Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

PENDIDIKAN · 9 Jan 2023 16:23 WIB

Pasca Bangunan Sekolah Ambruk, Hari Pertama Sekolah Belajar di Teras Masjid dan Pos Kesehatan


 Santri dan Pengajar Pondok Pesantren Nurus Sholehin Kota Banjarmasin terpaksa harus menempuh perjalanan kaki untuk mencapai tempat belajar mengajar sementara. Perbesar

Santri dan Pengajar Pondok Pesantren Nurus Sholehin Kota Banjarmasin terpaksa harus menempuh perjalanan kaki untuk mencapai tempat belajar mengajar sementara.

Hari pertama sekolah pasca libur tahun baru, Santri di Pondok Pesantren Nurus Sholehin Kota Banjarmasin terpaksa belajar di Teras Masjid dan Pos Kesehatan Kelurahan Basirih Selatan.

Hal ini lantaran bangunan Pondok Pesantren yang ada 12 ruangan tersebut, ambruk usai diterjang angin kencang beberapa waktu lalu.

Proses Belajar mengajar di Pos Kesehatan Kelurahan pasca sekolah ambruk

Kegiatan belajar mengajar yang ditempatkan di dua lokasi sementara ini, dilaksanakan tanpa kursi sehingga santri dan pengajar sama-sama lesehan.

“Kemungkinan aktivitas belajar mengajar disini berlangsung hingga bangunan sekolah selesai dibenahi,”ucap salah satu pengajar,Hafifah,Senin(9/1/2023).

Dikatakannya, Pondok Pesantren Nurus Sholehin sebenarnya memiliki bangunan lama, namun karena berada di daerah rawa dan lantainya rendah, bangunan juga tidak dapat dimanfaatkan karena terendam air.

“Karena itulah beberapa bulan lalu seluruh aktivitas sekolah dipindahkan ke bangunan baru meski masih dalam tahap penyelesaian. Namun kenyataan bangunan baru itu ambruk diterjang angin kencang,”ungkapnya.

Aktivitas belajar mengajar secara lesehan di Teras Masjid Kelurahan Basirih Selatan

Sementara, seorang santri yang mengikuti pelajaran di Pos Kesehatan Kelurahan, Mulia mengaku bahwa selain kondisi belajar yang terpaksa harus dilakukan dengan lesehan, jarak tempuh ke tempat belajar mengajar sementara ini juga tergolong jauh.

“Jaraknya tambah jauh dari sekolah sebelumnya,terpaksa jalan kaki lagi. Ditambah lagi tidak ada meja kursi, semuanya rusak saat bangunan sekolah ambruk.Semoga sekolahnya cepat dibangun,”harapnya.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Siap Layani Siswa Berkebutuhan Khusus, Disdikbud Kalsel Perluas Pendidikan Inklusi di 334 SMA & SMK

17 Juni 2026 - 19:28 WIB

Tingkatkan Penyerapan Lulusan SMK, Disdikbud Kalsel Akan Optimalkan Tracer Study

12 Juni 2026 - 18:17 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Sertifikasi hingga Tunjangan untuk Percepat Reformasi Guru

10 Juni 2026 - 09:25 WIB

Pemerintah Targetkan Nol Anak Tidak Sekolah di 2045 Melalui Perpres PP ATS

3 Juni 2026 - 18:32 WIB

Persiapkan Hari Pancasila 2026, BPIP Angkat Kembali Semangat Persatuan Bangsa

30 Mei 2026 - 20:29 WIB

Perkuat Tata Kelola Pendidikan, Pemkab Banjar Lantik 102 Kepala Sekolah

19 Mei 2026 - 20:09 WIB

Trending di ADVERTORIAL