Martapura, Ricek.ID – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar menggelar kegiatan ekspose pendahuluan penelitian bertajuk pembaruan Strategi Sanitasi Kabupaten Banjar, Selasa. Kegiatan yang berlangsung di Aula Bauntung Bappedalitbang ini menjadi langkah awal dalam penyusunan strategi sanitasi daerah yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Ekspose dipimpin oleh Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Bappedalitbang Banjar, Nuri Ansyari, serta dihadiri berbagai pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini juga menjadi forum untuk menyatukan persepsi serta menghimpun masukan dalam proses penyusunan dokumen strategis tersebut.
Penelitian ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Bappedalitbang dengan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Kolaborasi tersebut bertujuan memperbarui dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) agar lebih relevan dengan kondisi terkini serta selaras dengan kebijakan pembangunan sanitasi nasional.
Kabid Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Bappedalitbang Banjar, Nuri Ansyari, menegaskan bahwa ekspose pendahuluan merupakan tahapan penting dalam memastikan arah penelitian sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Melalui kegiatan ini kita ingin menyamakan persepsi, menghimpun masukan dari berbagai pihak, serta memastikan penelitian berjalan sesuai kebutuhan daerah sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sanitasi di Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Sementara itu, peneliti dari Fakultas Teknik ULM, Rizqi Puteri Mahyudin, menjelaskan bahwa penelitian akan mengkaji berbagai aspek sanitasi di Kabupaten Banjar, mulai dari kondisi eksisting hingga kebutuhan pengembangan ke depan.
Ia menyebutkan, kajian mencakup identifikasi permasalahan, tantangan, serta potensi pengembangan sektor sanitasi, meliputi pengelolaan air limbah domestik, persampahan, hingga drainase lingkungan.
“Kami akan menggunakan metode pengumpulan data sekunder, survei lapangan, serta analisis kondisi sanitasi yang ada, kemudian merumuskan strategi, program, dan rencana aksi sanitasi yang terintegrasi,” paparnya.
Selama kegiatan berlangsung, diskusi dan sesi tanya jawab berjalan dinamis. Berbagai masukan dari peserta diharapkan dapat memperkaya penyusunan dokumen strategi agar lebih komprehensif dan aplikatif.
Kegiatan ini turut dihadiri tim peneliti Fakultas Teknik ULM, perwakilan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar, Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, PT Air Minum Intan Banjar, para camat se-Kabupaten Banjar, serta pemangku kepentingan lainnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan proses penyusunan pembaruan Strategi Sanitasi Kabupaten Banjar dapat berjalan optimal dan menjadi acuan dalam meningkatkan layanan sanitasi yang sehat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
















