWI Kotabaru Akan Salurkan Bantuan Tandon Air

29 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Ajak Pemuda Berkontribusi bagi Masyarakat

28 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi

28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Trending di ADVERTORIAL