Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

EKOBIS · 14 Jul 2026 19:04 WIB

S&P Global Ratings Rilis Peringkat Kredit Indonesia, Bertahan di Level Investment Grade


 S&P Global Ratings Rilis Peringkat Kredit Indonesia, Bertahan di Level Investment Grade Perbesar

Ricek.ID – Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali pertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan prospek (outlook) stabil. Keputusan tersebut mencerminkan keyakinan terhadap ketahanan perekonomian Indonesia di tengah dinamika perekonomian global.

Dalam laporan yang dirilis pada Senin (13/7/2026) disebutkan, S&P menilai pelemahan sejumlah indikator ekonomi Indonesia, baik dari sisi fiskal maupun eksternal, masih bersifat sementara dan berpotensi mengalami perbaikan dalam beberapa tahun mendatang.

“S&P menyatakan bahwa peringkat kredit Indonesia untuk jangka panjang tetap berada pada level BBB dan peringkat jangka pendek pada level A-2, dengan outlook jangka panjang yang tetap stabil,” tegas S&P dalam laporan resminya.

Menurut S&P, tekanan terhadap posisi fiskal dan eksternal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain tingginya harga energi, kenaikan suku bunga global, pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya ketidakpastian kebijakan global, serta akumulasi utang.

Namun demikian, lembaga pemeringkat tersebut menilai tekanan tersebut tidak bersifat permanen dan masih dapat dikelola dengan baik.

S&P juga menilai perbaikan harga komoditas serta langkah-langkah pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal dan mengendalikan belanja negara berpotensi memperkuat kembali kondisi fiskal maupun sektor eksternal Indonesia dalam jangka menengah.

Selain itu, S&P memberikan perhatian terhadap berbagai upaya pemerintah dalam memperkuat tata kelola sektor sumber daya alam dan mineral. Langkah tersebut dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan penerimaan negara sekaligus memperkuat kinerja ekspor nasional dalam jangka panjang.

Dalam laporannya, S&P menyampaikan keyakinan bahwa upaya pemerintah untuk memusatkan pengelolaan serta mengurangi potensi kebocoran pada sektor sumber daya alam dan mineral dapat mendukung peningkatan pendapatan negara dan penerimaan ekspor, khususnya apabila implementasi kebijakan terus diperkuat.

Lebih lanjut, S&P menegaskan prospek stabil yang diberikan kepada Indonesia juga mencerminkan ekspektasi bahwa pemerintah akan tetap menjadikan batas defisit anggaran sebesar 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) sebagai jangkar kebijakan fiskal yang penting dalam menjaga kredibilitas dan keberlanjutan pengelolaan keuangan negara.

Keputusan S&P untuk mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level investment grade dengan outlook stabil menjadi indikator positif atas ketahanan ekonomi nasional serta komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal, memperkuat fundamental ekonomi, dan melanjutkan agenda reformasi struktural guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemerintah & DPR RI Sepakati Asumsi Ekonomi Makro dalam RAPBN 2027

2 September 2026 - 23:20 WIB

Sambut MTQ Nasional XXXI 2026, Jawa Tengah Siapkan Panggung hingga Ruang Penjurian

2 September 2026 - 23:18 WIB

Rapat Paripurna DPR RI, Destry Damayanti Disetujui sebagai Gubernur BI Periode 2026-2031

1 September 2026 - 21:38 WIB

Dorong Pertumbuhan 6 Persen, Pemerintah Rancang Strategi Ekonomi & Fiskal 2027

1 September 2026 - 21:36 WIB

GMKI Perluas Ekosistem Digital, Gandeng AIM ASEAN untuk Pengembangan Kader & UMKM

29 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Debit Air Riam Kanan Tak Bertambah Dalam Sebulan, Penanganan Karhutla Jadi Perhatian

25 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Trending di HEADLINE