Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

ADVERTORIAL · 25 Jun 2026 17:24 WIB

Perkuat Mitigasi Bencana Inklusif bagi Penyandang Disabilitas, BPBD Banjar Gulirkan Program SEPIDARMAN


 Perkuat Mitigasi Bencana Inklusif bagi Penyandang Disabilitas, BPBD Banjar Gulirkan Program SEPIDARMAN Perbesar

Ricek.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar luncurkan inovasi SEPIDARMAN (Sistem Penanganan Darurat Aman dan Nyaman) melalui tahun Anggaran 2026.

Inovasi tersebut menjadi langkah strategis BPBD dalam memperkuat mitigasi bencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banjar, Abdullah Fahtar, pada Kamis (25/6/2026) mengatakan lahirnya inovasi SEPIDARMAN tidak terlepas dari Surat Edaran Bupati Banjar yang mengharuskan setiap perangkat daerah memiliki inovasi pelayanan.

Ia menjelaskan, pada periode 2024 hingga 2025 BPBD Kabupaten Banjar belum memiliki inovasi daerah. Karena itu, melalui tahun Anggaran 2026, BPBD menghadirkan SEPIDARMAN sebagai inovasi di bidang penanggulangan bencana.

“Program SEPIDARMAN ini berawal dari surat edaran Bupati yang mengharuskan setiap SKPD memiliki inovasi. Sebelumnya BPBD belum memiliki inovasi, sehingga kami menghadirkan SEPIDARMAN sebagai inovasi dalam mitigasi dan penanganan kebencanaan,” ujar Abdullah Fahtar.

Menurutnya, SEPIDARMAN dirancang untuk memberikan edukasi kebencanaan secara cepat, tepat, dan menyeluruh kepada masyarakat. Inovasi ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan bencana, termasuk larangan membakar hutan dan lahan maupun pengelolaan sampah yang baik.

Salah satu fokus utama dalam pelaksanaan SEPIDARMAN adalah memberikan edukasi kebencanaan kepada penyandang disabilitas. BPBD Kabupaten Banjar menilai kelompok disabilitas merupakan kelompok yang memiliki kerentanan tinggi saat terjadi bencana sehingga memerlukan penanganan dan pendampingan khusus.

Melalui Inovasi ini, BPBD telah melaksanakan edukasi dan simulasi penyelamatan diri bagi penyandang disabilitas di Desa Tanjung Rema.

“Nah, di sinilah juga kami mengedukasi kawan-kawan sahabat kita yang berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas. Kami memberikan pemahaman bagaimana cara menyelamatkan diri terhadap bencana,” jelasnya.

Abdullah menegaskan, penanggulangan bencana harus bersifat inklusif dan tidak boleh mengabaikan kelompok rentan. Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh pengetahuan, perlindungan, serta akses terhadap informasi kebencanaan.

Selain edukasi kepada penyandang disabilitas, SEPIDARMAN juga mengedepankan kesiapsiagaan menyeluruh mulai dari kesiapan peralatan, operasional, hingga dukungan logistik kebencanaan.

BPBD Kabupaten Banjar saat ini juga telah menyelesaikan sekitar 85 persen Kajian Risiko Bencana (KRB) yang akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program penanggulangan bencana di daerah.

Dalam pelaksanaannya, SEPIDARMAN mengusung pendekatan pentahelix dengan melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga media.

“Keunggulan SEPIDARMAN adalah merangkul seluruh stakeholder. Kami melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media dalam setiap kegiatan mitigasi kebencanaan,” terang Abdullah.

BPBD Kabupaten Banjar juga menggandeng sejumlah media lokal, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Banjar, serta Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 902 Kabupaten Banjar untuk memperkuat penyebarluasan informasi kebencanaan hingga ke 17 kecamatan.

Melalui inovasi SEPIDARMAN, BPBD Kabupaten Banjar berharap seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik sehingga mampu mengurangi risiko serta dampak bencana di masa mendatang.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Diskominfo Kalsel Siap Dukung Lion Air Publikasikan Pembukaan Rute Internasional Banjarmasin–Kuala Lumpur

25 Juni 2026 - 21:58 WIB

Polda Kalsel Jadikan Police Expo 2026 sebagai Wadah Edukasi & Penguatan Kemitraan Polri dengan Masyarakat

25 Juni 2026 - 21:19 WIB

Apresiasi Sinergi Polda Kalsel Layani Masyarakat, Muhidin Ajak Masyarakat Ramaikan Police Expo 2026

25 Juni 2026 - 21:16 WIB

Apresiasi Bakti Sosial Polda Kalsel, Pemprov Dorong Kepedulian Sosial Jadi Inspirasi bagi Semua Instansi

25 Juni 2026 - 21:13 WIB

Polda Kalsel Gelar Bakti Sosial Massal Sambut Hari Bhayangkara ke-80

25 Juni 2026 - 21:07 WIB

Pemprov Kalsel Tegaskan Komitmen untuk Mewujudkan Pemerintahan Transparan & Akuntabel

25 Juni 2026 - 20:41 WIB

Trending di ADVERTORIAL