Menu

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

PERTANIAN · 20 Sep 2024 12:31 WIB

Apresiasi Penenaman Padi Apung di Bekas Tambang, Sarwani: Ini Pertama di Kalsel


 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Suka Makmur Desa Sungkai Baru, Kecamatan Simpang Empat, menanam padi dengan sistem terapung di lokasi bekas tambang. foto-istimewa Perbesar

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Suka Makmur Desa Sungkai Baru, Kecamatan Simpang Empat, menanam padi dengan sistem terapung di lokasi bekas tambang. foto-istimewa

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Suka Makmur Desa Sungkai Baru, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, menanam padi dengan sistem terapung di lokasi bekas tambang.

Penanaman uji coba ini difasilitasi PT Alianisa selaku pemilik lahan. Setidaknya 200 pot padi ditanam dari bantuan Dinas Petanian Banjar dan Kalsel, yang digelar Kamis (19/9) kemarin.

Turut hadir perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Kepala Dinas Pertanian Banjar Warsita, camat setempat, aparat desa, perwakilan PT Alianisa, dan para petani.

Anggota DPRD Kalsel, Ahmad Sarwani, mengapresiasi penuh inovasi padi apung tersebut, yang merupakan pertama di Kalsel.

“Penanaman padi apung dilakukan di lahan pasca-tambang. Berada di lahan milik PT Alianias seluas kurang lebih 10 hektare,” ujar Sarwani, Jumat (20/9/2024).

Politisi Partai NasDem itu menjelaskan, sebelum padi apung, lahan tersebut juga dimanfaatkan untuk budidaya ikan.

Menurutnya, hasil panennya cukup memuaskan. Empat kali panen, dengan hampir 5 ton ikan sekali panennya.

“Karena sukses budidaya ikan, lalu diuji coba penanaman padi apung. Mudah-mudahan dapat sukses panen dan menjadi lahan yang produktif bagi petani setempat,” papar Sarwani.

Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa benih padi yang ditanam adalah varietas inpari nutri zinc.Varian ini diklaim punya kandungan zinc lebih tinggi dari varietas padi lainnya.

“Dari yang saya baca, padi ini dapat membantu mengatasi problem stunting,” tutur Sarwani.

Ia berharap, ke depannya kawasan ini menjadi percontohan bagi pengembangan ekonomi pertanian.

“Perhatian serius dari Pemkab Banjar dan Pemprov sangat perlu guna pengembangan pertanian, yang pada akhirnya dapat menguntungkan para petani,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Kelompok Tani Sri Tunggal Panen Padi 5 Hektare Saat Kemarau Panjang, Pemprov Kalsel Sampaikan Apresiasi

15 September 2026 - 19:00 WIB

Lindungi Petani Hadapi El Nino, Kementan Alokasikan AUTP untuk 100 Ribu Hektare

13 September 2026 - 20:41 WIB

Hadapi El Nino, Produksi Pangan Nasional Tetap Aman & Surplus Terjaga

5 September 2026 - 21:04 WIB

Bapanas Sebut Penipuan Label Beras Fortifikasi Rugikan Rakyat

3 September 2026 - 20:22 WIB

Peringatan Hari Jadi Kalsel, Disbunnak Berikan Penghargaan Kepada Kelompok Tani Pekebun & Peternak Berprestasi

21 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Kejar Target Luas Tambah Tanam, Percepatan LTT Kalsel Terus Digenjot

20 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Trending di ADVERTORIAL