Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

Banjarbaru · 9 Feb 2026 16:25 WIB

Banjarbaru Nihil Kasus Virus Nipah, Dinkes Imbau Warga Tetap Waspada


 Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Juhai Triyanti Agustina. (Foto: istimewa) Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Juhai Triyanti Agustina. (Foto: istimewa)

Banjarbaru, Ricek.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru memastikan hingga awal Februari 2026 belum ditemukan kasus Virus Nipah di wilayah Banjarbaru. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan guna meminimalkan risiko penularan.

Kepala Dinkes Kota Banjarbaru, dr. Juhai Triyanti Agustina, Minggu, 8 Februari 2026, menjelaskan Virus Nipah dapat menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi hewan pembawa virus, terutama kelelawar. Kontaminasi tersebut berpotensi terjadi pada buah-buahan atau nira yang dikonsumsi tanpa pengolahan higienis.

“Penularan bisa terjadi apabila bahan makanan, seperti buah atau nira, terkontaminasi hewan dan dikonsumsi tanpa proses pengolahan yang bersih dan aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, risiko penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan ternak yang berpotensi terinfeksi, seperti babi atau kuda. Oleh karena itu, masyarakat yang berinteraksi langsung dengan hewan ternak diimbau menggunakan alat pelindung diri sesuai standar kesehatan.

“Tidak semua orang yang terpapar virus akan langsung jatuh sakit. Kondisi daya tahan tubuh sangat memengaruhi tingkat kerentanan seseorang terhadap infeksi,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Banjarbaru mengimbau masyarakat tidak mengonsumsi nira atau air aren secara langsung dari pohon. Sadapan nira disarankan dimasak terlebih dahulu karena berisiko terkontaminasi kelelawar, terutama pada malam hari.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, membuang buah yang terdapat bekas gigitan hewan, serta memastikan daging ternak dimasak hingga benar-benar matang dan tidak berasal dari hewan yang sakit.

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) turut ditekankan sebagai langkah perlindungan dasar, antara lain rutin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

Apabila mengalami gejala sakit yang mencurigakan, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Setiap dugaan kasus juga diharapkan dapat dilaporkan dalam waktu kurang dari 24 jam agar dapat dipantau melalui sistem surveilans Kementerian Kesehatan.

“Kami berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan, tidak mudah panik, dan terus meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari penularan Virus Nipah,” pungkas dr. Juhai.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemko Banjarbaru Tuntaskan Rangkaian Pasar Murah Bersubsidi di Lima Kelurahan

9 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Boyong Produk Unggulan ke Event INACRAFT 2026, Dekranasda Banjarbaru Dorong Perajin Naik Kelas

8 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Dua Anak Jalani Aktivasi Implan Koklea di RSUD Ratu Zalecha

8 Oktober 2026 - 08:53 WIB

Pemerintah Mulai Ukur Dampak Program MBG terhadap Kesehatan & Status Gizi Anak

7 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Wali Kota Banjarbaru Luncurkan Program STEM di SDN 2 Landasan Ulin Barat

7 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Wali Kota Banjarbaru Serahkan Bantuan Busana Muslim di Panti Budi Sejahtera

7 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Trending di ADVERTORIAL