Menu ✖

Mode Gelap
Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru

Kab. Banjar · 2 Apr 2026 19:04 WIB

Pembudidaya Ikan Diminta Antisipasi Pengeringan Irigasi


 Pembudidaya Ikan Diminta Antisipasi Pengeringan Irigasi Perbesar

Martapura, Ricek.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar mengimbau ribuan pembudidaya ikan untuk segera menyiapkan langkah antisipasi terkait rencana pengeringan saluran irigasi dari hulu ke hilir.

Pengeringan tersebut merupakan instruksi Kementerian PUPR melalui Bidang Sumber Daya Air Provinsi Kalimantan Selatan dan dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026 selama kurang lebih 30 hingga 40 hari.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Banjar, Bandi Chairullah, mengatakan sosialisasi terkait rencana ini telah dilakukan sejak akhir Februari hingga Maret kepada para pembudidaya yang memanfaatkan air irigasi.

“Kami mengimbau mereka untuk mengambil langkah antisipasi, seperti mengatur kepadatan tebar ikan serta melakukan panen parsial atau percepatan panen bagi ikan yang sudah layak jual guna menekan kerugian,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Selain itu, pembudidaya juga diminta menyiapkan cadangan air berupa tandon jika kondisi air mulai kritis, serta melakukan pemantauan kualitas air secara berkala.

“Jika ditemukan masalah pada kesehatan ikan atau lingkungan, segera laporkan kepada petugas penyuluh lapangan dan dinas terkait,” tambahnya.

Informasi terkait pengeringan irigasi telah disebarluaskan melalui berbagai kanal, mulai dari grup WhatsApp “Informasi dan Pengaduan Cepat”, media online, surat kabar, Radio Alkaromah Martapura, hingga sosialisasi tatap muka.

Berdasarkan data DKPP Banjar, terdapat 18 desa yang terdampak, tersebar di Kecamatan Karang Intan, Martapura, dan Martapura Barat. Jumlah pembudidaya yang terdampak mencapai sekitar 1.300 orang dengan total 6.900 kolam.

“Total luasan area perkolaman mencapai sekitar 3.422.000 meter persegi,” jelas Bandi.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah daerah mendorong transformasi budidaya dari kolam tanah ke kolam bundar atau kolam terpal guna menjaga stabilitas produksi perikanan.

Menurut Bandi, kolam bundar menjadi solusi efektif saat pengeringan irigasi maupun menghadapi cuaca ekstrem, baik saat musim hujan dengan risiko banjir maupun saat kemarau dengan penurunan kualitas air.

“Sejauh ini, total kolam bundar yang telah disalurkan sekitar 98 unit. Tahun 2026 ini akan ditambah sekitar 48 unit, sehingga totalnya lebih dari 100 unit,” ungkapnya.

Meski demikian, upaya transformasi tersebut masih menghadapi kendala pada kesiapan sumber daya manusia. Dari lebih dari 2.000 pembudidaya ikan, edukasi penggunaan kolam bundar dinilai masih perlu ditingkatkan.

“Kami akan menggencarkan pelatihan secara intensif dan berjenjang agar pembudidaya mampu memanfaatkan kolam bundar secara optimal,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Desa Indrasari Raih Juara 2 Lomba Desa Pangan Aman Regional Tengah 2026

20 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Bupati Banjar Berikan Bantuan Uang Saku untuk Kontingen Sepak Bola Usia Dini

20 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Salurkan 13 Unit Alsintan, Distan Banjar Dukung Ketahanan Pangan

20 Oktober 2026 - 19:55 WIB

39 Tim Putra-Putri Bersaing dalam Turnamen Voli HUT ke-17 SMAN 2 Martapura

20 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Pemkab Banjar Mediasi PT MMI & Warga Rantau Bakula Bahas Ganti Rugi

19 Oktober 2026 - 20:15 WIB

PW IPNU Kalsel & BPBD Banjar Salurkan 15.000 Liter Air Bersih

19 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Trending di ADVERTORIAL