Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

Pemprov Kalsel · 25 Nov 2025 19:44 WIB

Peringati Hari Wayang Dunia, Disdikbud Kalsel Gelar Dialog Tingkatkan Kualitas Dalang Banjar


 Peringati Hari Wayang Dunia, Disdikbud Kalsel Gelar Dialog Tingkatkan Kualitas Dalang Banjar Perbesar

Banjarmasin, Ricek.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan melalui UPTD Taman Budaya Kalsel menggelar Dialog Wayang Kulit Banjar di Banjarmasin, Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Wayang Dunia sekaligus sebagai upaya mempromosikan dan melestarikan kesenian asli Banua.

Dialog tersebut bertujuan meningkatkan wawasan, kualitas penampilan, dan kepercayaan diri para dalang muda di Kalsel. Acara ini diikuti oleh sejumlah grup kesenian wayang kulit Banjar dari tujuh kabupaten/kota di Kalsel serta mahasiswa Seni Pertunjukan ULM Banjarmasin.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, melalui Kepala Seksi Promosi dan Dokumentasi UPTD Taman Budaya, Nitta Aulia, mengatakan kehadiran akademisi dan pakar diharapkan dapat memantik semangat generasi muda.

“Kami ingin meningkatkan kualitas para dalang Kalsel. Kami juga berharap dialog ini menumbuhkan ketertarikan mereka terhadap kesenian wayang kulit Banjar,” kata Nitta.

Pakar Dorong Wayang Banjar Terapkan Teknologi Modern

Dialog ini menghadirkan tiga narasumber utama: Analis Wayang asal DI Yogyakarta Ki Udreka, dalang sekaligus pengrajin Wayang Kulit Banjar Taufik Rahmad Hidayat, serta akademisi ULM Banjarmasin Sulisno.

Ki Udreka menjelaskan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara wayang kulit Jawa dan wayang kulit Banjar, terutama pada bentuk fisik, ukuran, dan karakter yang kemudian memengaruhi teknik pementasan.

Ia juga mendorong pemerintah daerah agar lebih memperhatikan perkembangan kesenian ini, termasuk dengan mengadopsi teknologi modern.

“Di Yogyakarta, pertunjukan wayang sudah berkembang menggunakan teknologi modern seperti lampu dan perangkat pertunjukan lainnya. Saya berharap pemerintah di daerah juga memberi perhatian agar wayang Banjar dapat terus berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, dalang Taufik Rahmad Hidayat menekankan pentingnya pemahaman terhadap pakem cerita saat menampilkan Wayang Kulit Banjar, seperti kisah Ramayana dan Mahabharata.

“Pemahaman yang benar akan memengaruhi kualitas penampilan di panggung,” tegas Taufik.

Taufik berharap instansi terkait di kabupaten/kota dapat melanjutkan inisiatif pengenalan wayang kulit Banjar, bahkan jika memungkinkan, memasukkannya ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Nitta Aulia berharap kolaborasi antar grup kesenian wayang di Banua semakin kuat, dan para dalang muda termotivasi untuk mengembangkan diri hingga mampu tampil ke luar daerah.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Gubernur Berikan Berbagai Penghargaan Hingga Terima Deviden PT Bangun Banua dalam Momentum Harjad Kalsel

14 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Puncak Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel di Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al- Banjari Meriah Penuh Khidmat

14 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Jadi Ikon Religi Baru, Gubernur Resmikan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari pada Hari Jadi Ke-76 Kalsel

14 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Pemprov Kalsel Gandeng The Breeze Waterpark Sukseskan Program KIA

13 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Berpartisipasi di Kalsel Expo 2026, RSJ Sambang Lihum Hadirkan Layanan Deteksi Stres

13 Agustus 2026 - 05:49 WIB

RSUD Ulin Banjarmasin Perkenalkan Layanan Stroke Modern di Kalsel Expo 2026

13 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Trending di ADVERTORIAL