Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Kab. Banjar · 13 Nov 2025 18:29 WIB

Lokakarya Keluarga SIGAP di Kabupaten Banjar, Dorong Integrasi Program Kesehatan ke Anggaran Desa


 Lokakarya Keluarga SIGAP di Kabupaten Banjar, Dorong Integrasi Program Kesehatan ke Anggaran Desa Perbesar

Martapura, Ricek.IDPemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, bersama Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Dinas Kesehatan, dan inisiatif Keluarga SIGAP, menyelenggarakan Lokakarya Keberlanjutan Program Keluarga SIGAP.

Kegiatan ini bertujuan mengintegrasikan program kesehatan dasar ke dalam perencanaan dan penganggaran desa.

​Lokakarya yang berlangsung selama dua hari (12–13 November 2025) di Hotel Roditha Banjarbaru ini diikuti oleh 149 Kepala Desa se-Kabupaten Banjar.

​Fokus Generasi Emas 2045

Asisten Administrasi Umum, Rakhmat Dhany, saat membuka acara mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya pencapaian Generasi Emas 2045.

Keluarga SIGAP mendorong integrasi program ke dalam perencanaan dan penganggaran desa.

​Program ini berfokus pada tiga perilaku utama:
• ​Imunisasi rutin lengkap dan sesuai jadwal.
• ​Cuci tangan pakai sabun (CTPS).
• ​Pemberian makanan bergizi dan camilan sehat.

​“Program ini telah menjangkau keluarga dengan anak usia 0–24 bulan melalui pelatihan kader, kunjungan rumah, kelas ibu baduta, serta penggunaan media interaktif sebagai sarana komunikasi,” jelas Rakhmat Dhany.

​Implementasi dan Capaian

Sebagai tindak lanjut uji coba 2023, pada 2025 ini Keluarga SIGAP diimplementasikan pada tiga wilayah scale up: Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat), Kabupaten Brebes (Jawa Tengah), dan Kabupaten Banjar (Kalimantan Selatan).

​Di Kabupaten Banjar, hingga Oktober 2025, Program Keluarga SIGAP telah mencapai:
• ​5.115 orang tua baduta di 149 desa.
• ​491 kader dari 285 posyandu telah dilatih.
• ​5.037 kunjungan rumah pertama.
• ​308 Kelas Ibu Baduta di Posyandu.

​Nuwirman, Penasihat Advokasi Keluarga SIGAP, menilai program ini sebagai pendekatan konkret dan berdampak langsung. “Ini bukan sekadar program, tapi gerakan masyarakat,” ujarnya.

​Urgensi Dana Desa

​District Coordinator Keluarga SIGAP, Achmadi, menekankan pentingnya dukungan dana desa. “Kami berharap desa-desa di Banjar dapat melanjutkan program ini secara mandiri. Dukungan dana desa sangat krusial untuk memastikan keberlanjutan,” tambahnya.

​Hal ini didukung oleh Sappe MP Sirait, Analisis Kebijakan Ahli Madia dari Kementerian Desa PDT. Ia berharap lokakarya ini dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan optimal pemanfaatan Dana Desa untuk kesehatan dasar.

​“Komitmen kami adalah memastikan setiap desa memiliki akses layanan kesehatan yang lebih baik dan mendukung keberlanjutan program Keluarga SIGAP (Imunisasi, CTPS, Nutrisi),” tegas Sappe.

​Sinergi Daerah

​Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Fara Hayani, menyatakan Keluarga SIGAP selaras dengan program prioritas Kabupaten Banjar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menurunkan stunting.

​“Upaya ini sejalan dengan komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menurunkan stunting, dan membangun fondasi kesehatan keluarga yang kuat,” jelas Fara.

​Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr. Widya Wiri Utami, menambahkan dampak positif program terlihat dari capaian pelaksanaan imunisasi, CTPS, dan nutrisi untuk baduta sebagai bagian dari percepatan penurunan stunting Tahun 2025.

​“Kami juga telah menyiapkan kebijakan strategis untuk Tahun 2026 agar upaya ini semakin terintegrasi dan berkelanjutan demi mewujudkan generasi sehat di Kabupaten Banjar,” tutup Widya.

Peserta lokakarya diharapkan berkomitmen mengintegrasikan upaya Keluarga SIGAP ke dalam perencanaan desa, termasuk pengalokasian anggaran, yang diperkuat dengan dukungan teknis dari Kementerian Desa, Dinas PMD, dan Bappeda.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Warga Selamatkan Sisa Harta dari Puing Rumah Usai Kebakaran di Desa Mali-Mali

26 Juni 2026 - 18:57 WIB

Kabupaten Banjar Gagal Raih Juara Umum Keempat Kali, Kota Banjarmasin Jadi Pemenang MTQ XXXVII Kalsel

26 Juni 2026 - 18:20 WIB

Kemenhut & Pemkab Banjar Gelar FGD Perhutanan Sosial, Dorong Pengembangan Kawasan Hutan & Pedesaan

26 Juni 2026 - 18:05 WIB

Kabupaten Banjar Siapkan Langkah Cepat Antisipasi Karhutla Saat Kemarau Ekstrem

25 Juni 2026 - 17:46 WIB

Tembus 411,4 Miliar, Pemkab Banjar Beberkan Faktor Pendorong Peningkatan PAD

25 Juni 2026 - 17:43 WIB

Perkuat Mitigasi Bencana Inklusif bagi Penyandang Disabilitas, BPBD Banjar Gulirkan Program SEPIDARMAN

25 Juni 2026 - 17:24 WIB

Trending di ADVERTORIAL