Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

ADVERTORIAL · 20 Agu 2026 19:31 WIB

Kejar Target Luas Tambah Tanam, Percepatan LTT Kalsel Terus Digenjot


 Kejar Target Luas Tambah Tanam, Percepatan LTT Kalsel Terus Digenjot Perbesar

Ricek.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) terus mendorong percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai bagian dari upaya menjaga produksi dan ketahanan pangan daerah.

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian LTT Bulan Agustus 2026 yang digelar di Aula Kantor DPKP Kalsel, Banjarbaru pada Kamis (20/8/2026).

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman mengatakan, rapat tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian tanam padi dan jagung selama Agustus sekaligus menyusun strategi percepatan tanam untuk September.

“Pagi ini kita melaksanakan rapat koordinasi terkait LTT, yaitu Luas Tambah Tanam. Kita melakukan evaluasi terkait bulan Agustus, berapa capaian tanam padi dan jagung di Kalimantan Selatan dan kita merencanakan untuk bulan September,” ujarnya.

Berdasarkan laporan dari kabupaten/kota, capaian LTT padi selama Agustus mencapai hampir 50 persen dari target. Namun, pelaksanaan tanam masih menghadapi kendala kondisi iklim dan keterbatasan sumber air di sejumlah wilayah.

Syamsir menegaskan, pihaknya tetap berupaya memanfaatkan lokasi-lokasi yang masih memiliki potensi untuk ditanami.

“Kita berusaha di mana masih ada lokasi-lokasi tanam, kita kumpulkan untuk tanam,” katanya.

Syamsir berharap sinergi seluruh pihak dapat menjaga ketahanan pangan Kalsel sekaligus meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani.

“Tanam hari ini, panen berlimpah nanti,” menjadi semangat bersama dalam mendorong percepatan LTT di Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Setelah selesai rapat LTT, Syamsir melanjutkan rapat mengenai identifikasi dan penyelesaian lahan untuk program cetak sawah. DPKP Kalsel berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, termasuk Direktorat Lahan dan Irigasi Pertanian, untuk memaksimalkan lahan yang memiliki potensi pengembangan pertanian.

Sementara itu Kepala Seksi Serealia DPKP Kalsel, Witnu Susanto, menyampaikan target capaian LTT hingga 31 Agustus 2026 sesuai rencana 23.163 hektare dengan mengoptimalkan percepatan LTT di seluruh kabupaten/kota. Adapun target LTT pada September 2026 ditetapkan sebesar 4.380 hektare.

Untuk mengejar target tersebut, petani didorong segera melakukan pengolahan lahan setelah panen, memaksimalkan sumber air yang tersedia melalui pompanisasi, serta menggunakan benih unggul yang tersedia.

Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga akan terus dioptimalkan untuk mempercepat proses pengolahan lahan dan tanam.

Menurut Witnu, pada lahan yang relatif kering, petani juga dapat menerapkan teknik tanam padi surung. Teknik tersebut memungkinkan proses tanam tetap dilakukan sambil menunggu ketersediaan air, sehingga ketika hujan turun tanaman dapat tumbuh kembali.

“Kalau airnya tersedia, mekanismenya sementara tanam tetap tanam, tapi itu tanam padi surung. Jadi di lahan kering tetap ditugal, nanti saat hujan datang akan tumbuh kembali,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, seluruh kabupaten/kota diminta menindaklanjuti hasil koordinasi dengan mempercepat pelaksanaan tanam sesuai potensi wilayah, melakukan validasi dan pemutakhiran data LTT, serta mengoptimalkan lahan yang memiliki sumber air dan kesiapan sarana produksi.

Koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, penyuluh, petugas lapangan, kelompok tani dan pemangku kepentingan terkait juga dinilai penting untuk mengatasi berbagai kendala di lapangan.

Rapat turut dihadiri Pj Swasembada Pangan Provinsi Kalsel Fredy, Pj Swasembada Pangan kabupaten/kota, perwakilan BBPP Binuang, BRMP Kalsel, BRMP Rawa, kepala dinas pertanian kabupaten/kota se-Kalsel atau yang mewakili, Ketua Kelompok Penyuluh (Kelsi), PPL serta peserta rapat koordinasi.

Sebagai tindak lanjut percepatan program, kegiatan penanaman juga dijadwalkan besok 21 Agustus 2026 di lahan cetak sawah kawasan Batibati, Kabupaten Tanah Laut, dengan luasan lebih dari 300 hektare.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Kapolres Tanah Laut Gelar Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Kemarau Panjang di Kotabaru, PDAM Maksimalkan Sumber Air dan Atur Distribusi Gratis

23 Oktober 2026 - 18:59 WIB

PLN Sosialisasikan Home Charging Services untuk Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

23 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Pemkab Kotabaru Siapkan Bonus Atlet, Penyerahan Simbolis 28 Oktober

23 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Wabup Banjar Tegaskan Tiga Fungsi Utama Pesantren di Hari Santri 2026

23 Oktober 2026 - 05:03 WIB

Trending di ADVERTORIAL