Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

Banjarbaru · 4 Apr 2026 15:14 WIB

Antisipasi Kemarau Panjang Distribusi Air Bersih Dipastikan Tetap Lancar


 Antisipasi Kemarau Panjang Distribusi Air Bersih Dipastikan Tetap Lancar Perbesar

Banjarbaru, Ricek.ID – Menghadapi potensi musim kemarau panjang, Perusahaan Daerah Air Minum PTAM Intan Banjar memastikan berbagai langkah strategis telah disiapkan guna menjaga distribusi air bersih tetap berjalan lancar bagi masyarakat.

Kasubbag Humas dan Hukum PT Air Minum Intan Banjar, Mahyuni, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga pelayanan publik agar tetap optimal meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem. Sejumlah upaya dilakukan, mulai dari pemantauan intensif hingga penguatan infrastruktur distribusi air.

“Dalam menghadapi musim kemarau yang diperkirakan terjadi, kami sebagai pengelola air bersih telah melakukan berbagai persiapan agar distribusi air ke masyarakat tetap berjalan lancar,” ujarnya.

Salah satu fokus utama adalah mengantisipasi dampak kekeringan di wilayah lahan gambut yang dinilai paling rentan saat musim kemarau. Selain itu, potensi kebakaran hutan dan lahan juga menjadi perhatian serius, terutama terhadap risiko kerusakan jaringan pipa distribusi.

“Kami secara intensif melakukan monitoring di lapangan. Petugas disiagakan untuk memastikan jaringan pipa tidak terdampak kebakaran lahan,” jelasnya.

Dari sisi sumber air, PTAM Intan Banjar memastikan tidak bergantung pada saluran irigasi yang rawan mengalami kekeringan. Untuk wilayah Banjarbaru dan sebagian Kabupaten Banjar, suplai air berasal dari sumber yang relatif aman, seperti Riam Kiwa.

Sementara itu, untuk wilayah dengan karakteristik lahan gambut seperti Kertak Hanyar, distribusi air tetap mengandalkan sumber yang sama dengan pengelolaan yang disesuaikan.

“Alhamdulillah, selama ini kita tidak mengambil air dari irigasi, sehingga potensi dampak kemarau bisa diminimalisir,” tambahnya.

Meski demikian, pihak PTAM mengakui terdapat sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak apabila kemarau berlangsung cukup panjang. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kawasan dengan jumlah pelanggan sekitar 30 ribu jiwa menjadi daerah yang perlu mendapat perhatian khusus.

“Diperkirakan ada sekitar 30 ribu pelanggan di wilayah rawan. Namun, kami berharap dampaknya tidak terlalu signifikan dan pelayanan tetap bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

PTAM Intan Banjar juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air bersih, terutama selama musim kemarau, guna menjaga ketersediaan air tetap stabil.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Penanganan Karhutla, Gubernur Kalsel Gagas Pembangunan Embung Mini di Kawasan Pengembangan Program Pangan

19 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Gubernur Kalsel Sambut Kunjungan KSAD & Kepala BNPB, Tinjau Kawasan Karhutla & Serahkan Usulan Bantuan

19 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Ketua TP PKK Kalsel Serahkan Bantuan ke Warga Terdampak Kebakaran & Kabut Asap di Barito Kuala

18 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

18 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel

16 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Penutupan PKN Sekaligus Peluncuran Banua Kalsel Corporate University, Tekankan Kepemimpinan yang Inovatif

15 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Trending di ADVERTORIAL