Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

Kab. Banjar · 15 Jan 2026 16:34 WIB

Pengungsi Banjir Dihantui Kekhawatiran Pasca Bencana


 Pengungsi banjir dari desa Bincau di Aula Disdik Banjar. Foto:Ricek.ID Perbesar

Pengungsi banjir dari desa Bincau di Aula Disdik Banjar. Foto:Ricek.ID

Ricek.ID, Banjar– Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar hingga kini belum sepenuhnya surut. Kondisi tersebut membuat tidak sedikit warga terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian, menunggu air surut sekaligus kepastian masa depan pascabencana.

Salah satu lokasi pengungsian berada di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar. Puluhan warga asal Desa Bincau menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi berlindung sekaligus ruang hidup sementara sejak banjir merendam permukiman mereka.

Meski bantuan logistik terus berdatangan, kegelisahan masih tampak jelas di wajah para pengungsi. Mereka bertahan di pengungsian sambil memikirkan hari esok, terutama ketika bantuan berakhir dan kehidupan harus kembali dijalani secara mandiri.

Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menghanyutkan sumber penghidupan. Ladang dan kebun yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi masyarakat terendam air, meninggalkan ketidakpastian bagi para petani dan perajin.

Rusmiati, salah satu pengungsi asal Desa Bincau, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan ekonomi keluarganya. Selama ini, ia dan warga lainnya menggantungkan hidup dari bertani dan menjadi perajin bunga melati.

“Kami dari Desa Bincau kebanyakan berprofesi sebagai petani dan perajin bunga melati. Sekarang tidak tahu lagi bagaimana ke depannya, karena tanaman melati yang menjadi harapan sudah tidak berbunga, bahkan banyak yang mati akibat terlalu lama terendam banjir,” ujarnya.

Di pengungsian, Rusmiati dan warga lainnya hanya bisa menunggu air surut sembari berharap adanya bantuan lanjutan agar perekonomian yang terhenti dapat kembali mereka mulai setelah bencana berlalu.

“Sedih rasanya tidak bisa bekerja. Semoga nanti ada bantuan yang bisa menggerakkan kembali usaha kami setelah pulang dari pengungsian,” katanya.

Hal senada disampaikan Musrofah, pengungsi lain juga asal Desa Bincau. Ia mengaku telah tinggal di pengungsian selama dua pekan akibat banjir yang belum sepenuhnya surut, tanpa memiliki pendapatan sama sekali.

“Kalau untuk makanan selama di sini memang terjamin, tapi yang kami pikirkan setelah pulang nanti. Pekerjaan tidak ada, sementara kebutuhan sehari-hari harus tetap dipenuhi,” ucapnya dengan nada lirih.

Para pengungsi berharap adanya perhatian dan dukungan berkelanjutan, khususnya bantuan pemulihan ekonomi, agar mereka dapat kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan pascabanjir.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

KKN UNISM di Desa Keramat Berakhir, Senam Sehat Berhadiah Pererat Kebersamaan Warga

4 November 2026 - 11:15 WIB

Pameran Manisnya Sulam Sugul Dorong Penguatan Ekonomi Perajin Perempuan Banjar

3 November 2026 - 19:20 WIB

Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Data, Pemkab Banjar Gelar Pelatihan Geospasial

3 November 2026 - 19:18 WIB

Tingkatkan Perlindungan Anak, Pemkab Banjar Perkuat Sinergi Lintas Sektor

3 November 2026 - 19:15 WIB

Bupati Banjar Buka Latsar Satpol PP 2026, 101 Peserta dari 3 Instansi Ikuti Pelatihan Selama 11 Hari

3 November 2026 - 17:06 WIB

Polres Banjar Ungkap Dua Kasus Penggelapan & Satu Pencurian dengan Pemberatan

3 November 2026 - 16:00 WIB

Trending di HUKUM