Menu

Mode Gelap
Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak

Kab. Banjar · 4 Mar 2024 18:07 WIB

Wabup Banjar Buka Kegiatan Advokasi Keamanan Pangan Terpadu


 Wabup Banjar Habib Idrus Al-Habsyie. foto-MC Banjar Perbesar

Wabup Banjar Habib Idrus Al-Habsyie. foto-MC Banjar

Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al-Habsyi membuka kegiatan Advokasi Keamanan Pangan Terpadu Kelurahan/Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas dan Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS) Aman yang diselenggarakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banjarmasin, di Hotel Rodhita, Banjarbaru, Senin (04/3/2024).

Wabup Banjar mengatakan, keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama, sebab akan mempengaruhi berbagai sektor, salah satunya sektor kesehatan masyarakat terkait dengan gizi, stunting, dan kualitas SDM generasi berikutnya.

Ia menjelaskan, salah satu program dari BBPOM Banjarmasin yakni desa pangan aman bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat desa, dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman pada tingkat perseorangan dan memperkuat ekonomi desa.

“Program keamanan pangan ini perlu dilakukan secara berkesinambungan bersama lintas sektor di daerah melalui integrasi program,” ucap Wabup Banjar.

Lebih lanjut Wabup mengungkapkan, saat ini sebanyak 4 desa/kelurahan di Kecamatan Aranio dan Martapura, 8 sekolah dari tingkat SD hingga madrasah dan aliyah serta satu pasar yang melaksanakan program keamanan pangan.

“Untuk itu monitoring dan evaluasi perlu dilakukan agar dapat mengetahui kemajuan dan dampak pelaksanaan tersebut,” tambahnya.

Pengawas Farmasi Makanan (PFM) Ahli Madya BBPOM Banjarmasin, Gusti Maulita Indriyana menjelaskan, advokasi keamanan pangan terpadu ini telah diinisiasi pada 2011 untuk sekolah, 2014 desa dan 2015 untuk pasar. Menurutnya pada 2024 Kalimantan Selatan diwakili oleh Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin.

“Berdasarkan pengawasan kami saat ini salah satunya masih ditemukan permasalahan penyalahgunaan bahan berbahaya seperti borak pada kerupuk, formalin pada cumi kering dan pewarna tekstil pada terasi,” sambungnya.

Diketahui, 4 desa/kelurahan mewakili Kabupaten Banjar yaitu Desa Indrasari, Desa Tiwingan Lama, Kelurahan Pasayangan dan Sekumpul. Sedangkan untuk sekolah sebanyak 8 masing-masing SDN Jawa 2, SDN Jawa 5, SMPN 1 Kertak Hanyar, SMPN 2 Martapura Timur, MIN 14, MIN 16, MAN 2 dan MAN 4 Banjar serta satu pasar yaitu Pasar Batuah Martapura.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Gasak Sejumlah Barang Di Universitas NU Kalsel, Polres Banjar Ringkus ICR

8 Mei 2026 - 19:51 WIB

BPS Banjar Butuh 559 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Rekrutmen Segera Dibuka

7 Mei 2026 - 14:57 WIB

Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

6 Mei 2026 - 14:20 WIB

Distan Banjar Wajibkan Pengukuran Lahan Baru Pakai Sistem Poligon

5 Mei 2026 - 21:25 WIB

Dukung Smart City, Pemkab Banjar Ikut Selesaikan Masalah Tematik Banjarbakula

5 Mei 2026 - 21:18 WIB

Momentum Hardiknas, Bupati Banjar Ajak Hidupkan Kembali Semangat Pendidikan Nasional

4 Mei 2026 - 20:08 WIB

Trending di ADVERTORIAL