Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

NASIONAL · 21 Jun 2026 20:37 WIB

Wapres Buka Festival Paduan Suara Gerejawi Nasional, Angkat Isu Persaudaraan dalam Pembangunan Bangsa


 Wapres Buka Festival Paduan Suara Gerejawi Nasional, Angkat Isu Persaudaraan dalam Pembangunan Bangsa Perbesar

Ricek.ID – Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka buka Festival Paduan Suara Gerejawi Nasional atau Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat pada Sabtu (20/6/2026).

Wapres Gibran dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan perdamaian sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Menurut Wapres, pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga harus dibarengi dengan terciptanya situasi yang aman, damai, dan harmonis. Karena itu, ia mengapresiasi tema Pesparawi yang mengangkat nilai perdamaian dan persaudaraan di Tanah Papua.

“Dalam melakukan pembangunan dibutuhkan situasi yang kondusif dan damai. Oleh sebab itu, saya mengapresiasi tema Pesparawi tahun ini yang mengangkat soal perdamaian dan persaudaraan di Tanah Papua,” ujar Gibran.

Pesparawi Nasional XIV mempertemukan ribuan peserta dari 38 provinsi untuk memuliakan Tuhan melalui paduan suara gerejawi sekaligus mempererat persaudaraan dalam semangat kebangsaan dan kebinekaan.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga mengapresiasi transformasi Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi yang menjadi lokasi penyelenggaraan acara. Ia mengenang kunjungannya pada November tahun lalu ketika kawasan tersebut masih dalam proses pembangunan.

“November tahun lalu saya pernah ke sini, ke lapangan ini. Saat itu masih proses pembangunan, tapi saya senang sekarang bisa difungsikan untuk event sebesar Pesparawi,” katanya.

Menurutnya, perubahan RTP Borarsi menjadi tuan rumah kegiatan nasional menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke wilayah timur Indonesia.

“Pembangunan sudah tidak lagi Jawa sentris, tapi Indonesia sentris,” tegas Gibran.

“Itulah sebabnya pembangunan Papua jadi salah satu prioritas Bapak Presiden. Mulai dari pembangunan rumah sakit, Sekolah Rakyat, pasar, Trans Papua, MBG, hingga kampung nelayan,” sambungnya.

Ketua Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV, Ali Baham Temongmere, mengatakan penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa toleransi dan moderasi beragama telah tumbuh dan mengakar di Papua Barat.

“Ini bukan hanya slogan, tapi sebuah realitas,” katanya.

Ia menjelaskan semangat persaudaraan lintas agama tampak dalam berbagai rangkaian kegiatan, termasuk keterlibatan kelompok hadrah dari umat Islam dalam parade pembukaan. Menurutnya, hal itu mencerminkan tradisi saling menghormati yang telah lama hidup di tengah masyarakat Papua.

Sementara itu Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap Pesparawi Nasional XIV tidak hanya menjadi ajang kompetisi paduan suara gerejawi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat perdamaian, persaudaraan, dan persatuan bangsa.

Pesparawi Nasional XIV berlangsung pada 18 hingga 28 Juni 2026 dengan mengusung tema “Aku Hendak Memuji Tuhan pada Segala Waktu.” Sebanyak 5.434 peserta, tamu, dan penggembira dari 38 provinsi ambil bagian dalam perhelatan ini.

Prosesi pembukaan diawali dengan defile 43 kontingen yang menampilkan keberagaman budaya Indonesia dalam semangat persatuan. Pembukaan resmi ditandai dengan penabuhan tifa oleh Wakil Presiden didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan para gubernur yang hadir.

Rangkaian seremoni dilanjutkan dengan tiupan triton, pembukaan selubung maskot “Bit Sang Konduktor”, penampilan lagu Haleluya Agung, dan tarian tifa. Acara kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu “Tanah Papua” bersama-sama sebagai simbol cinta dan penghormatan kepada Tanah Papua.

Sumber : kemenag.go.id

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Tunda Penerapan Pajak Marketplace

7 Agustus 2026 - 01:57 WIB

Percepat Transformasi BUMN & Penyelesaian Isu Strategis, Kepala BP BUMN Temui Menkeu

7 Agustus 2026 - 01:54 WIB

Stabilkan Fiskal Daerah Sesuai Arahan Presiden, Kemenkeu Salurkan Bantuan Rp20,5 Triliun

7 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Ditengah Ketidakpastian Global, Ekonomi Indonesia di Semester I 2026 Tumbuh 5,45 Persen

7 Agustus 2026 - 01:49 WIB

Hadapi Penyebaran Hoaks yang Ganggu Ketertiban & Stabilitas Nasional, Pemerintah akan Lakukan Tindakan Terukur

6 Agustus 2026 - 07:15 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,29 Persen, BPS Sebut Didorong Konsumsi Rumah Tangga & Investasi

5 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Trending di EKOBIS