Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

Kab. Banjar · 4 Mar 2024 18:07 WIB

Wabup Banjar Buka Kegiatan Advokasi Keamanan Pangan Terpadu


 Wabup Banjar Habib Idrus Al-Habsyie. foto-MC Banjar Perbesar

Wabup Banjar Habib Idrus Al-Habsyie. foto-MC Banjar

Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al-Habsyi membuka kegiatan Advokasi Keamanan Pangan Terpadu Kelurahan/Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas dan Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS) Aman yang diselenggarakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banjarmasin, di Hotel Rodhita, Banjarbaru, Senin (04/3/2024).

Wabup Banjar mengatakan, keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama, sebab akan mempengaruhi berbagai sektor, salah satunya sektor kesehatan masyarakat terkait dengan gizi, stunting, dan kualitas SDM generasi berikutnya.

Ia menjelaskan, salah satu program dari BBPOM Banjarmasin yakni desa pangan aman bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat desa, dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman pada tingkat perseorangan dan memperkuat ekonomi desa.

“Program keamanan pangan ini perlu dilakukan secara berkesinambungan bersama lintas sektor di daerah melalui integrasi program,” ucap Wabup Banjar.

Lebih lanjut Wabup mengungkapkan, saat ini sebanyak 4 desa/kelurahan di Kecamatan Aranio dan Martapura, 8 sekolah dari tingkat SD hingga madrasah dan aliyah serta satu pasar yang melaksanakan program keamanan pangan.

“Untuk itu monitoring dan evaluasi perlu dilakukan agar dapat mengetahui kemajuan dan dampak pelaksanaan tersebut,” tambahnya.

Pengawas Farmasi Makanan (PFM) Ahli Madya BBPOM Banjarmasin, Gusti Maulita Indriyana menjelaskan, advokasi keamanan pangan terpadu ini telah diinisiasi pada 2011 untuk sekolah, 2014 desa dan 2015 untuk pasar. Menurutnya pada 2024 Kalimantan Selatan diwakili oleh Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin.

“Berdasarkan pengawasan kami saat ini salah satunya masih ditemukan permasalahan penyalahgunaan bahan berbahaya seperti borak pada kerupuk, formalin pada cumi kering dan pewarna tekstil pada terasi,” sambungnya.

Diketahui, 4 desa/kelurahan mewakili Kabupaten Banjar yaitu Desa Indrasari, Desa Tiwingan Lama, Kelurahan Pasayangan dan Sekumpul. Sedangkan untuk sekolah sebanyak 8 masing-masing SDN Jawa 2, SDN Jawa 5, SMPN 1 Kertak Hanyar, SMPN 2 Martapura Timur, MIN 14, MIN 16, MAN 2 dan MAN 4 Banjar serta satu pasar yaitu Pasar Batuah Martapura.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Festival Budaya Banjar 2026 Hadirkan Empat Kesenian Tradisional di Martapura

13 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Salurkan 10.000 Liter Air Bersih di 16 Lokasi Terdampak Kekeringan, Polres Banjar Siapkan Bantuan Bergilir

9 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Jukung Diduga Tenggelam, Warga Ditemukan Meninggal di Waduk Riam Kanan

9 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Optimalkan PAD, TP2DD Banjar Dorong Perluasan Transaksi Digital

9 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Gelar Bimtek Olahan Waluh di Sungai Batang, DKPP Banjar Tingkatkan Nilai Jual Pangan Lokal

8 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Bakesbangpol Kabupaten Banjar Fasilitasi Peran Masyarakat Tangkal Radikalisme & Berita Hoaks

8 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Trending di ADVERTORIAL