Menu

Mode Gelap
Polisi Amankan Pria Diduga Pelaku Begal Payudara di Martapura, Akui Beraksi di 7 Lokasi Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif

DPRD · 30 Okt 2024 18:10 WIB

RDP Komisi II DPRD Banjar bersama Mitra Kerja, Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Raperda RPJPD


 RDP Komisi II DPRD Banjar bersama Mitra Kerja, Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Raperda RPJPD Perbesar

Komisi II DPRD Kabupaten Banjar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama mitra kerja, terkait tindak lanjuti hasil evaluasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) awal September 2024.

Gelaran RDP pada Rabu (30/10/2024) dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banjar Lauhul Mahfudz dan  dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banjar Irwan Bora selaku Koordinator Komisi II.

“Memang untuk skala pembahasan RPJPD ini mesti dilakukan Tim Panitia Khusus (Pansus). Karena diperiode sebelumnya keterbatasan waktu, sehingga pembahasan dilakukan Komisi II. Karena itu hasil evaluasi RPJPD dari Gubernur Kalsel kembali dilakukan pembahasan di Komisi II bersama mitra kerja,” ujar Irwan Bora.

Politisi Gerindra Kabupaten Banjar ini memastikan, berdasarkan hasil rekomendasi dari Gubernur Kalsel, bahwa RPJPD kabupaten harus sejalan dengan RPJPD Pemprov Kalsel, dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), baik dari aspek transformasi ekonomi, sosial, politik, budaya, dan aspek lainnya.

“Khususnya terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang hingga saat ini masih terjadi permasalahan, khususnya di daerah berbatasan dengan kabupaten/kota karena overlapping antara kawasan permukiman perumahan dengan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Hal ini juga harus kita sinkronisasikan terlebih dahulu,” ucapnya.

Sinkronisasi RTRW dan RDTR lanjut Irwan Bora, tentunya berdasarkan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kawan-kawan di dewan. Sebab, RPJPD untuk 20 tahun kedepan.

“Kalau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tidak selaras dengan RPJPD dan RPJPN tentu akan menjadi masalah dikemudian hari. Karena itulah kita harus lebih selektif dalam melakukan pembahasan hasil evaluasi dan rekomendasi dari Gubernur Kalsel. Khususnya terkait RTRW dan RDTR,” katanya.

Agar Perda RPJPD dapat betul-betul memberikan kesejahteraan, dan dapat memenuhi keinginan masyarakat di Kabupaten Banjar. Sehingga dalam pembahasan selanjutnya Komisi II DPRD akan menghadirkan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertahanan (PUPRP) Kabupaten Banjar.

“Untuk mensinkronisasikan RTRW dan RDTR Kabupaten Banjar dengan Pemprov Kalsel, tentu kita harus menghadirkan Dinas PUPRP. Karena hari ini baru Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Perikanan, dan Dinas Pertanian, serta Disbudporapar yang berhadir,” tutur Irwan Bora.

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar, Ketua DPRD Dorong Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

14 Agustus 2026 - 12:07 WIB

DPRD & Pemkab Banjar Sepakati KUPA-PPAS 2026 & KUA-PPAS 2027

12 Agustus 2026 - 17:05 WIB

DPRD Kabupaten Banjar Sahkan Rancangan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026

3 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Paripurna DPRD, Bupati Kotabaru Sampaikan KUPA & PPAS Perubahan APBD Tahun 2026

3 Agustus 2026 - 17:04 WIB

Dana Transfer ke Daerah Menurun, DPRD Banjar Minta Pemkab Genjot PAD

1 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi Proyek RS Tipe D, DPRD Banjar Berharap Pembangunan Tetap Berlanjut

23 Juli 2026 - 22:59 WIB

Trending di ADVERTORIAL