Menu

Mode Gelap
Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak

Pemprov Kalsel · 21 Nov 2025 19:02 WIB

Banjarmasin Jadi Lokasi Uji Coba Vaksin DBD Nasional, Sasaran 7.500 Siswa SD


 Ketua Tim Dokter Anak Kalsel Prof. dr. Edi Hartoyo (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr. Diauddin. foto: istimewa Perbesar

Ketua Tim Dokter Anak Kalsel Prof. dr. Edi Hartoyo (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr. Diauddin. foto: istimewa

Banjarmasin, Ricek.ID – Kota Banjarmasin resmi ditunjuk sebagai salah satu dari tiga lokasi pelaksanaan uji percontohan vaksin Demam Berdarah Dengue (DBD) nasional, bersama Jakarta dan Palembang. Langkah ini diambil pemerintah pusat meski angka kasus DBD di Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan tren penurunan sepanjang 2025.

Keputusan ini didasari fakta bahwa Banjarmasin dan Kabupaten Banjar masih mencatat angka kasus tertinggi di provinsi ini. Program vaksinasi hibah ini dijadwalkan mulai berjalan pada Januari 2026 dengan menyasar 7.500 siswa kelas 3 dan 4 SD.

Ketua Tim Dokter Anak Kalsel untuk vaksin dengue, Prof. dr. Edi Hartoyo, menjelaskan bahwa vaksinasi ini adalah langkah krusial bagi daerah endemis.

“Vaksin akan diberikan dalam dua dosis, dimulai Januari 2026 dan dosis kedua tiga bulan setelahnya. Efektivitasnya mencapai 80 persen mencegah infeksi dan 85 persen mencegah gejala berat,” jelas Prof. Edi di Kantor Dinas Kesehatan Kalsel, Jumat (21/11/2025).

Ia juga menyoroti tingginya nilai program ini. “Jika mandiri, biayanya cukup mahal, sekitar Rp1,2 juta per orang. Jadi ini kesempatan yang sangat baik. Kaltim bahkan sudah memulai dengan membeli mandiri,” tambahnya.

Berdasarkan data, kasus DBD di Kalsel tahun 2024 mencapai 3.236 kasus dengan 16 kematian. Angka ini turun drastis per 10 November 2025 menjadi 460 kasus dengan satu kematian.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin, menekankan bahwa tantangan utama program ini adalah penerimaan masyarakat, mengingat vaksin ini bersifat baru dalam program pemerintah.

“Tidak ada paksaan. Namun, vaksin ini sudah bersertifikasi halal dan terbukti menekan risiko. Kami harap masyarakat tidak termakan hoaks dan memantau informasi resmi,” tegas Diauddin.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Lantik Pengurus BAZNAS Kalsel, Muhidin Tekankan Penyaluran Zakat Tepat Sasaran

9 Mei 2026 - 18:33 WIB

Efisienkan Pembangunan, Muhidin Ingin SDM Pemprov Kalsel Yang Profesional & Kompeten

8 Mei 2026 - 21:25 WIB

Tekankan Integritas & Loyalitas, Muhidin Lantik 192 Pejabat Struktural & Fungsional

8 Mei 2026 - 21:15 WIB

Terima Kunjungan Komisi XI DPR RI, Muhidin Paparkan Capaian & Potensi Kalsel

8 Mei 2026 - 20:32 WIB

Rapat Koordinasi SKPD, Gubernur Kalsel Dorong Penguatan Pelayanan Digital

7 Mei 2026 - 19:35 WIB

Pastikan Tepat Sasaran, DPKP Kalsel Perketat Pengawasan Penyaluran Pupuk Bersubsidi

7 Mei 2026 - 18:59 WIB

Trending di DAERAH