Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

ADVERTORIAL · 13 Agu 2026 05:46 WIB

RSUD Ulin Banjarmasin Perkenalkan Layanan Stroke Modern di Kalsel Expo 2026


 RSUD Ulin Banjarmasin Perkenalkan Layanan Stroke Modern di Kalsel Expo 2026 Perbesar

Ricek.ID – Melalui Kalsel Expo 2026, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin perkenalkan layanan penanganan stroke modern yang menjadi salah satu inovasi kesehatan kepada masyarakat.

Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit rujukan di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan penanganan stroke secara cepat dan tepat.

Kalsel Expo 2026 berlangsung pada 12–18 Agustus 2026 di Kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalsel, Banjarbaru. Dalam kegiatan tersebut, RSUD Ulin Banjarmasin membuka stan informasi dengan mengangkat tema pelayanan stroke modern.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr. Among Wibowo, pada Rabu (12/8/2026) mengatakan keikutsertaan RSUD Ulin pada Kalsel Expo menjadi momentum untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perkembangan layanan stroke yang kini tersedia di rumah sakit tersebut.

“Pada Kalsel Expo 2026 ini, RSUD Ulin mengambil tema pelayanan stroke modern. Saat ini kami sudah memiliki layanan penanganan stroke dengan sumbatan, khususnya pada fase akut yang membutuhkan penanganan cepat,” ujarnya.

Among menjelaskan, pasien stroke dengan sumbatan pada fase awal dapat ditangani secara cepat di RSUD Ulin. Untuk mendukung layanan tersebut, RSUD Ulin telah memiliki sumber daya manusia dan tenaga medis dengan kompetensi di bidang neurointervensi.

Menurutnya, RSUD Ulin juga menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi sejumlah rumah sakit di Kalsel maupun Kalimantan Tengah. Karena itu, masyarakat tidak perlu lagi selalu dirujuk ke rumah sakit di luar Kalimantan untuk mendapatkan sejumlah layanan stroke modern.

“Di RSUD Ulin sudah dapat dilaksanakan sejumlah tindakan seperti DSA, kateterisasi dan layanan neurointervensi lainnya. Harapannya, masyarakat mengetahui bahwa layanan tersebut sudah tersedia di RSUD Ulin,” jelasnya.

Among juga mengajak masyarakat yang mengunjungi Kalsel Expo untuk datang ke stan RSUD Ulin. Selain memperoleh informasi mengenai layanan kesehatan, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kuis edukatif yang disiapkan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai stroke.

“Di stan kami, masyarakat akan mendapatkan informasi terkait penanganan stroke secara modern, mulai dari deteksi dini, pencegahan hingga penanganan. Harapannya dapat menekan angka kecacatan maupun kematian akibat stroke,” katanya.

Sementara itu Dokter Spesialis Neurointervensi RSUD Ulin Banjarmasin, dr. M. Welly Dafif, menjelaskan bahwa layanan stroke modern yang dikembangkan RSUD Ulin mencakup berbagai metode penanganan, termasuk terapi untuk stroke akibat sumbatan pembuluh darah.

Ia menerangkan pada kasus stroke akibat sumbatan, salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah trombolisis. Terapi tersebut diberikan untuk membantu menghancurkan sumbatan sehingga aliran darah ke otak dapat kembali lancar.

Apabila sumbatan tidak dapat ditangani dengan obat, pasien dapat menjalani tindakan lanjutan berupa trombektomi. Tindakan neurointervensi tersebut dilakukan dengan memasukkan alat melalui pembuluh darah, salah satunya melalui pangkal paha, untuk mengambil gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah otak.

“Intinya, kita ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa ketika terjadi stroke, segera datang ke rumah sakit yang siap memberikan layanan stroke. Stroke merupakan kondisi darurat sehingga membutuhkan keputusan dan penanganan yang cepat,” terangnya.

Selain stroke akibat sumbatan, layanan neurointervensi juga dapat menangani sejumlah kondisi stroke akibat perdarahan. Salah satunya adalah perdarahan subarachnoid yang dapat disebabkan oleh aneurisma atau pelebaran pembuluh darah yang berisiko pecah.

Untuk kondisi tersebut, terdapat tindakan intervensi minimal invasif seperti coiling, sedangkan tindakan clipping dapat dilakukan melalui prosedur pembedahan oleh dokter bedah saraf. Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Welly menambahkan, tindakan neurointervensi pada stroke secara umum dapat dibedakan menjadi penanganan emergensi dan tindakan elektif.

“Pada kondisi emergensi, penanganan difokuskan pada pembukaan kembali pembuluh darah yang tersumbat atau penanganan perdarahan secara cepat,” ungkapnya.

Sementara tindakan elektif dilakukan setelah kondisi pasien stabil, misalnya pada kasus penyempitan pembuluh darah atau kelainan pembuluh darah otak tertentu. Salah satu pemeriksaan penting dalam layanan tersebut adalah Digital Subtraction Angiography (DSA), yang menjadi pemeriksaan standar untuk mengevaluasi kondisi pembuluh darah secara lebih detail.

Keberadaan layanan tersebut semakin memperkuat posisi RSUD Ulin sebagai rumah sakit rujukan stroke di Kalimantan. Terlebih, RSUD Ulin baru-baru ini mendapatkan Diamond Award dari World Stroke Organization, yang merupakan penghargaan tingkat tertinggi dalam standar layanan stroke internasional.

“Alhamdulillah, RSUD Ulin sudah mencapai Diamond Award. Ada tingkatan Gold, Platinum dan Diamond, dan kami sudah bisa mencapai tingkat Diamond. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan stroke,” terangnya.

Welly juga mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan tetap menjadi langkah utama dalam menekan risiko stroke. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan skrining untuk mengetahui tingkat risiko stroke sejak dini.

Beberapa faktor risiko utama yang perlu dikendalikan antara lain tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, diabetes dan kolesterol. Pengendalian faktor risiko tersebut melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi bagian penting dalam pencegahan stroke.

“Kalau terkena stroke, segera ke rumah sakit dan jangan berputar-putar mencari rumah sakit. Datang ke rumah sakit yang siap memberikan layanan stroke, salah satunya RSUD Ulin Banjarmasin,” pungkasnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemprov Kalsel Gandeng The Breeze Waterpark Sukseskan Program KIA

13 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Salat Hajat di Masjid Agung Al-Karomah Martapura, Pemkab Banjar Doakan Daerah Makin Berkah

13 Agustus 2026 - 05:55 WIB

Berpartisipasi di Kalsel Expo 2026, RSJ Sambang Lihum Hadirkan Layanan Deteksi Stres

13 Agustus 2026 - 05:49 WIB

Gubernur Launching Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2026 di Kalsel Expo

13 Agustus 2026 - 05:40 WIB

Pemprov Resmi Buka Pelaksanaan Kalsel Expo 2026

13 Agustus 2026 - 05:37 WIB

Gubernur & Wagub Hadiri Rapat Paripurna DPRD Peringati Hari Jadi Provinsi Kalsel ke-76 Tahun

13 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Trending di ADVERTORIAL