Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

Pemprov Kalsel · 15 Okt 2025 22:51 WIB

Dinkes Kalsel Perkuat Kader Posyandu untuk Layanan Lansia


 Dinkes Kalsel gelar Orientasi Geriatri di Posyandu bagi Kader Tingkat Provinsi Tahun 2025 yang digelar di Banjarmasin, Rabu (15/10/2025). Foto: MC Kalsel Perbesar

Dinkes Kalsel gelar Orientasi Geriatri di Posyandu bagi Kader Tingkat Provinsi Tahun 2025 yang digelar di Banjarmasin, Rabu (15/10/2025). Foto: MC Kalsel

Banjarmasin, Ricek.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memperkuat kapasitas kader posyandu dalam menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia). Penguatan ini dilakukan melalui Orientasi Geriatri di Posyandu bagi Kader Tingkat Provinsi Tahun 2025 yang digelar di Banjarmasin, Rabu (15/10/2025).

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr Diauddin, menyampaikan bahwa peningkatan usia harapan hidup membawa konsekuensi pada meningkatnya jumlah lansia yang memerlukan perhatian khusus.

“Menurut data BPS Tahun 2024, umur harapan hidup penduduk Indonesia mencapai 75,02 tahun. Sementara di Kalimantan Selatan, angka tersebut mencapai 74,18 tahun,” ungkap Diauddin.

Ia menjelaskan, peningkatan usia harapan hidup ini selaras dengan visi Kementerian Kesehatan RI, yaitu “Masyarakat Sehat dan Produktif untuk Indonesia Emas 2045.” Visi ini menekankan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat di setiap siklus kehidupan agar lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

Meski demikian, proses penuaan alamiah disertai dengan penurunan kapasitas fisik dan kognitif, sehingga sebagian lansia mengalami ketergantungan.

Diauddin menyoroti bahwa masalah kesehatan merupakan hal mendasar pada lansia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, penyakit tidak menular (PTM) yang paling sering dialami lansia antara lain hipertensi, gangguan gigi dan mulut, jantung, stroke, kolesterol, dan diabetes. Lansia juga rentan terhadap penyakit menular, gangguan gizi, depresi, dan demensia.

Mengingat penanganan kondisi lansia membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya besar, Dinkes Kalsel menekankan pentingnya upaya promotif dan preventif di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin agar kader posyandu memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan lansia. Harapannya, lansia yang sehat tetap sehat, yang sakit bisa kembali sehat, dan kondisi fisiknya tidak semakin menurun,” tegasnya.

Diauddin pun mengajak seluruh peserta dan lintas sektor untuk memperkuat sinergi dalam pelayanan lansia agar mereka dapat menikmati masa tua yang sehat, mandiri, dan bahagia.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Dividen Meningkat, Pemprov Kalsel Dorong BUMD Bangun Banua Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

6 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Pemprov Kalsel Lepas 498 Kontingen Pramuka Banua Menuju Jambore Nasional XII

6 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Meriahkan Hari Jadi ke-76 Kalsel & HUT ke-81 RI, PRSPDNF Fajar Harapan Gelar Jalan Santai Kemerdekaan dengan Busana Adat Nusantara

6 Agustus 2026 - 19:28 WIB

500 Goweser SKPD Meriahkan Peringatan Hari Jadi ke-76 Kalsel & HUT ke-81 RI

6 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Cegah Stunting, Pemprov Kalsel Gelar Lomba B2SA & Mars PKK Tingkat Provinsi

6 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Matangkan Peluncuran AMDK Bakula Water, BPAM Banjarbakula Targetkan Rampungkan Seluruh Perizinan Agustus 2026

5 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Trending di ADVERTORIAL