Menu

Mode Gelap
121 Petugas Haji Embarkasi Banjarmasin Dikukuhkan, Siap Layani 6.800 Jemaah Tanpa Pesaing, Irwan Bora Menuju Kursi Ketua KONI Banjar Pariwisata Kotabaru Terus Digenjot Warga Diminta Tak Jadi Penonton Sediakan Karaoke dan Kamar, Bangunan Liar Ditertikan Satpol PP Dugaan Pungli di PPS DPRD Dorong Pembentukan Satgas Penertiban

Kalimantan Selatan · 25 Feb 2026 22:04 WIB ·

Warga Binaan Rutan Marabahan Perdalam Fiqih Puasa


 Warga Binaan Rutan Marabahan Perdalam Fiqih Puasa Perbesar

Marabahan, Ricek.ID – Di bulan suci Ramadan, Masjid Al Mujahiddin Rutan Kelas IIB Marabahan berubah menjadi pusat pembelajaran spiritual. Pada Selasa (24/2/2026), ratusan warga binaan berkumpul dalam balutan kekhusyukan untuk membekali diri dengan ilmu agama melalui sinergi antara Rutan Marabahan dan Kementerian Agama (Kemenag) Barito Kuala.

Lantunan shalawat yang diiringi ketukan terbang grup habsyi membuka kegiatan dengan penuh khidmat. Menariknya, seluruh personel grup habsyi ini adalah Warga Binaan yang telah dilatih secara intensif. Penampilan ini menjadi bukti bahwa tembok rutan bukan penghalang bagi mereka untuk mengasah bakat seni sekaligus mempertebal kecintaan pada nilai-nilai religi.

Hadir sebagai narasumber, Ustadz Abdul Hamid dari Kemenag Batola memberikan pemaparan mendalam mengenai “Fiqih Puasa”. Ia menekankan bahwa kualitas ibadah sangat bergantung pada pemahaman syariat yang tepat.

“Ibadah tanpa ilmu akan terasa hambar. Puasa yang sejati adalah transformasi perilaku—bagaimana menjaga lisan dan hati, bukan sekadar menahan lapar dari terbit fajar hingga terbenam matahari,” urai Ustadz Abdul Hamid.

Materi mengenai rukun puasa dan hal-hal yang membatalkannya menjadi poin utama yang disimak dengan antusias oleh para jamaah, sebagai bekal agar ibadah di bulan Ramadan nanti berjalan sempurna.

MH, salah satu Warga Binaan yang hadir, merasakan dampak langsung dari kegiatan ini. Ia merasa lebih siap secara mental dan ilmu untuk menyambut bulan puasa tahun ini.

“Dulu mungkin hanya ikut-ikutan, tapi lewat tausiyah ini saya jadi tahu detail rukunnya. Ini sangat membantu kami yang sedang berupaya memperbaiki diri,” katanya.

Kepala Rutan Marabahan, I Wayan Tapa Diambara, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari strategi jangka panjang pembentukan karakter.

“Kami tidak ingin mereka hanya sekadar menjalani masa pidana. Kami ingin mereka pulang dengan ‘bekal’ spiritual yang kuat agar mampu menjadi pribadi yang baru dan bermanfaat di tengah masyarakat,” tegas Wayan.

Pewarta: Rachman
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Pemuda Diminta Jadi Penggerak Pembangunan Daerah

14 April 2026 - 06:56 WIB

Pertamina Dorong Kemandirian Ekonomi Kader Posyandu Lewat Bantuan UMKM

13 April 2026 - 21:34 WIB

Turnamen Padel 2026 di Banjarmasin Diikuti 186 Peserta

13 April 2026 - 18:38 WIB

Dana Rp150 miliar Disiapkan Untuk Pembebasan Lahan Bendungan Riam Kiwa

8 April 2026 - 16:07 WIB

WFH Tak Diterapkan, Kerja Tatap Muka Dinilai Lebih Efektif

6 April 2026 - 13:18 WIB

BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Kalsel Datang Lebih Awal dan Lebih Kering

2 April 2026 - 18:50 WIB

Trending di Kalimantan Selatan