Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 5 Sep 2026 20:46 WIB

Tak Semata Faktor Alam, Wamenko Pangan Dorong Penegakan Hukum Karhutla di Kalsel


 Tak Semata Faktor Alam, Wamenko Pangan Dorong Penegakan Hukum Karhutla di Kalsel Perbesar

Ricek.ID – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan pemadaman, tetapi juga harus diperkuat dengan penegakan hukum.

Hanif menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla di Poslap 1 Guntung Damar, Banjarbaru pada Jumat (4/9/2026).

Berdasarkan identifikasi jajaran Polda Kalsel, menurut Hanif, kejadian karhutla tidak seluruhnya disebabkan faktor alam. Terdapat indikasi aktivitas manusia, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja.

“Kalau dari identifikasi Polda Kalimantan Selatan, ternyata kebakaran kita benar-benar tidak karena kondisi alam. Ada upaya-upaya yang dilakukan dari sektor kesengajaan maupun tidak kesengajaan dari ulah manusia,” ujarnya.

Karena itu, proses hukum terhadap dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan karhutla harus tetap berjalan. Hanif meminta aparat penegak hukum mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Proses hukum tetap berlangsung. Pak Kapolda tidak boleh kurang tegas untuk kemudian menegakkan aturan tanpa dilengkapi dengan kepentingan-kepentingan politik,” tegasnya.

Wamenko Pangan memastikan pemerintah pusat akan terus mengawal upaya penegakan hukum bersama Polda Kalsel dan seluruh jajaran pengamanan di daerah.

Menurut Hanif, pencegahan karhutla tidak akan berhasil apabila hanya mengandalkan pemerintah dan aparat. Masyarakat harus dilibatkan sebagai bagian penting dalam sistem pengendalian karhutla.

“Ini tidak bisa ditangani oleh kita sendiri. Berapa sih kekuatan kita kalau tidak berhubung masyarakat. Kemudian tidak boleh ada sumber api,” katanya.

Hanif menilai kesadaran masyarakat untuk tidak menciptakan sumber api menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah karhutla berulang.

Karena itu, selain penegakan hukum, pemerintah juga perlu memperkuat edukasi dan komunikasi langsung kepada masyarakat di tingkat lapangan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bupati Kotabaru Sampaikan Rancangan APBD 2027 Rp4,87 Triliun

7 September 2026 - 19:25 WIB

Pemkab Kotabaru Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah

7 September 2026 - 13:27 WIB

Puluhan Atlet Uji Kemampuan & Mental Di Ajang Festival Karate INKAI Kotabaru

6 September 2026 - 18:17 WIB

Ikuti KPPD, Wali Kota Banjarbaru Perkuat Strategi Kepemimpinan Hadapi Tantangan Global

5 September 2026 - 21:11 WIB

Pedagang Keluhkan Lantai Becek, Pemko Banjarbaru Gerak Cepat Bongkar & Perbaiki

5 September 2026 - 21:09 WIB

Perkuat Upaya Pencegahan Karhutla, Pemkab Banjar & TNI Jalin Sinergi

5 September 2026 - 21:02 WIB

Trending di ADVERTORIAL