Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

KALIMANTAN · 11 Apr 2026 10:23 WIB

Surat Terbuka ke Presiden, Aliansi Masyarakat Soroti Dugaan Dinasti Politik di Kaltim


 Surat Terbuka ke Presiden, Aliansi Masyarakat Soroti Dugaan Dinasti Politik di Kaltim Perbesar

Samarinda, Ricek.ID – Pesan berantai di media sosial berisi surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia ramai diperbincangkan publik. Surat tersebut diklaim berasal dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur dan disebut sebagai bentuk aspirasi sekaligus peringatan atas kondisi demokrasi dan etika publik di Kaltim.

Dalam isi surat, aliansi menyoroti dugaan menguatnya praktik kekuasaan yang terpusat pada satu lingkaran keluarga. Mereka menilai kondisi itu berpotensi mengarah pada praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme yang sistematis.

Aliansi juga mempertanyakan peran partai politik dalam memberikan rekomendasi kepada pasangan Rudy Mas’ud dan Seno Aji. Mereka menilai keputusan tersebut tidak mempertimbangkan aspek rekam jejak dan etika kepemimpinan, serta berpotensi memperkuat dominasi politik keluarga tertentu di Kalimantan Timur.

Selain itu, surat tersebut turut mengkritik gaya kepemimpinan sejumlah pejabat publik yang dinilai cenderung elitis dan tidak mencerminkan nilai-nilai budaya Nusantara. Perilaku yang dianggap berlebihan dinilai dapat melukai rasa keadilan masyarakat.

Sorotan juga diarahkan pada penggunaan anggaran daerah, khususnya terkait pembentukan Tim Ahli Gubernur yang disebut memiliki alokasi dana lebih dari sepuluh miliar rupiah. Aliansi meminta adanya transparansi serta kejelasan efektivitas penggunaan anggaran.

Tidak hanya itu, mereka juga menilai dominasi keluarga dalam jabatan strategis berpotensi melemahkan sistem meritokrasi dan pengawasan pemerintahan daerah.

Melalui surat tersebut, aliansi masyarakat menyampaikan sejumlah permohonan kepada Presiden, di antaranya meminta dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pemerintahan daerah, pemberian teguran kepada pejabat yang dinilai tidak mencerminkan etika publik, serta audit anggaran oleh lembaga terkait.

Dari sejumlah informasi yang beredar, Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur juga berencana menggelar aksi unjuk rasa pada 20 hingga 23 April 2026. Aksi itu disebut akan berlangsung di sejumlah titik, di antaranya Kantor Gubernur dan Gedung DPRD Kalimantan Timur.

Aliansi menegaskan, Kalimantan Timur sebagai wilayah strategis, terutama dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara, diharapkan tetap dikelola secara transparan dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Kalimantan Raih Penghargaan Internasional Lewat Program Pemberdayaan Masyarakat

28 Mei 2026 - 11:12 WIB

Pertamina Jelaskan Mekanisme Harga Avtur kepada DPD RI di Kalimantan

7 Mei 2026 - 10:31 WIB

Kotabaru Terbaik di Kalimantan, Menangi Kategori Creative Financing 2026

6 Mei 2026 - 07:45 WIB

Hadapi Perubahan Iklim, Komisi Irigasi Kalsel Fokus Percepatan Ketahanan Pangan

30 April 2026 - 20:43 WIB

Raih Apresiasi Nasional, Kadinsos Kalsel Tekankan Penguatan SDM & Sarpras Tagana

30 April 2026 - 20:08 WIB

Mahasiswa FST Univsm Ikuti TM dan Try Out Jelang ONMIPA 2026

30 April 2026 - 18:08 WIB

Trending di ADVERTORIAL