Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

DAERAH · 4 Mar 2026 16:07 WIB

Perumda Pasar Bauntung Batuah Sebut Pasar PPS Martapura Merupakan Percontohan


 Suasana pasar Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) Martapura yang sudah ramai. foto: Haris Perbesar

Suasana pasar Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) Martapura yang sudah ramai. foto: Haris

Martapura, Ricek.ID – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Bauntung Batuah menyebut Pasar Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) Martapura merupakan pasar percontohan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar, Rusdiansyah melalui Sekretaris, Gusti Andriansyah mengatakan, pasar PPS Martapura akan ditata secara bertahap.

“Biar (pedagang) tidak balik ke depan lagi. Sesuai apa yang jar pak dirut, pasar PPS Martapura itu adalah pasar percontohan,” kata Andri, Rabu (4/3/2026).

Andri menambahkan, terkait jalan rusak dan becek di pasar PPS Martapura, mereka telah mengirimkan surat proposal kepada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar.

“Kami sudah menyurati mereka (PUPRP Banjar). Semoga pekerjaan di pasar PPS Martapura bisa terlaksana secepatnya tanpa kendala,” lanjutnya.

Selain jalan rusak dan becek di pasar PPS Martapura. Drainase dan sanitasi limbah menjadi sorotan.

“Kan jalan itu jadi prioritas utama bagi pedagang. Kalau drainase dan sanitasi limbah kami belum menyurati dinas terkait. Tapi untuk penerangan jalan umum (PJU) sudah kami surati ke dinas lingkungan hidup,” tutupnya.

Senada, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPRP Banjar, Andri Yunan Pratama mengatakan, memang Perumda Pasar belum melakukan komunikasi kepada pihak mereka terkait drainase di pasar PPS Martapura.

“Karena sebelumnya ada pedagang memang mengusulkan untuk melebarkan drainase. Tapi kami tidak bisa bekerja karena tidak berwenang. Kecuali ada komunikasi atau surat proposal dari Perumda Pasar. Sampai sekarang belum ada surat yang kami terima,” ujar Andri.

Andri menambahkan, sebenarnya para pedagang di sana terkadang membuang limbah ke saluran drainase.

“Padahal limbah itu sudah jadi Black Water. Dampak paling terasa itu keluar aroma tidak sedap karena drainase tersumbat. Drainase itu cuman penyalur air limpasan aja,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bea Cukai Kotabaru Musnahkan 612 Ribu Batang Rokok Ilegal dan 154 Liter MMEA

24 September 2026 - 19:15 WIB

Ikut Padamkan Titik Api, Gubernur Kalsel Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla

22 September 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Kalsel Dorong Pengelolaan Geopark Meratus Berorentasi Pengembangan Pariwasata, Budaya & Penguatan Ekonomi

22 September 2026 - 21:56 WIB

Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman, Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi SSK

22 September 2026 - 21:53 WIB

Jaga Kestabilan Harga, Pemprov Kalsel Pantau Distrubusi Pangan di Daerah

22 September 2026 - 21:49 WIB

Media Gathering PT PTK dan PWI Kotabaru Dirangkai Aksi Sosial untuk Warga

22 September 2026 - 13:14 WIB

Trending di DAERAH