Menu

Mode Gelap
Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak ABK Jatuh di Perairan Trisakti Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Berakhir

HEADLINE · 17 Okt 2024 23:57 WIB

Warga Geram Ada Dugaan Penyelewengan Pembangunan Jembatan di Desa Tambak Anyar Ulu


 Warga Desa Tambak Anyar Ulu, Kabupaten Banjar, geram terhadap pemerintah desa setempat lantaran ada sugaan penyelewangan anggaran, Kamis (17/10/2024) malam. Foto-haris Perbesar

Warga Desa Tambak Anyar Ulu, Kabupaten Banjar, geram terhadap pemerintah desa setempat lantaran ada sugaan penyelewangan anggaran, Kamis (17/10/2024) malam. Foto-haris

Warga Desa Tambak Anyar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, geram lantaran pemerintah desa setempat diduga menyelewengkan anggaran pembangunan jembatan.

Kemarahan warga makin menjadi – jadi ketika kepala desa bersama kepala urusan (Kaur) keuangan dan badan permusyawaratan desa (BPD), tidak hadir dalam rapat bersama warga, di kantor desa setempat, Kamis (17/10/2024) malam.

Padahal, tak kurang 40 warga sudah menunggu. Ternyata, ketiganya dipanggil Camat Martapura Timur guna mengklarifikasi dugaan penyelewangan anggaran pembangunan jembatan.

Salah satu warga Desa Tambak Anyar Ulu, Wahid mengecam agar pambakal saat ini harus diturunkan.

“Kami masyarakat Desa Tambak Anyar Ulu telah kecewa berkali-kali, bahkan saat ini adanya masalah pembangunan jembatan saja tidak berhadir untuk bermusyawarah dengan kami,” ujarnya.

Wahid menjelaskan, kades telah menjanjikan agar bahan pembangunan akan datang di pertengahan Oktober. Namun sampai saat ini belum ada.

“Setelah kami cari tau, ada kabar bahwa Kaur Keuangan menyelewengkan uangnya hingga pembangunan jembatan jadi tidak ada. Kami sebagai masyarakat sangat kecewa,” jelasnya.

Kemudian, Ketua RT 03 Fahmi menambahkan untuk pembangunan ini hanya beberapa bagian aparat desa saja yang mengurusnya.

“Jadi seperangkat RT tidak mengetahui perihal pembangunan jembatan itu. Cuman, Rabu malam kemarin, Kades sudah berjanji agar membahas tentang kejelasan ini dengan warga,” imbuhnya.

Selang beberapa jam, pukul 22.30 Wita, salah satu anggota BPD Tambak Anyar Ulu yang menghadiri panggilan Camat Martapura Timur datang dan menyampaikan kelada warga bahwa penyelewengan ini memang benar terjadi.

“Jadi Kaur keuangan ini diminta klarifikasi waktu kami menghadap pak camat. Ia akui menghabiskan Rp 64 juta dari Anggaran Dana Desa (ADD) untuk pribadi. Kades memberikan surat peringatan (SP) pertama untuk oknum itu dan surat perjanjian harus mengganti duitnya dan mulai mengerjakan pembangunan jembatan ini pada Sabtu lusa,” ungkapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kades dan Kaur Keuangan sampai saat ini belum memberikan keterangan kepada masyarakat.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 1,139 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

7 Mei 2026 - 09:20 WIB

Kemenhaj Ungkap 10 WNI Ditangkap di Saudi Terkait Haji Ilegal

6 Mei 2026 - 20:04 WIB

Kalsel Kembali Berduka, KH. Husin Naparin Tutup Usia

6 Mei 2026 - 17:38 WIB

Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban

6 Mei 2026 - 13:30 WIB

Jaga Profesionalitas Anggota, Polri Tegaskan Larangan Live Streaming Saat Bertugas

5 Mei 2026 - 22:30 WIB

Sampaikan Ucapan Bela Sungkawa, DP3APMP2KB Banjarbaru Sambangi Keluarga Ustazah HN

4 Mei 2026 - 20:31 WIB

Trending di Banjarbaru