Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

HEADLINE · 3 Apr 2026 13:06 WIB

Bangunan SDN Jawa Laut 1 Memprihatinkan, Perbaikan Diharapkan Segera Terealisasi 


 Kepala SDN Jawa Laut 1, Andrianci MH menunjukkan salah satu ruang kelas yang mengalami kerusakan. Perbesar

Kepala SDN Jawa Laut 1, Andrianci MH menunjukkan salah satu ruang kelas yang mengalami kerusakan.

Martapura, Ricek.ID – Kondisi bangunan SDN Jawa Laut 1 Martapura, memprihatinkan dan berdampak langsung terhadap proses belajar mengajar. Sejumlah kerusakan yang terjadi dinilai telah membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Kerusakan tampak pada beberapa bagian bangunan, terutama pada struktur lantai yang mengalami penurunan kualitas. Usia bangunan yang sudah lama serta penggunaan material kayu menjadi faktor utama melemahnya konstruksi.

Situasi ini semakin diperparah oleh banjir yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu. Pihak sekolah pun telah melaporkan kondisi ini kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar melalui Bidang Sarana dan Prasarana, lengkap dengan bukti dokumentasi berupa foto dan video.

“Saya sebagai kepala sekolah telah menyampaikan ini kepada Bidang Sarpras Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar dan sudah ditindaklanjut dengan kunjungan untuk melihat langsung kondisi. Kami berharap di tahun 2026 ini menjadi prioritas untuk segera dilakukan perbaikan,” ungkap Kepala SDN Jawa Laut 1, Andrianci Margareta Hotoeroe.

Akibat kerusakan tersebut, kegiatan belajar mengajar tidak dapat berjalan normal. Beberapa ruang kelas yang sudah tidak layak pakai terpaksa ditinggalkan, sehingga siswa harus belajar dengan sistem penggabungan kelas.

“Ada satu ruang yang sudah rusak parah dan bahkan sudah terjadi insiden guru dan murid terperosok, jadi itu kami kosongkan dan muridnya digabungkan ke kelas lain dengan pembatas seadanya,” ucap Andrianci.

Salah satu ruang kelas SDN Jawa Laut 1 yang ditutup untuk menjaga keselamatan warga sekolah.

Menindaklanjuti laporan dari pihak sekolah, tim Sarpras Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar telah melakukan dua kali peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi bangunan sekaligus merumuskan langkah penanganan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Mahriansyah, saat dikonfirmasi pada Kamis (2/4/2026), membenarkan adanya kerusakan pada bangunan tersebut.

“Kemarin kita bersama tim dan hari ini juga melakukan pemeriksaan yang kedua, hasil pemantauan lapangan, memang ditemukan kerusakan pada struktur lantai,” ujarnya

Ia menjelaskan, selain dipengaruhi usia bangunan, dominasi material kayu pada struktur juga membuat bangunan rentan rusak. Banjir yang terjadi pada awal tahun 2026 turut mempercepat penurunan kondisi bangunan.

Kabid Sarpras Disdik Banjar, Mahriansyah.

Sebagai langkah penanganan, pihaknya telah mengusulkan perbaikan melalui tiga jalur, yaitu Kementerian Pendidikan melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), program revitalisasi pemerintah pusat sesuai kebijakan Presiden Prabowo, serta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk penanganan pascabencana.

“Sudah ada tiga usulan yang kami sampaikan, dan saat ini masih dalam proses menunggu tindak lanjut,” papar Mahriansyah.

Ia menambahkan, ke depan perbaikan perlu menggunakan material yang lebih kuat dan tahan air, seperti beton atau lantai keramik, serta menyesuaikan ketinggian bangunan guna mengantisipasi banjir yang kerap terjadi.

Saat ini, tim teknis masih melakukan kajian lanjutan guna menentukan skema penanganan, apakah dilakukan perbaikan sementara atau menunggu bantuan dari pemerintah pusat maupun melalui perubahan anggaran APBD 2026.

“Hari ini tim kembali ke lokasi untuk peninjauan lanjutan, sekaligus memastikan arah perbaikan. Apakah dilakukan penanganan sementara sambil menunggu bantuan pusat, atau melalui anggaran perubahan APBD 2026,” jelasnya.

Untuk perbaikan total, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp2,7 miliar, termasuk rencana peninggian bangunan agar lebih aman dari banjir tahunan.

Berdasarkan hasil pendataan pascabanjir 2026, lebih dari 100 sekolah di 10 kecamatan di Kabupaten Banjar mengalami kerusakan kategori sedang hingga berat. SDN Jawa Laut 1 Martapura menjadi salah satu yang masuk prioritas penanganan.

“SDN Jawa Laut 1 Martapura ini memang menjadi salah satu yang masuk kategori terdampak yang membutuhkan penanganan serius,” pungkas Mahriansyah.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

258 Keluarga Desa Pekauman Terima Bantuan Beras Bulog

1 September 2026 - 16:36 WIB

Polisi Amankan Warga Diduga Bakar 0,5 Hektare Lahan di Bajuin Tanah Laut

31 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

27 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

27 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan

27 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Staf DPRD Banjar Dipanggil Polda Kalsel, Ini Penjelasan Pimpinan Dewan

25 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Trending di DAERAH