Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Kab. Banjar · 2 Agu 2024 13:56 WIB

Starlink Jadi Solusi Tuntaskan Blank Spot di Kabupaten Banjar


 Pemkab Banjar melalui Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) berencana menggunakan layanan Starlink. foto-MC Banjar Perbesar

Pemkab Banjar melalui Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) berencana menggunakan layanan Starlink. foto-MC Banjar

Pemkab Banjar melalui Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) berencana menggunakan layanan Starlink.

Penggunaan Starlink bakal dipasang di wilayah pelosok, sebagai solusi pengentasan blank spot (tidak ada internet).

Menindaklanjuti rencana tersebut, Bidang Penyelenggaraan E-Government DKISP Banjar melaksanakan Sosialisasi Layanan Starlink menghadirkan perwakilan Smartfren for Business, di Aula Cakrawala DKISP, Martapura, Kamis (1/8/2024).

Kepala DKISP Banjar HM Aidil Basith melalui Kabid E-Government Cornelius Kristiyanto mengatakan, Pemkab Banjar terus berupaya meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi hingga ke pelosok desa.

Menurutnya, menggunakan layanan Starlink lebih pengaplikasiannya, serta koneksi internet lebih memadai guna meningkatkan efektivitas layanan publik.

“Dengan adanya layanan Starlink, kami berharap masalah koneksi internet dan daerah blank spot dapat teratasi untuk terciptanya layanan publik yang lebih cepat dan efektif,” ucapnya.

Sementara, Tim Smartfren Business Account Manager Region Kalimantan Sandy Wisuda Adi Pradana menjelaskan, internet Starlink menggunakan jaringan satelit low earth orbit (LEO) atau satelit orbit rendah bumi.

“Dengan satelit LEO, Starlink mampu menyediakan akses internet ke lokasi terpencil atau area yang memiliki tantangan geografis yang tidak dapat dijangkau oleh infrastruktur komunikasi konvensional,” ujar Sandy.

Menurut Sandy, Starlink dapat memberikan konektivitas dengan latensi yang lebih rendah, sehingga pengalaman komunikasi pun menjadi lebih mulus.

Sebagai ilustrasi, bila menggunakan teknologi VSAT bisa memberikan latensi 700-600 ms maka Starlink bisa memberikan latensi yang stabil di bawah 100 ms.

“Hal ini akan mempengaruhi pengalaman pengguna, baik dalam mengoperasikan alat pemantau dari jarak jauh, pengiriman pesan teks atau video, hingga kebutuhan lainnya,” imbuhnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Banjar, Tim Pengadaan Tanah Lakukan Pendataan Awal Lokasi

24 Juni 2026 - 17:32 WIB

HUT ke-38 PTAM Intan Banjar, Perkuat Komitmen Tingkatkan Pelayanan kepada Pelanggan

23 Juni 2026 - 21:05 WIB

Siswi MA Hidayatullah Martapura Lolos Seleksi Paskibraka Nasional 2026 Wakili Provinsi Kalsel

23 Juni 2026 - 18:07 WIB

Perkuat Tata Kelola Kearsipan, Dispersip Banjar Optimis Raih Tiga Besar Nasional

23 Juni 2026 - 18:03 WIB

Disdik Banjar Salurkan 15 Unit Laptop ke SDN Pematang Panjang Dukung Digitalisasi Pendidikan

22 Juni 2026 - 20:36 WIB

Pemkab Banjar Anggarkan Rp5,2 Miliar untuk Bangun Jalan Penghubung Tiga Desa

22 Juni 2026 - 20:24 WIB

Trending di ADVERTORIAL