Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

ADVERTORIAL · 31 Jul 2026 16:56 WIB

PT Pelsart & PGRI Gelar Pelatihan, 70 Guru di Sungai Durian & Pamukan Barat Tingkatkan Kompetensi


 PT Pelsart & PGRI Gelar Pelatihan, 70 Guru di Sungai Durian & Pamukan Barat Tingkatkan Kompetensi Perbesar

KOTABARU, Ricek.ID – Sebanyak 70 guru jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari Kecamatan Sungai Durian dan Pamukan Barat mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendidik yang dilaksanakan pada 29–30 Juli 2026 di SMP Negeri 3 Sungai Durian.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara PT Pelsart Tambang Kencana (PTK) bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sungai Durian dan Pamukan Barat. Pelatihan ini juga menjadi sejarah baru sebagai kerja sama perdana antara PGRI Kabupaten Kotabaru dengan dunia usaha melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang pendidikan.

Peserta pelatihan berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SD Negeri Gendang Timburu, SD Negeri Buluh Kuning, SD Negeri Mantam Desa Batuah, SMP Negeri 1 Sungai Durian, dan SMP Negeri 1 Pamukan Barat.

Selama dua hari, para guru mendapatkan materi terkait pembelajaran inklusif, deep learning, hingga pemanfaatan media pembelajaran interaktif yang disampaikan oleh empat narasumber.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru, Akhmad Romansyah, yang hadir didampingi Ketua PGRI Kabupaten Kotabaru, Hawadis Zainubah, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas guru merupakan kebutuhan penting dalam mendukung kualitas pendidikan.

“Pelatihan seperti ini menjadi momentum penting bagi guru untuk memutakhirkan kompetensi dan mengimplementasikannya secara langsung di ruang kelas. Kami mengapresiasi PT Pelsart Tambang Kencana yang telah memfasilitasi penuh kegiatan berdampak positif ini,” ujarnya.

Akhmad Romansyah menambahkan, sesuai regulasi, setiap guru diwajibkan mengikuti pengembangan kompetensi minimal 20 jam pelajaran setiap tahunnya.

Sementara itu Ketua PGRI Kabupaten Kotabaru Hawadis Zainubah menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, termasuk keterlibatan sektor swasta.

“Materi mengenai pendidikan inklusif dan media pembelajaran interaktif sangat sesuai dengan kebutuhan guru saat ini. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah pedalaman Kotabaru,” katanya.

Salah satu narasumber, Ambar Widiyastuti, menjelaskan tantangan guru saat ini tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memahami karakter dan kebutuhan setiap peserta didik.

“Guru perlu menguasai pembelajaran inklusif agar dapat memfasilitasi setiap anak secara adil. Pendekatan deep learning dan media interaktif dinilai efektif merangsang nalar kritis serta partisipasi aktif murid,” jelasnya.

Manager CSR PT Pelsart Tambang Kencana, Septamto L. Inkiriwang, mengatakan dukungan perusahaan terhadap dunia pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia.

“Transformasi industri menuntut SDM yang adaptif, kritis, dan mahir teknologi. Fondasi tersebut dibentuk sejak dini di ruang-ruang kelas. Kami percaya kolaborasi lintas sektor ini mampu membuka akses pelatihan yang setara, khususnya bagi pendidik di wilayah sekitar operasional perusahaan,” tuturnya.

Pelatihan tersebut juga mendapat respons positif dari para peserta. Tiwi, guru SD Negeri Buluh Kuning, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru terkait penggunaan media digital dalam pembelajaran.

“Kami diajarkan pengoperasian Interactive Flat Panel (IFP) dan platform digital seperti Rumah Pendidikan serta Ruang Murid. Pemahaman tentang penanganan siswa yang mengalami hambatan belajar juga sangat membantu tugas kami sehari-hari,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Reni Febrianti, guru SMP Negeri 1 Pamukan Barat. Menurutnya, penggunaan papan interaktif digital memberikan pengalaman baru yang relevan dengan perkembangan pembelajaran modern.

“Suasana kelas menjadi lebih hidup. Kami berterima kasih kepada PGRI dan PT PTK atas kesempatan berharga ini,” pungkasnya.

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana peningkatan kompetensi, tetapi juga memperkuat kolaborasi dan berbagi praktik baik antarpendidik demi mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Kotabaru.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Pemkab Kotabaru Bersama Perwosi Resmi Tutup Perwosi Cup I 2026

31 Juli 2026 - 17:00 WIB

Percepat Perbaikan Jalan Veteran Sungai Lulut, Dinas PUPR Kalsel Rampungkan Penguatan Struktur Tanah

30 Juli 2026 - 18:35 WIB

Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan Keuangan untuk Partai Politik, Perkuat Pendidikan Politik & Demokrasi

30 Juli 2026 - 18:32 WIB

Peringati HKG PKK ke-54, Gubernur Kalsel Dorong SKPD Bersinergi dengan PKK

30 Juli 2026 - 18:29 WIB

Pemko Banjarbaru Buka Pemusatan Diklat Paskibraka Tahun 2026

30 Juli 2026 - 17:53 WIB

Pemprov Kalsel Buka Pemusatan Pendidikan & Pelatihan bagi 44 Calon Paskibraka 2026

30 Juli 2026 - 17:24 WIB

Trending di ADVERTORIAL