Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 5 Sep 2026 20:49 WIB

Wamenko Pangan Apresiasi Pemanfaatan Thermal Drone untuk Deteksi Api di Gambut


 Wamenko Pangan Apresiasi Pemanfaatan Thermal Drone untuk Deteksi Api di Gambut Perbesar

Ricek.ID – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi penerapan teknologi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya untuk mendeteksi titik panas yang berada di bawah permukaan gambut.

Menurut Hanif, pengalaman penanganan karhutla di Kalimantan Selatan menunjukkan perlunya pergeseran dari pendekatan konvensional menuju penanganan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla di Poslap 1 Guntung Damar, Banjarbaru pada Jumat (4/9/2026).

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah thermal drone atau drone termal yang mampu mengidentifikasi panas di dalam lapisan gambut.

“Penggunaan thermal drone yang mampu mengidentifikasi panas di dalam gambut ini menjadi sangat efektif untuk kita petakan,” kata Hanif.

Ia menilai teknologi tersebut penting karena pemadaman api di permukaan belum tentu menyelesaikan persoalan apabila masih terdapat bara atau panas di dalam gambut.

“Teknologi konvensional yang kita lakukan dengan pembasahan selama ini tidak kemudian memadai untuk itu,” ujarnya.

Hanif mencontohkan pengalaman di lapangan ketika puluhan unit pompa diturunkan untuk melakukan pembasahan. Namun, setelah peralatan dipindahkan, api kembali muncul di lokasi yang sama.

“Kita lihat di pengalaman, tidak kurang mungkin ada 50 pompa diturunkan. Begitu pompa dipindah, besoknya ada fase berikutnya nyala lagi. Artinya, kerositas yang cukup tinggi harus kemudian dilakukan langkah-langkah yang lebih berbasis ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Selain thermal drone, Hanif juga menyoroti pengembangan metode suntik gambut serta penggunaan formula berbahan turunan CPO dan surfaktan yang sedang diuji oleh jajaran Polda Kalsel.

Ia mengatakan, teknologi dan metode tersebut perlu diuji secara ilmiah untuk mengetahui efektivitasnya, terutama dalam menghemat penggunaan air.

“Kalau ini memang terbukti, maka ini harus kita lakukan pendalaman. Karena mengingat keterbatasan air cukup sangat dalam, cukup sangat mengkhawatirkan,” katanya.

Hanif menegaskan, pengendalian karhutla ke depan harus semakin mengedepankan pendekatan saintifik agar sumber panas di bawah permukaan dapat dideteksi dan ditangani secara lebih efektif.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bupati Kotabaru Sampaikan Rancangan APBD 2027 Rp4,87 Triliun

7 September 2026 - 19:25 WIB

Pemkab Kotabaru Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah

7 September 2026 - 13:27 WIB

Puluhan Atlet Uji Kemampuan & Mental Di Ajang Festival Karate INKAI Kotabaru

6 September 2026 - 18:17 WIB

Ikuti KPPD, Wali Kota Banjarbaru Perkuat Strategi Kepemimpinan Hadapi Tantangan Global

5 September 2026 - 21:11 WIB

Pedagang Keluhkan Lantai Becek, Pemko Banjarbaru Gerak Cepat Bongkar & Perbaiki

5 September 2026 - 21:09 WIB

Perkuat Upaya Pencegahan Karhutla, Pemkab Banjar & TNI Jalin Sinergi

5 September 2026 - 21:02 WIB

Trending di ADVERTORIAL